Agus Salim, Snouck Hurgronje dan Doa Ibunda

Agus Salim kecil. Sumber foto: 100 tahun Haji Agus Salim.

Lelaki tua, berpeci dan berkacamata dengan jenggot panjang menjuntai itu bukanlah pria sembarangan. Beliau salah satu founding fathers republik ini. Pria dengan seribu satu keunikan, kejeniusan tiada tanding dan jalan hidup penuh liku. Soekarno menggelarinya dengan sebutan The Grand Old Man of The Republic karena kehebatan dan jasa besarnya terhadap berdirinya negara Indonesia. Nama lahir… Continue reading Agus Salim, Snouck Hurgronje dan Doa Ibunda

Menyelami Pemikiran Kartini: Feminisme, Teosofi dan Snouck Hurgronje – Bag.4 (Habis)

Kartini dan keluarga. Sumber foto: koleksi digital Tropenmuseum

Kartini dan Feminisme   Jika kita lihat, salah satu optimisme Kartini terkait feminisme dan emansipasi terekam dalam kutipan berikut: “Akan datang juga kiranya keadaan baru dalam dunia Bumiputera; kalau bukan karena kami, tentu karena orang lain.. kemerdekaan perempuan telah terbayang-bayang di udara”[1] Ia berpendapat, dan pendapat tersebut ia perjuangkan melalui tulisan-tulisannya, bahwa perempuan harus cerdas.… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Feminisme, Teosofi dan Snouck Hurgronje – Bag.4 (Habis)

Menyelami Pemikiran Kartini: Titik Balik Kartini– Bag.3

Kartini bersama Raden Adipati Djojoadiningrat. Sumber foto: KITLV DIgital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/10?q_searchfield=kartini)

Titik Balik Kartini Kartini pada mulanya memang mencaci agama dan adat istiadatnya, wajahnya selamanya ia hadapkan ke arah Barat. Eropa baginya adalah jawaban segala permasalahan. Tiada arah yang lebih baik dibandingkan Barat. Namun entah dari mana hidayah itu datang, Kartini akhirnya berubah juga. Ia memandang bahwa adat dan agamanya menyimpan kebaikan. Rupanya segala kegamangan dan… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Titik Balik Kartini– Bag.3

Menyelami Pemikiran Kartini: Kekecewaan pada Islam? – Bag.2

Kartini. Sumber foto: Koleksi digital Tropenmuseum

Kartini, Adat, Budaya, dan Ekonomi: Sentuhan Modern Raden Ayu Semasa menjalani pingitan bersama kedua adiknya (Roekmini dan Kartinah-pen), berbekal sifat kritis dan kemampuan berargumennya, Kartini membawa sentuhan baru dalam konteks interaksi satu sama lain. Ia berhasil menghilangkan beberapa peraturan adat yang berlebihan seperti kewajiban untuk berjalan jongkok jika hendak melewati orang yang lebih tua; Ia… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Kekecewaan pada Islam? – Bag.2

Menyelami Pemikiran Kartini: Kartini lebih dekat (Bag.1)

Roekmini, Kartini dan Kardinah. Sumber foto KITLV Digital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/5?q_searchfield=kartini)

Menjalani kehidupan yang penuh dengan kungkungan peraturan, penolakan, serta konflik batin dan perkara filosofis lainnya menjadikan R.A. Kartini memiliki daya tarik tersendiri untuk dibahas. Selain dipuji sebagai pahlawan emansipasi wanita, tidak sedikit pula pihak yang mengkritik Kartini karena dianggap sebagai pemihak kaum etis (liberal-pen) dan cikal-bakal pembawa gerakan feminis di Indonesia. Oleh karena itu, tulisan… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Kartini lebih dekat (Bag.1)

Politik Asosiasi Pendidikan Pemerintah Hindia Belanda

Sekolah Belanda, MULO (MEER UITGEBREID LAGER ONDERWIJS) di Solo. Sumber foto:http://collectie.wereldculturen.nl

Pendidikan Islam di Nusantara telah hadir sejak masa awal proses Islamisasi walaupun dalam bentuk yang amat tradisional dan sederahana. Belum ada lembaga formal dan modern yang muncul dalam sistem pendidikan Islam masa itu di Nusantara meskipun di Timur Tengah dahulu sebagai pusat peradaban Islam telah muncul berbagai lembaga pendidikan madrasah hingga universitas dan perpustakaan yang… Continue reading Politik Asosiasi Pendidikan Pemerintah Hindia Belanda