Buya Hamka Mengulas Keberadaan Manusia dan Agama

Manusia dan agama, merupakan dua hal yang selalu menjadi perbincangan sepanjang sejarah manusia itu sendiri. Keberadaannya senantiasa menarik minat kaum intelektual untuk merenungkan keberadaan manusia dan agama. Tidak terkecuali di Kepulauan Melayu Indonesia, alim ulama serta kaum intelektual sejak sebelum hingga setelah kemerdekaan tidak absen dalam membincangkan persoalan ini. Adalah Dr. Syaikh Abdulkarim Amrullah atau… Continue reading Buya Hamka Mengulas Keberadaan Manusia dan Agama

Mengenang Pengabdian Mahmud Yunus: Pejuang Pendidikan Islam

Mahmud Yunus, pejuang pendidikan Indonesia

Tokoh pendidikan Islam, almarhum Prof. Dr. H. Mahmud Yunus diabadikan menjadi nama salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di lingkungan Kementerian Agama yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatera Barat. Peran Mahmud Yunus mengembangkan modernisasi pendidikan Islam dan memperjuangkan eksistensi pendidikan agama pada lembaga pendidikan umum sejalan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa… Continue reading Mengenang Pengabdian Mahmud Yunus: Pejuang Pendidikan Islam

Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (4-habis)

Rohanna Kudus. Sumber foto: indopolitika.com

Kerangka Pikir Roehana dan Tokoh Muslimah Sezaman Untuk mengetahui apakah Siti Roehana memiliki pemikiran yang sejalan dengan tokoh muslimah Indonesia, ada baiknya kita sandingkan pemikirannya dengan beberapa tokoh muslimah sebagai berikut: a) Siti Walidah[1] Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan (l. 1872) adalah istri dari Muhammad Darwis (K.H. Ahmad Dahlan-pen.). Nyai Ahmad Dahlan sebetulnya tidak… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (4-habis)

Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (3)

Rohanna Kudus. Sumber foto: padangpariamankab.go.id

Seiring berjalannya waktu, beberapa pembaca laki-laki yang mendukung SM pun turut menyumbangkan buah pikirnya.[1] Salah satu yang menarik adalah tulisan Djagal Abilowo berjudul “Perempoean” pada Soenting Melajoe No. 35 tanggal 13 September 1918. “Dalam zaman kemadjoean, abad nan kedoea poeloeh ini, boekan sadja bangsa kita laki2 jang soedah bergerak menoedjoe padang kemadjoean, mengadakan peroebahan ini-… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (3)

Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (2)

Halaman muka Surat Kabar Soenting Melajoe. Sumber foto: wikipedia. By Soenting Melajoe - https://www.validnews.id/Soenting-Melajoe--Langkah-Awal-Pers-Perempuan-Vhf, Public Domain, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=102047080

Membuka Kembali Soenting Melajoe (SM) Singkat cerita, setelah melewati berbagai diskusi panjang dengan ayah dan suaminya, Roehana pun memulai percakapan (surat-menyurat-pen.) dengan Pemimpin Redaksi Surat Kabar Oetosan Melajoe di Padang yang akrab dipanggil Datuk Soetan Maharadja. Roehana menyampaikan gagasan untuk menerbitkan suatu surat kabar khusus untuk perempuan. Ide itu diterima dengan baik oleh Datuk Soetan… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (2)

Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (1)

Muslimah yang berjuang di jalan jurnalisme dan pendidikan. Pahlawan Nasional yang belum banyak dikenal Kehidupan Awal Siti Roehana, atau yang lebih dikenal dengan Roehana Koedoes lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884. Nama belakangnya diambil dari nama suaminya, Abdul Koedoes, seorang anggota pergerakan perlawanan Belanda. Roehana Koedoes merupakan kakak tertua dari Sutan… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (1)

Pesantren Bergerak!: Tiga Ibroh Kaum Santri pada Tiga Zaman

Santri Pesantren Denayar tahun 1970. Sumber foto: Karel Steenbrink, KITLV Digital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/13?q_searchfield=pesantren)

Pesantren menyiapkan jalan kehidupan spiritual bagi para santri muda. Dalam menjalani proses ini, seorang santri tidak dipaksa mendekam dalam penjara imajinasi; tapi sebaliknya kepekaan sosialnya dipupuk dan intelektualitasnya terbentuk. Dari bilik-bilik pesantren, seorang santri menata pandangan terhadap dunia yang terdapat di luar tembok pesantren. Ia bukan berjarak dalam bayangan dunia itu, tapi melalui latihan untuk… Continue reading Pesantren Bergerak!: Tiga Ibroh Kaum Santri pada Tiga Zaman

Mengenang Ibu Rahmah El-Yunusiyah: Patah Tumbuh Hilang Berganti

M. Natsir dihadapan peserta peringatan 55 tahun Diniyah Putri Padang Panjang. Sumber: Buku Peringatan 55 tahun Diniyah Putri Padang Panjang. Koleksi Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamadun.

