April 1859 bertepatan dengan bulan Ramadhan 1275 H, pertempuran antara pejuang Banjar melawan penjajah Belanda sedang terjadi. Perang ini merupakan perang terlama melawan tirani kolonial Belanda. Berlangsung dari tahun 1859 – 1906. Walaupun satu persatu para pemimpin dan penggerak perlawanan gugur. Hal itu tidak menyurutkan untuk terus melawan kesewenangan kolonial. Helius Sjamsuddin dalam Pegustian dan… Continue reading Pesan Terakhir Demang Lehman di Tiang Gantungan
Politik Haji Snouck Hurgronje
“Tahun 1859, pemerintah kolonial menelurkan ordonansi haji. Selain harus mendapatkan izin untuk berangkat haji, aturan baru juga ditambahkan, diantaranya; harus melaporkan kepulangannya ke penguasa setempat dan harus mengikuti ujian haji. Jika dianggap lulus, maka jamaah boleh memakai pakaian haji dan diberikan sertifikat haji.” *** Hari Raya Idul Adha kembali menghampiri. Istimewanya hari raya ini menjadi… Continue reading Politik Haji Snouck Hurgronje
Manuskrip dan Memaknai Gempa Pidie Jaya
“Bermula jika pada bulan Rabiul Awwal gempa pada waktu Subuh alamatnya rahmat Allah akan datang kepada negeri itu. Jika pada waktu Dhuha alamatnya beroleh anugerah Allah Ta’ala akan dia isi negeri itu. Jika pada waktu Zuhur alamatnya orang jauh akan datang bahagialah kita berbuat ibadah akan Allah Ta’ala.” (Museum Aceh. Inv. 07.1676) Itulah sepenggal catatan… Continue reading Manuskrip dan Memaknai Gempa Pidie Jaya
Bila Fatwa Ulama Diabaikan Penguasa
Sekarang-sekarang ini, kita sedang menunggu hasil gelar perkara Ahok terkait kasus penistaan agama. Memang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan Ahok menista Al-Qur’an dan Ulama, tapi itu rupanya tidak menjamin aparat penegak hukum memutuskan Ahok melanggar pasal penistaan agama. Aparat tampaknya sangat berhati-hati dalam kasus Ahok ini, untuk tidak mengatakan lamban dan ragu dengan sikap… Continue reading Bila Fatwa Ulama Diabaikan Penguasa
Djihad dan Qitaal – Masjoemi Priangan (1946)
JIHAD saat ini seperti salah satu kata yang mendapat kesan negatif. Padahal kata ini dahulu adalah salah satu jembatan menuju kemerdekaan Indonesia. Buku terbitan Masyumi daerah Priangan (Jawa Barat) ini adalah salah satu dokumen yang bisa memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana para pejuang kemerdekaan memaknai Jihad dan Qitaal. Diterbitkan pada bulan Januari tahun 1946, buku… Continue reading Djihad dan Qitaal – Masjoemi Priangan (1946)
Majalah Jejak Islam No. 2: Kiprah Muslimah di Panggung Sejarah
Alhamdulillah, telah terbit Majalah Jejak Islam edisi No. 2. Tema Majalah edisi kali ini adalah KIPRAH MUSLIMAH DI PANGGUNG SEJARAH. Simak tulisan Tiar Anwar Bachtiar, doktor sejarah yang mengangkat tentang Kartini dan Feminisme; telusuri perjalanan Jilbab di Indonesia; reguk kisah cinta H. Agus Salim dan istrinya; dan simak tulisan-tulisan lainnya. Silakan… Continue reading Majalah Jejak Islam No. 2: Kiprah Muslimah di Panggung Sejarah
IMF, Kehancuran Rupiah, dan Kejatuhan Suharto
