Mengapa PKI gagal?

Massa dalam kampanye PKI jelang pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Dari partai komunis ketiga terbesar di dunia, PKI terhempas dalam waktu singkat pasca malam 30 September 1965. Apa sebabnya? Jatuhnya korban massa dari kubu pendukung PKI tak dapat disangsikan lagi. Jumlahnya mungkin masih bisa diperdebatkan, tetapi tidak dengan kebenaran peristiwa tersebut. Hanya saja, peristiwa ini juga menimbulkan tanda tanya; mengapa PKI runtuh tanpa menimbulkan perlawanan… Continue reading Mengapa PKI gagal?

Kala Bung Hatta Menjadi Oposisi

Sambil menunggu presiden dan wakil presiden dilantik, kita dipertontonkan adegan antiklimaks. Sosok yang waktu kampanye sering “menyerang”, kini tersenyum, bersalaman, cipika cipiki, duduk, ngobrol, dan makan bareng dengan yang “diserang”. Jelas penonton ada yang kecewa. “Rekonsiliasi macam apa ini!” Tapi ada juga yang gembira. “Pertemuan yang mempersatukan bangsa”. Adegan antiklimaks ini mengembuskan isu bakal berkoalisinya… Continue reading Kala Bung Hatta Menjadi Oposisi

Firdaus AN dan Tirani Penguasa

Firdaus A.N. memberikan ceramah di Istana Bogor. Sumber foto: Firdaus AN, Pesan-Pesan Islam, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1994

“Awal pemuda yang beroposisi kepada saya di istana saya.” Itulah yang dikatakan Soekarno kepada Asa Bafaqih[1] mengenai pidato Firdaus AN di istana negara. [2] Firdaus Ahmad Naqib atau yang dikenal dengan Firdaus AN adalah pemuda kelahiran 20 Agustus 1924 di Kampung Kukuban Maninjau, Sumatera Barat. Sejak muda aktif dalam berbagai organisasi di samping meneruskan kuliahnya… Continue reading Firdaus AN dan Tirani Penguasa

Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila

Suasana sidang BPUPKI. Sumber foto: wartakota.tirbunnews.com

Bulan Juni menjadi bulan spesial bagi Indonesia. Pertama, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Pancasila. Kedua pada tanggal 22 Juni sebagian masih mengingatnya sebagai hari Piagam Jakarta. Keduanya bertalian sangat erat. Meski di benak masyarakat keduanya seakan-akan hadir bertentangan, padahal jika dicermati keduanya adalah kelanjutan dan perkembangan ketimbang pertentangan. Pertentangan ini bisa… Continue reading Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila

Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’

Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesian, pada tanggal 18 Agustus 1945, digelarlah rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam rapat itu, PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan dan menetapkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Namun, kekecewaan kemudian merebak di kelompok Islam. Sebab, mereka harus menerima kompromi demi pembentukan negara Indonesia yang mereka cita-citakan… Continue reading Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’

Natsir, Mosi Integral dan Soekarno

 “…tidak sekedjap matapun aku mempunjai lubuk pikiran dibelakang kepalaku ini melarang kepada pihak Islam untuk mengandjurkan atau mempropagandakan tjita2 Islam. Sama sekali tidak.” (Soekarno: 1954) Merangkai kembali rajutan sejarah bernama Indonesia merupakan hikmah yang mendalam. Rajutan itu terdiri dari berbagai sisi dan kisah. Indonesia bukanlah sebuah entitas tunggal. Ia terdiri dari berbagai macam latar dan… Continue reading Natsir, Mosi Integral dan Soekarno

Antara 1959 – 65: Di Bawah Naungan Rezim Nasakom

Sukarno dan Aidit. Sumber foto: perpusnas.go.id

Yogyakarta lumpuh! Pangkalan udara maguwo sudah dipenuhi tentara Belanda yang baru saja melepaskan parasutnya. Pagi-pagi sekali, 18 Desember 1948, Belanda menyerbu Ibu Kota. Pesan kilat dikirimkan kepada Syafrudin Prawiranegara yang sedang berada di Bukit Tinggi agar sedia menggantikan Soekarno bila ia ditawan. Para pemimpin negara seperti Soekarno, Hatta, Agus Salim, Sjahrir ditawan Belanda. Syafruddin Prawiranegara… Continue reading Antara 1959 – 65: Di Bawah Naungan Rezim Nasakom

Soerat Ir. Soekarno Kepada Warmusi

Bersama Buya Hamka dan Sukarno

  Alangkah baiknja djika di Flores itoe Moeballighin Islam – modern beterbangan kian kemari. Terhadap kepada kegiatan Roomsccha-Katholiek-missie itoe tidak adalah kegiatan Islam=propaganda sedikitpoen djoea! Didalam tempo jang sebentar sadja. Roomsch-Katholiek-missie bisa mengchirstenkan orang 250.000 lebih! Tapi, dari fihak Islam boleh dikatakan, ta’ada kegiatan sama-sekali.   Dalam Madjalah Mingguan ,,Pedoman Masjarakat” No. 14 Tahun ke… Continue reading Soerat Ir. Soekarno Kepada Warmusi

Kita dan Turki: Yang Dekat Selama Berabad-abad

Persitiwa percobaan kudeta yang terjadi di Turki baru-baru ini menimbulkan banyak pemberitaan media massa di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Namun di Indonesia terasa berbeda, karena di media sosial peristiwa ini ramai diperdebatkan. Turki, memang bukan sekedar negara biasa, setidaknya di sebagian benak umat Islam di Indonesia. Boleh jadi, saat ini Turki juga merepresentasikan sebuah… Continue reading Kita dan Turki: Yang Dekat Selama Berabad-abad

Dwi Tunggal dalam Kenangan

Saat memasuki bandara, terlihatlah 2 patung sosok proklmator Republik Indonesia, Soekarno & Hatta. Begitu lekat kedua nama tersebut, seakan-akan seperti tak bisa dipisahkan ketika menyebut salah satunya. Begitu lekatnya dalam benak pemuda seperti saya,yang tidak pernah hidup sezaman dengan mereka, hingga dalam benak banyak pemuda saat ini mereka seperti dua jiwa yang menyatu, yang selalu… Continue reading Dwi Tunggal dalam Kenangan