Tulisan ini adalah kesan Moh. Natsir pada Rahmah El Yunusiyah di hadapan Keluarga Besar Pesantren Diniyah Putri Padang Panjang, tanggal 8 Maret 1969. Amanah ini dimuat dalam buku Peringatan 55 tahun Diniyah Putri Padang Panjang.  Selamat membaca! Pendahuluan Dalam mengenang Almarhumah ibu Rahmah El Yunusiyah dan perjuangan beliau, teringat saya kepada waktu saya datang ke Padang… Continue reading Mengenang Ibu Rahmah El-Yunusiyah: Patah Tumbuh Hilang Berganti

Rahmah el Yunusiyyah Pejuang Pendidikan Kaum Wanita

Rahmah el Yunusiyyah bersama alumni perguruannya di Batavia, tahun 1935. sumber foto: Rahmah el Yunusiyyah dan Zainuddin Labay el Yunusy, Dua Bersaudara Tokoh Pembaharu Sistem Pendidikan di Indonesia (1991)

Sosok dan pemikiran wanita ini memberikan inspirasi bagi majunya pendidikan Islam di Indonesia, hingga dunia. Syaikh Abdurrahman Taj, Rektor Universitas al Azhar Kairo Mesir bahkan mengundangnya pada tahun 1957 dan memberikan anugerah berupa gelar Syaikhah dari Universitas al Azhar untuk pertama kalinya bagi seorang wanita. Berkat jasa dan keteladannya dalam mendirikan sekolah Islam dan memajukan… Continue reading Rahmah el Yunusiyyah Pejuang Pendidikan Kaum Wanita

Jalan Pembaruan Abdul Karim Amrullah

Padang Panjang, Sumatera Barat. Sumber foto: Koleksi Online Tropenmuseum.

“Jangan terlalu mewah, Karno! Kalau hidup pemimpin terlalu mewah, segan rakyat mendekati!” – Haji Abdul Karim Amrullah kepada Sukarno Pasca kepulangan Abdul Karim Amrullah dari Mekkah, ia menjadi pelopor kebangkitan kaum muda dan tokoh Muhammadiyah di Minangkabau. Minangkabau khususnya dan Sumatera umumnya, bagi Abdul Karim ketika itu sedang karam di dalam kebekuan beragama. Pemahaman yang saat… Continue reading Jalan Pembaruan Abdul Karim Amrullah

Kaum Merah di Ranah Minang (2) : Pemberontakan di Silungkang

Pemberontakan diawali di Silungkang. Massa bergerak saat tengah malam tahun baru 1927. Namun persiapan yang tak matang membuat pemberontakan itu dapat dipatahkan.   Sebelum Silungkang, pemanasan’ menuju pemberontakan bukan terjadi di Sumatera Barat saja. Tetapi sampai ke Aceh. Di Aceh propaganda komunisme, juga menempuh kisah yang sama. Marxisme tak banyak diminati masyarakat aceh kecuali bagi… Continue reading Kaum Merah di Ranah Minang (2) : Pemberontakan di Silungkang

Kaum Merah di Ranah Minang (1): Dari Reformis ke Islam Revolusioner

Pemberontakan komunis di Minangkabau berjalan tak bersamaan dengan di Jawa. Perselisihan antara pengikut PKI Batavia dan Tan Malaka memecah gerakan komunis di sana. Meski demikian, agama tetap menjadi titik tolak utama gerakan dan pemberontakan di Minangakabau. Perlawanan terhadap kolonialisme bagi orang minang bukan hal baru. Dari Perang Paderi yang dahsyat hingga pemberontakan Kamang, menjadi bukti… Continue reading Kaum Merah di Ranah Minang (1): Dari Reformis ke Islam Revolusioner