Buya Hamka Mengulas Keberadaan Manusia dan Agama

Manusia dan agama, merupakan dua hal yang selalu menjadi perbincangan sepanjang sejarah manusia itu sendiri. Keberadaannya senantiasa menarik minat kaum intelektual untuk merenungkan keberadaan manusia dan agama. Tidak terkecuali di Kepulauan Melayu Indonesia, alim ulama serta kaum intelektual sejak sebelum hingga setelah kemerdekaan tidak absen dalam membincangkan persoalan ini. Adalah Dr. Syaikh Abdulkarim Amrullah atau… Continue reading Buya Hamka Mengulas Keberadaan Manusia dan Agama

K.H. Ahmad Dahlan di Mata Buya Hamka

KH Ahmad Dahlan (tengah)

Tinjauan Ringkas atas Buku Orang-orang Besar dalam Islam:K.H. A. Dahlan Bermula dari Penelusuran Karya             Dibandingkan dengan karya monumental Tafsir Al Azhar, Tasawuf Modern, Di Bawah Lindungan Ka’bah, ataupun Sejarah umat Islam, tulisan Buya Hamka yang secara khusus membahas mengenai biografi K.H. Ahmad Dahlan sang pendiri organisasi Muhammadiyah, dapat dikatakan kurang dikenal publik tanah air.… Continue reading K.H. Ahmad Dahlan di Mata Buya Hamka

Langkah Dakwah Hamka dari Masjid Al-Azhar

Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sumber foto: Tropenmuseum.

Di bawah kepemimpinan Buya Hamka, masjid jami yang dibangun di Kebayoran, di tengah wajah Indonesia baru, Jakarta. Dalam waktu singkat telah menjadi pusat dakwah dan kebangkitan muslim pertama ibukota, pada Era modern. Masjid itu diberi nama Masjid Al Azhar, pasca penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa oleh Universitas Al Azhar Mesir kepada Haji Abdul Malik… Continue reading Langkah Dakwah Hamka dari Masjid Al-Azhar

Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir

Soekarno dalam Sidang BPUPKI. Sumber foto: wartakota.tribunnews.com

Tahun 1951, Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa dipanggil Buya Hamka, menulis dan menerbitkan sebuah buku kecil berjudul Urat Tunggang Pancasila. Buku tipis ini ditulis olehnya sebagai respon atas polemik dari sebuah pidato yang disampaikan oleh Soekarno, Presiden RI saat itu. Sebagaimana diuraikan diawal buku tersebut, Soekarno pada 7 Mei 1951 atau 30 Rajab… Continue reading Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir

Dari Buya Hamka ke Sukarno: Solichin Salam, Sejarawan dan Tokoh Literasi Indonesia

Solichin Salam. Sumber foto: Goodreads.com

Solichin Salam, salah satu wartawan, tokoh pers dan sejarawan terkemuka di masanya. Sepanjang hidupnya beliau mengabdi untuk kerja jurnalistik dan menulis biografi tokoh-tokoh nasional. Salah satu master piece karya Solichin Salam ialah biografi Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno Putera Fajar (PT Gunung Agung, 1966). Buku tersebut terbit di saat kekuasaan Soekarno mulai… Continue reading Dari Buya Hamka ke Sukarno: Solichin Salam, Sejarawan dan Tokoh Literasi Indonesia

Buya Hamka dan Wacana Emansipasi Perempuan

“Hak dan kewajiban yang sama antara laki-laki dengan perempuan bukanlah berarti bahwa pekerjaan yang hanya bahu laki-laki yang kuat memikulnya perempun disuruh pula memikulnya.” – Hamka. Topik tentang perempuan memang selalu asyik untuk dibahas. Membicarakan kedudukan perempuan tidak bisa dipisahkan dari pembicaraan kedudukan laki-laki. Kedudukan perempuan yang dibahas juga tidak sebatas pada bahasan terkait hak-haknya… Continue reading Buya Hamka dan Wacana Emansipasi Perempuan

Pandangan Hamka Tentang Sejarah

Perhatian yang besar terhadap sejarah dan kebudayaan di Nusantara diberikan oleh Hamka di sepanjang masa hidupnya. Hamka pada bukunya Dari Perbendaharaan Lama yang ia tuliskan pada tahun 1963, menyebutkan akan latar belakang yang menjadi kerisauan dan kepentingannya dalam menuliskan sejarah, yaitu sebagai bagian dari pada adab kita dalam memandang sejarah serta kebudayaan yang menjadi milik… Continue reading Pandangan Hamka Tentang Sejarah

Jalan Pembaruan Abdul Karim Amrullah

Padang Panjang, Sumatera Barat. Sumber foto: Koleksi Online Tropenmuseum.

