Mohammad Natsir, Agama, dan Negara (bagian 1)

Natsir dalam kampanye Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Pergulatan wacana mengenai agama dan negara sudah terjadi sejak zaman kolonialisme Belanda. Setidaknya ada dua kubu yakni mereka yang menolak keterlibatan dan keterhubungan antara agama dengan negara, juga mereka yang melihat agama dan negara memilki hubungan yang tak dapat dipisahkan. Menurut Ahmad Syafii Maarif, gagasan mengenai negara/pemerintahan Islam telah mencuat sejak tahun 1920-an dari para… Continue reading Mohammad Natsir, Agama, dan Negara (bagian 1)

Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir

Soekarno dalam Sidang BPUPKI. Sumber foto: wartakota.tribunnews.com

Tahun 1951, Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa dipanggil Buya Hamka, menulis dan menerbitkan sebuah buku kecil berjudul Urat Tunggang Pancasila. Buku tipis ini ditulis olehnya sebagai respon atas polemik dari sebuah pidato yang disampaikan oleh Soekarno, Presiden RI saat itu. Sebagaimana diuraikan diawal buku tersebut, Soekarno pada 7 Mei 1951 atau 30 Rajab… Continue reading Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir

Pancasila: Perjalanan Sebuah ldeologi dan Dasar Negara

Soekarno dalam Sidang BPUPKI. Sumber foto: wartakota.tribunnews.com

Kesepakatan bernegara paling krusial dan fundamental bagi bangsa Indonesia  di awal kemerdekaan ialah kesepakatan mengenai dasar negara. Pancasila oleh para pendiri negara (founding fathers) dipandang sebagai landasan falsafah yang bisa mempersatukan kebhinekaan bangsa dalam tataran konseptual dan ideal. Rumusan Pancasila yang otentik  tercantum di dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang ditetapkan pada tanggal… Continue reading Pancasila: Perjalanan Sebuah ldeologi dan Dasar Negara

Haji Agus Salim Di Antara Islam dan Negara

Sukarno bersama Haji Agus Salim. Sumber foto: Koleksi digital Tropenmuseum.

“…pada umumnya sudah selesai (pertikaian hukum adat dan Islam). Sehingga kalau boleh dikatakan dengan jernih dan tegas pertikaian adat di Minangkabau sudah selesai, bisa ditentukan dasar hukum adat dan di mana dasar hukum agama. Jadi, itu satu perkara yang tidak akan menerbitkan kekacauan sebagaimana disangkakan. Kedua, wajib umat Islam menjalankan syariat, biarpun tidak ada Indonesia… Continue reading Haji Agus Salim Di Antara Islam dan Negara

Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’

Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesian, pada tanggal 18 Agustus 1945, digelarlah rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam rapat itu, PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan dan menetapkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Namun, kekecewaan kemudian merebak di kelompok Islam. Sebab, mereka harus menerima kompromi demi pembentukan negara Indonesia yang mereka cita-citakan… Continue reading Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’

Agama dan Negara: Membaca Pemikiran M. Natsir

  Bagi Natsir, perumusan Pancasila adalah hasil musyawarah para pemimpin pada saat taraf perjuangan kemerdekaan memuncak di tahun 1945. Natsir percaya, di dalam keadaan yang demikian, para pemimpin yang berkumpul itu, yang sebagian besar beragama Islam, pastilah tidak akan membenarkan sesuatu perumusan yang menurut pandangan mereka, nyata bertentangan dengan asas dan ajaran Islam. Setelah Mosi… Continue reading Agama dan Negara: Membaca Pemikiran M. Natsir

Diskursus Tentang Dasar Negara (Bagian II)

Membicarakan dasar negara sesungguhnya bukan hal yang tabu. Para bapak bangsa telah mencontohkannya, meski akhirnya diberangus tentara dan penguasa. Apakah kita ingin mencontoh mereka juga?   Pembicaraan tentang Dasar Negara kembali muncul pasca Pemilihan Umum 1955. Meski semula diperkirakan bakal mendapat suara terbanyak dalam pemilu pertama di Indonesia itu, partai Islam terkuat saat itu, Partai… Continue reading Diskursus Tentang Dasar Negara (Bagian II)

Diskursus Tentang Dasar Negara (Bagian 1)

Diskusi tentang dasar negara kini seolah telah menjadi diskusi yang sangat berbahaya, penuh emosi, perlu kehati-hatian, dan senantiasa mengarah ke satu kesimpulan yang tak terbantahkan. Padahal, semula para founding fathers bangsa ini telah mendiskusikan masalah ini secara cerdas, intelek dan lepas dari kesan emosi dan memaksakan kehendak. Bagaimana dengan kita?   Diskursus tentang dasar negara… Continue reading Diskursus Tentang Dasar Negara (Bagian 1)