Tulisan ini adalah kesan Moh. Natsir pada Rahmah El Yunusiyah di hadapan Keluarga Besar Pesantren Diniyah Putri Padang Panjang, tanggal 8 Maret 1969. Amanah ini dimuat dalam buku Peringatan 55 tahun Diniyah Putri Padang Panjang. Selamat membaca! Pendahuluan Dalam mengenang Almarhumah ibu Rahmah El Yunusiyah dan perjuangan beliau, teringat saya kepada waktu saya datang ke Padang… Continue reading Mengenang Ibu Rahmah El-Yunusiyah: Patah Tumbuh Hilang Berganti
Category: Artikel
Teuku Mansoer Leupueng: Lentera Harmoni Barat dan Timur
Ingatan masa kecilku melayang jauh ke tahun 1990an. Padang Sakti-Lhokseumawe tempatku tumbuh besar itu menyaksikan setidaknya dua hal. Yang pertama, menara-menara gas dari perusahaan Arun LNG yang menjulang tinggi, terus mengepul disiang hari dan membakar terang dimalam hari. Yang kedua, pagi yang ditemani oleh bule-bule berambut pirang nan-gendut yang singgah di kedai lokal untuk sekedar… Continue reading Teuku Mansoer Leupueng: Lentera Harmoni Barat dan Timur
Rahmah el Yunusiyyah Pejuang Pendidikan Kaum Wanita
Sosok dan pemikiran wanita ini memberikan inspirasi bagi majunya pendidikan Islam di Indonesia, hingga dunia. Syaikh Abdurrahman Taj, Rektor Universitas al Azhar Kairo Mesir bahkan mengundangnya pada tahun 1957 dan memberikan anugerah berupa gelar Syaikhah dari Universitas al Azhar untuk pertama kalinya bagi seorang wanita. Berkat jasa dan keteladannya dalam mendirikan sekolah Islam dan memajukan… Continue reading Rahmah el Yunusiyyah Pejuang Pendidikan Kaum Wanita
Jalan Pembaruan Abdul Karim Amrullah
“Jangan terlalu mewah, Karno! Kalau hidup pemimpin terlalu mewah, segan rakyat mendekati!” – Haji Abdul Karim Amrullah kepada Sukarno Pasca kepulangan Abdul Karim Amrullah dari Mekkah, ia menjadi pelopor kebangkitan kaum muda dan tokoh Muhammadiyah di Minangkabau. Minangkabau khususnya dan Sumatera umumnya, bagi Abdul Karim ketika itu sedang karam di dalam kebekuan beragama. Pemahaman yang saat… Continue reading Jalan Pembaruan Abdul Karim Amrullah
Natsir dan Imaji Tentang Negara
Du choc des opinions jaillit la verite. Karena perbenturan pendapat, terbersitlah kebenaran. Peribahasa Perancis tersebut menjadi semangat Muhammad Natsir ketika menyampaikan perlunya Islam sebagai dasar negara dalam sidang Konstituante 1957. Natsir mewakili Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dengan penuh percaya diri menyatakan kehendaknya supaya negara Republik Indonesia ini berdasarkan Islam. Dalam pidatonya, Natsir mengutarakan sanggahannya… Continue reading Natsir dan Imaji Tentang Negara
Hamka. antara Toleransi dan Prinsip Beragama
Belakangan ini wacana deradikalisasi agama yang memuat tema diantaranya toleransi agama, kembali disuguhkan kepada umat Islam di Indonesia. Meskipun hal tersebut sebenarnya bukan merupakan problem pokok dalam beragama, namun pemerintah melalui Kementrian Agama menjadikannya program utama dalam masa kepemimpinannya. Toleransi yang seringkali dikampanyekan dan diajarkan kepada umat Islam, dalam beberapa masa, menurut tokoh ulama dan… Continue reading Hamka. antara Toleransi dan Prinsip Beragama
Konsep Pendidikan Islam M. Natsir
Muqaddimah Ketika antara Mohammad Natsir dan cita-citanya (gelar Meester in de Rechten) semakin dekat, keinginan dan orientasi Natsir justru berubah, ia ingin segera berkhidmat kepada Islam secara langsung dan memberikan manfaat kepada masyarakat agar dapat mengangkat derajat masyarakat yang ditindas penjajah. Walaupun demikian sebagai anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya tak lupa Natsir berkirim surat… Continue reading Konsep Pendidikan Islam M. Natsir
Haji Agus Salim Di Antara Islam dan Negara
“…pada umumnya sudah selesai (pertikaian hukum adat dan Islam). Sehingga kalau boleh dikatakan dengan jernih dan tegas pertikaian adat di Minangkabau sudah selesai, bisa ditentukan dasar hukum adat dan di mana dasar hukum agama. Jadi, itu satu perkara yang tidak akan menerbitkan kekacauan sebagaimana disangkakan. Kedua, wajib umat Islam menjalankan syariat, biarpun tidak ada Indonesia… Continue reading Haji Agus Salim Di Antara Islam dan Negara
Hamka: Ahlusunnah atau Syi’ah Pertama Kali di Nusantara?
Teori tentang masuknya Islam di Nusantara telah menjadi perhatian dan penelitian panjang para intelektual dan orientalis di Indonesia, untuk menggali akar sejarah dan nilai kebudayaan Islam serta pengaruhnya di Nusantara. Diantara beberapa penelitian atau teori yang pernah muncul, bahwa Islam di Nusantara pertama kali masuk dari Hindia, China dan Persia. Islam yang disebutkan datang dari… Continue reading Hamka: Ahlusunnah atau Syi’ah Pertama Kali di Nusantara?
Politik Asosiasi Pendidikan Pemerintah Hindia Belanda
Pendidikan Islam di Nusantara telah hadir sejak masa awal proses Islamisasi walaupun dalam bentuk yang amat tradisional dan sederahana. Belum ada lembaga formal dan modern yang muncul dalam sistem pendidikan Islam masa itu di Nusantara meskipun di Timur Tengah dahulu sebagai pusat peradaban Islam telah muncul berbagai lembaga pendidikan madrasah hingga universitas dan perpustakaan yang… Continue reading Politik Asosiasi Pendidikan Pemerintah Hindia Belanda
“INDONESIA MERDEKA” Dipandang dari Soedoet Ke Islaman
Artikel ini adalah sebuah tulisan dari K.H. Hasyim Asy’ari, menanggapi janji kemerdekaan dari Pemerintah Jepang pada tahun 1944. Terbit di surat kabar Soeara Asia pada 6 Oktober 2604 atau 1944. “INDONESIA MERDEKA” Dipandang dari Soedoet Ke Islaman Oleh: K.H. Hasjim Asj’ari Djoem’at Legi, 6 Oktober 2604 Melihat tiada hentinja Perajaan jang diadakan oleh sekalian pendoedoek Djawa,… Continue reading “INDONESIA MERDEKA” Dipandang dari Soedoet Ke Islaman
Kala Bung Hatta Menjadi Oposisi
Sambil menunggu presiden dan wakil presiden dilantik, kita dipertontonkan adegan antiklimaks. Sosok yang waktu kampanye sering “menyerang”, kini tersenyum, bersalaman, cipika cipiki, duduk, ngobrol, dan makan bareng dengan yang “diserang”. Jelas penonton ada yang kecewa. “Rekonsiliasi macam apa ini!” Tapi ada juga yang gembira. “Pertemuan yang mempersatukan bangsa”. Adegan antiklimaks ini mengembuskan isu bakal berkoalisinya… Continue reading Kala Bung Hatta Menjadi Oposisi