Tulisan di bawah ini merupakan pidato pendiri Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam resepsi Muktamar Masyumi pertama di Solo pada 13 Februari 1946 yang saat itu menjadi Ketua Majelis Syuro Masyumi. Transkrip pidato tersebut kemudian dimuat dengan judul “Ideologi Politik Islam” di pembukaan buku “Kumpulan Anggaran Dasar” yang diterbitkan oleh Usaha Penerbitan “Ansor” yang… Continue reading KH Hasyim Asy’ari: Ideologi Politik Islam
Category: Artikel
Ilmu dan Pelajaran Agama Hamka
“Permulaan perjalanan dinamai fitrah, akhir perjalanan dinamai Islam” – Buya Hamka Belakangan ini terdengar isu akan dihapuskannya pelajaran agama dari sekolah-sekolah. Benar atau tidaknya wacana tersebut, yang pasti akan menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan, terlebih hal tersebut terjadi disaat kesadaran masyarakat muslim dan tren semakin banyaknya orang tua yang lebih memilih memasukkan anak-anaknya… Continue reading Ilmu dan Pelajaran Agama Hamka
Natsir dan Perjuangan Media Islam (bagian 2)
Ia dikenal lama sebagai Menteri Penerangan sejak Kabinet Sjahrir. Di sana ia meletakkan dasar-dasar Kementerian Penerangan. Tetapi perannya dalam dunia komunikasi dimulai sejak belia ketika ia menjadi penulis yang perfeksionis. Penulis yang Perfeksionis Taufiq Ismail, seorang budayawan dan sastrawan Indonesia yang ayahnya (Ghoffar Ismail) merupakan sahabat Natsir, memberikan kesaksiannya mengenai Natsir yang menurutnya adalah… Continue reading Natsir dan Perjuangan Media Islam (bagian 2)
Natsir dan Perjuangan Media Islam (Bagian 1)
“Beliau itu adalah seorang guru bangsa, pendidik umat, mujahid dakwah, pejuang, politikus, negarawan.” – Taufik Ismail, Budayawan Mohammad Natsir adalah seorang negarawan multitalenta yang semasa hidupnya memberikan keteladanan dan sepeninggalnya mewariskan kebermanfaatan dalam beberapa bidang kehidupan. Ketokohan Natsir diakui oleh seorang sejarawan yang mengajar di Universiteit van Amsterdam, Geert H. Janssen. Dalam bukunya yang berjudul… Continue reading Natsir dan Perjuangan Media Islam (Bagian 1)
Firdaus AN dan Tirani Penguasa
“Awal pemuda yang beroposisi kepada saya di istana saya.” Itulah yang dikatakan Soekarno kepada Asa Bafaqih[1] mengenai pidato Firdaus AN di istana negara. [2] Firdaus Ahmad Naqib atau yang dikenal dengan Firdaus AN adalah pemuda kelahiran 20 Agustus 1924 di Kampung Kukuban Maninjau, Sumatera Barat. Sejak muda aktif dalam berbagai organisasi di samping meneruskan kuliahnya… Continue reading Firdaus AN dan Tirani Penguasa
Islam dan Betawi dalam Lintasan Sejarah
Di Batavia dahulu, Orang Selam adalah sebutan pembeda orang Betawi dari kelompok etnis lain. R. A. Sastradama, seorang turis lokal dari Surakarta yang berkunjung ke Batavia tahun 1870 menuturkan bahwa pendudukan kota itu umumnya menyebut diri orang Selam. Istilah Selam adalah pengucapan lokal untuk kata Islam Suku/etnis Betawi adalah salah satu suku/etnis yang ada… Continue reading Islam dan Betawi dalam Lintasan Sejarah
Hamka: Islam dalam Bahasa dan Kebudayaan Melayu
“Melayu tanpa Islam hilang ,,me”nya, dan layulah dia. Minangkabau tanpa Islam hilang ,,minang”nya, jadi kerbaulah dia.” Para orientalis Barat melalui sistem pendidikan dan keilmuannya, telah lama mencoba untuk mengasingkan dan memberi stigma negatif terhadap Islam pada masa kolonial Belanda. Belanda diantaranya telah berupaya untuk menghilangkan istilah dan simbol-simbol yang berbau Islam, serta menyatakan bahwa Islam… Continue reading Hamka: Islam dalam Bahasa dan Kebudayaan Melayu
Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila
Bulan Juni menjadi bulan spesial bagi Indonesia. Pertama, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Pancasila. Kedua pada tanggal 22 Juni sebagian masih mengingatnya sebagai hari Piagam Jakarta. Keduanya bertalian sangat erat. Meski di benak masyarakat keduanya seakan-akan hadir bertentangan, padahal jika dicermati keduanya adalah kelanjutan dan perkembangan ketimbang pertentangan. Pertentangan ini bisa… Continue reading Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila
Syari’at Islam dan Piagam Jakarta di Mata Hamka
Prof. Dr. Hazairin S.H, seorang ahli hukum yang telah terkenal dalam pengetahuannya tentang hukum Indonesia, memberikan pernyataan yang dikutip oleh Buya Hamka, bahwasanya Piagam Jakarta yang ditetapkan tanggal 22 Juni 1945, dan disebut Presiden Soekarno menjiwai keseluruhan Undang-Undang Dasar 1945, merupakan sebab utama dan hukum yang kuat bagi timbulnya Proklamasi 17 Agustus 1945. Ia… Continue reading Syari’at Islam dan Piagam Jakarta di Mata Hamka
Pendidikan Kolonial di Mata Buya Hamka
“Akhirnya setelah sampai sekolah tinggi, mulailah diajarkan “Agama Islam” dari segi “ilmu pengetahuan” Barat, pendapat profesor anu, kupasan sarjana fulan, yang isinya ialah memandang Islam sebagai pandangan orang lain. Maka tidaklah kita heran kelak apabila mereka ini keluar dari dalam sekolahnya, rengganglah minyak dengan air. Bertemulah kita dengan orang Belanda yang lebih dari Belanda. Orang… Continue reading Pendidikan Kolonial di Mata Buya Hamka
Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’
Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesian, pada tanggal 18 Agustus 1945, digelarlah rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam rapat itu, PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan dan menetapkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Namun, kekecewaan kemudian merebak di kelompok Islam. Sebab, mereka harus menerima kompromi demi pembentukan negara Indonesia yang mereka cita-citakan… Continue reading Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’
Dinamika Partai Islam di masa Demokrasi Liberal
Islam dan Politik memang dua hal yang tidak dapat dipisahkan bahkan sejak kehadiran Islam itu sendiri di Nusantara di mana pada proses perkembangannya mulai muncul penguasa-penguasa dan institusi politik Islam. Dampaknya menurut Azyumardi Azra dalam bukunya Renaisans Islam Asia Tenggara, teciptanya suatu bahasa politik Islam tersendiri di wilayah Nusantara yang sumbernya berasal dari bahasa Arab… Continue reading Dinamika Partai Islam di masa Demokrasi Liberal