“Kami menciptakan kondisi yang memaksa Presiden Suharto meninggalkan pekerjaannya.” – Michael Camdessus, Direktur IMF. Fotonya begitu ikonik. Direktur International Monetary Fund (IMF), Michael Camdessus, berdiri, bersedekap, dengan seksama, melihat Presiden Suharto, membungkuk, menandatangani Letter of Intent dengan IMF. Foto itu begitu simbolik, mengesankan takluknya suatu negara di bawah kehendak lembaga asing. IMF bukan nama baru… Continue reading IMF, Kehancuran Rupiah, dan Kejatuhan Suharto
Menyemarakkan Penelitian Sejarah Islam di Indoneisa: Silaturahmi Sultanate Institute, JIB dan Sirah Community Indonesia
Sabtu, 27 Desember 2025 menjadi agenda penutup tahun yang sangat menarik, khususnya bagi kami para pegiat sejarah Islam di Indonesia. Pasalnya, di hari ketika kebanyakan orang menikmati musim liburan akhir tahun, tiga lembaga pegiat sejarah Islam mengadakan silaturahim serta diskusi strategis mengenai penelitian sejarah Islam di Indonesia. Bermula dari inisiasi Sultanate Institute yang diwakili… Continue reading Menyemarakkan Penelitian Sejarah Islam di Indoneisa: Silaturahmi Sultanate Institute, JIB dan Sirah Community Indonesia
Kritik Pedas ‘’Kiai’’ PKI untuk Masyumi
Setidaknya ada dua penilaian umum mengenai gambaran Partai Komunis Indonesia (PKI) di mayoritas benak masyarakat Indonesia hari ini. Jika kita coba tanyakan pada orang tua kita yang dibesarkan pada era Orde Baru, biasanya mereka mengatakan orang-orang PKI adalah sekelompok orang jahat yang tidak percaya Tuhan, tukang rusuh, dan hobi membantai orang. Apapun kata sifat yang… Continue reading Kritik Pedas ‘’Kiai’’ PKI untuk Masyumi
Kritik Atas Korupsi Pembangunan dan Solusinya Menurut Sjafruddin Prawiranegara
“Kalau saya sering mengkritik pemerintah, bukan artinya saya tidak mengenal takut. Saya takut kepada Presiden Soeharto, saya takut kepada Pangkopkamtib Laksamana Soedomo. Tapi saya lebih takut lagi kepada Allah SWT. Kita ditugaskan oleh Allah untuk memberi ingat kepada kebenaran.” Jika berbicara tentang pembangunan ekonomi di Indonesia, maka Sjafruddin Prawiranegara merupakan salah satu sosok yang otoritatif… Continue reading Kritik Atas Korupsi Pembangunan dan Solusinya Menurut Sjafruddin Prawiranegara
Buya Hamka Mengulas Keberadaan Manusia dan Agama
Manusia dan agama, merupakan dua hal yang selalu menjadi perbincangan sepanjang sejarah manusia itu sendiri. Keberadaannya senantiasa menarik minat kaum intelektual untuk merenungkan keberadaan manusia dan agama. Tidak terkecuali di Kepulauan Melayu Indonesia, alim ulama serta kaum intelektual sejak sebelum hingga setelah kemerdekaan tidak absen dalam membincangkan persoalan ini. Adalah Dr. Syaikh Abdulkarim Amrullah atau… Continue reading Buya Hamka Mengulas Keberadaan Manusia dan Agama
Suka dan Duka Natsir Membentuk Zaken Kabinet
Beberapa hari terakhir, media nasional ramai mengabarkan calon-calon menteri yang akan mengisi pos kabinet baru. Berbeda dari era sebelumnya, kali ini aktivitas calon menteri selalu menjadi sorotan karena sebelum bertugas mereka mengikuti agenda pembekalan terlebih dahulu di Hambalang, Kabupaten Bogor. Sebelumnya, telah ramai juga diwacanakan bahwa Presiden RI Terpilih, Prabowo Subianto, akan membentuk zaken kabinet.… Continue reading Suka dan Duka Natsir Membentuk Zaken Kabinet
Mengapa PKI gagal?
