Tidak Boleh Menjeboet Kafir?

Surat Kabar Pedoman Masjarakat, 30 Agustus 1939. Sumber: koleksi Perpustakaan Nasional / Zaki F.

Artike ini dimuat sebagai tanggapan redaksi dari surat kabar Pedoman Masjarakat. Surat kabar yang terbit di Medan ini dipimpin oleh Buya Hamka sebagai hoofdredacteur (Pemimpin Redaksi) dan Yunan Nasution sebagai redakturnya. Pedoman Masjarakat pada masanya merupakan salah satu surat kabar dengan oplah tertinggi hingga 4 ribu eksemplar. Artikel ini terbit pada 20 Agustus 1939, tahun ke-5… Continue reading Tidak Boleh Menjeboet Kafir?

Hamka. antara Toleransi dan Prinsip Beragama

Belakangan ini wacana deradikalisasi agama yang memuat tema diantaranya toleransi agama, kembali disuguhkan kepada umat Islam di Indonesia. Meskipun hal tersebut sebenarnya bukan merupakan problem pokok dalam beragama, namun pemerintah melalui Kementrian Agama menjadikannya program utama dalam masa kepemimpinannya. Toleransi yang seringkali dikampanyekan dan diajarkan kepada umat Islam, dalam beberapa masa, menurut tokoh ulama dan… Continue reading Hamka. antara Toleransi dan Prinsip Beragama

Islam dan Kerukunan Umat Beragama

Satu waktu, wartawan majalah Panji Masyarakat mewawancarai mantan Menteri Agama, KH. Saifuddin Zuhri, ihwal kerukunan antar umat beragama. Dalam wawancara itu, Tokoh NU ini menerangkan, kerukunan bisa terwujud apabila adanya toleransi. Toleransi, menurutnya, menenggang orang lain tanpa mengorbankan prinsip. “Saya orang Islam, ber-Tuhan kepada Allah SWT, dan Muhammad adalah Utusan Tuhan. Bila saya korbankan prinsip… Continue reading Islam dan Kerukunan Umat Beragama