“Jangan terlalu mewah, Karno! Kalau hidup pemimpin terlalu mewah, segan rakyat mendekati!” – Haji Abdul Karim Amrullah kepada Sukarno Pasca kepulangan Abdul Karim Amrullah dari Mekkah, ia menjadi pelopor kebangkitan kaum muda dan tokoh Muhammadiyah di Minangkabau. Minangkabau khususnya dan Sumatera umumnya, bagi Abdul Karim ketika itu sedang karam di dalam kebekuan beragama. Pemahaman yang saat… Continue reading Jalan Pembaruan Abdul Karim Amrullah

Hamka. antara Toleransi dan Prinsip Beragama

Belakangan ini wacana deradikalisasi agama yang memuat tema diantaranya toleransi agama, kembali disuguhkan kepada umat Islam di Indonesia. Meskipun hal tersebut sebenarnya bukan merupakan problem pokok dalam beragama, namun pemerintah melalui Kementrian Agama menjadikannya program utama dalam masa kepemimpinannya. Toleransi yang seringkali dikampanyekan dan diajarkan kepada umat Islam, dalam beberapa masa, menurut tokoh ulama dan… Continue reading Hamka. antara Toleransi dan Prinsip Beragama

Jalinan Tasawuf dan Dakwah dalam Timbangan Hamka

Nuova Carta delle Isole di Sunda come Borneo Sumatra e Iava Grande. Peta Jawa, Kalimantan dan Sumatera oleh Isaak Tirion (1740). Sumber foto: https://stock-images.antiqueprints.com/stock/asia-maps.html

“jika cinta telah tertumpah ke dunia, maka pudarlah jalan kepada Allah. Tetapi apabila cinta telah tertumpah kepada Allah, menjadi tempat singgah sementara sajalah dunia itu.” – Hamka Hubungan antara tasauf dan dakwah menurut Hamka telah terjalin sejak masa-masa awal masuknya Islam ke berbagai bangsa atau wilayah. Peranan tasawuf sangat besar dalam membawa masyarakat menerima Islam… Continue reading Jalinan Tasawuf dan Dakwah dalam Timbangan Hamka

Hamka: Ahlusunnah atau Syi’ah Pertama Kali di Nusantara?

Pantai Malabar dalam peta Carte des Côtes de Malabar et de Coromandel karya Guillaume de L'Isle tahun 1745. Sumber foto: https://digitalcollections.lib.washington.edu/digital/collection/maps/id/81/

Teori tentang masuknya Islam di Nusantara telah menjadi perhatian dan penelitian panjang para intelektual dan orientalis di Indonesia, untuk menggali akar sejarah dan nilai kebudayaan Islam serta pengaruhnya di Nusantara. Diantara beberapa penelitian atau teori yang pernah muncul, bahwa Islam di Nusantara pertama kali masuk dari Hindia, China dan Persia. Islam yang disebutkan datang dari… Continue reading Hamka: Ahlusunnah atau Syi’ah Pertama Kali di Nusantara?

Ilmu dan Pelajaran Agama Hamka

“Permulaan perjalanan dinamai fitrah, akhir perjalanan dinamai Islam” – Buya Hamka  Belakangan ini terdengar isu akan dihapuskannya pelajaran agama dari sekolah-sekolah. Benar atau tidaknya wacana tersebut, yang pasti akan menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan, terlebih hal tersebut terjadi disaat kesadaran masyarakat muslim dan tren semakin banyaknya orang tua yang lebih memilih memasukkan anak-anaknya… Continue reading Ilmu dan Pelajaran Agama Hamka