Dari partai komunis ketiga terbesar di dunia, PKI terhempas dalam waktu singkat pasca malam 30 September 1965. Apa sebabnya? Jatuhnya korban massa dari kubu pendukung PKI tak dapat disangsikan lagi. Jumlahnya mungkin masih bisa diperdebatkan, tetapi tidak dengan kebenaran peristiwa tersebut. Hanya saja, peristiwa ini juga menimbulkan tanda tanya; mengapa PKI runtuh tanpa menimbulkan perlawanan… Continue reading Mengapa PKI gagal?
Kisah, Kasih, dan Selisih: Potret Hubungan Tokoh PERSIS & NU
Persatuan Islam (PERSIS) dan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan dua organisasi masyarakat Islam di Indonesia. NU dikenal sebagai ormas Islam paling besar pengikutnya di Indonesia – beberapa sumber menyebut terbesar di dunia. Sementara, PERSIS merupakan ormas yang jumlah pengikutnya jauh lebih sedikit, tetapi pengaruhnya cukup menggema khususnya dalam menyuarakan ide pemurnian Islam. Apabila ditinjau secara kronologis,… Continue reading Kisah, Kasih, dan Selisih: Potret Hubungan Tokoh PERSIS & NU
Ajip Rosidi dan Minat Baca Masyarakat: Literasi Indonesia Pasca Kemerdekaan (II)
Riwayat Singkat Ajip Rosidi dilahirkan pada 31 Januari 1938 di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Anak sulung dari pasangan Dayim Sutawiria (1917-1990) dan Hj. Sitti Konaah (1921-2000). Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Rakyat di Jatiwangi selama 6 tahun (1950), Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953), Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat). Selanjutnya belajar… Continue reading Ajip Rosidi dan Minat Baca Masyarakat: Literasi Indonesia Pasca Kemerdekaan (II)
Ajip Rosidi dan Minat Baca Masyarakat: Literasi Indonesia Pasca Kemerdekaan (I)
Pengantar Tepat 79 Tahun lalu, bangsa kita memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka dari kungkungan penjajahan yang telah begitu lama mengurung serta membelenggu jiwa dan raga. Kemerdekaan tersebut tentu tidak lahir dalam ruang hampa dan oleh orang-orang yang juga hampa jiwanya. Kemerdekaan itu diperjuangkan dan diraih oleh mereka yang dalam kesehariannya sangat peduli akan arti… Continue reading Ajip Rosidi dan Minat Baca Masyarakat: Literasi Indonesia Pasca Kemerdekaan (I)
Ismail Banda: Antara Medan, Mesir dan Makkah
“Sajang sekali sebelum ia sampai ke tempat jang ditudjunja, ia telah dipanggil pulang oleh Tuhannja. Atas kematian sdr. Ismail Banda ini, Masjumi, Djamiah Washlijah, dan ummat Islam Indonesia merasa kehilangan tenaga besar jang sukar rasanja diganti pula.” (Suara Partai Masjumi No.1, Djanuari 1952) Kabar duka tersiar pada hari Ahad, 20 Mei 2024. Pers internasional mewartakan… Continue reading Ismail Banda: Antara Medan, Mesir dan Makkah
142 Tahun Peradilan Agama di Indonesia
Secara sosiologis Peradilan Agama telah ada semenjak zaman kesultanan-kesultanan Islam pra-kolonial di Nusantara. Peradilan Agama telah tumbuh dan berkembang atas kehendak sejarah bangsa Indonesia lebih dahulu daripada berdirinya negara Republik Indonesia. Peradilan Agama telah hadir sebelum penjajah Belanda menginjakkan kaki di bumi Indonesia. Sejarah mencatat kebijakan pemerintah Hindia Belanda di bidang peradilan, sebagaimana dikemukakan Karel… Continue reading 142 Tahun Peradilan Agama di Indonesia