Persatuan Islam (PERSIS) dan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan dua organisasi masyarakat Islam di Indonesia. NU dikenal sebagai ormas Islam paling besar pengikutnya di Indonesia – beberapa sumber menyebut terbesar di dunia. Sementara, PERSIS merupakan ormas yang jumlah pengikutnya jauh lebih sedikit, tetapi pengaruhnya cukup menggema khususnya dalam menyuarakan ide pemurnian Islam. Apabila ditinjau secara kronologis,… Continue reading Kisah, Kasih, dan Selisih: Potret Hubungan Tokoh PERSIS & NU
Tag: NU
Solidaritas Indonesia-Palestina: Aksi Ormas Islam di Tanah Air (2)
Di Hindia Belanda, perhatian terhadap nasib Al-Aqsa dan Palestina terus diangkat. Konflik besar yang terjadi pada tahun 1936 merupakan perlawanan lebih besar dari masyarakat Palestina yang didorong sikap Inggris membagi wilayah Palestina menjadi tiga wilayah; Kawasan untuk masyarakat Palestina (Baitul Maqdis), untuk Yahudi dan Jordania. Hal ini turut memicu reaksi umat Islam di Hindia Belanda.… Continue reading Solidaritas Indonesia-Palestina: Aksi Ormas Islam di Tanah Air (2)
Nadhlatul Ulama Melawan Penistaan Agama Islam
“Penghinaan2 atas diri kita oemat Islam selamanja akan terdjadi, selama kita tidak memperlihatkan ketjakapan kita berdiri atas kaki sendiri; mengadakan partij2 politike sendiri, selaras dengan I’tiqad dan faham kita, menggalang pergerakan per ekonomian sendiri dan lain2nja.” – Redaksi Berita Nadhlatoel Oelama Kasus-kasus penistaan agama Islam kembali mencuat. Seolah-olah reaksi umat yang menentang tak digubris. Kasus… Continue reading Nadhlatul Ulama Melawan Penistaan Agama Islam
Warisan Gus Sholah
Sepenggal senja sekitar tahun 2011 atau 2012 – ketika saya masih menimba ilmu di Bandung- di antara Amphiteater dan Galeri Labtek IX B Gedung Arsitektur ITB, , ada pemandangan tak biasa. Seorang tokoh nasional, pengasuh Pondok Tebu Ireng, KH Ir. Shalahuddin Wahid atau yang dikenal sebagai Gus Sholah tampak sedang menikmati suasana bersama beberapa orang… Continue reading Warisan Gus Sholah
“INDONESIA MERDEKA” Dipandang dari Soedoet Ke Islaman
Artikel ini adalah sebuah tulisan dari K.H. Hasyim Asy’ari, menanggapi janji kemerdekaan dari Pemerintah Jepang pada tahun 1944. Terbit di surat kabar Soeara Asia pada 6 Oktober 2604 atau 1944. “INDONESIA MERDEKA” Dipandang dari Soedoet Ke Islaman Oleh: K.H. Hasjim Asj’ari Djoem’at Legi, 6 Oktober 2604 Melihat tiada hentinja Perajaan jang diadakan oleh sekalian pendoedoek Djawa,… Continue reading “INDONESIA MERDEKA” Dipandang dari Soedoet Ke Islaman
KH Hasyim Asy’ari: Ideologi Politik Islam
Tulisan di bawah ini merupakan pidato pendiri Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam resepsi Muktamar Masyumi pertama di Solo pada 13 Februari 1946 yang saat itu menjadi Ketua Majelis Syuro Masyumi. Transkrip pidato tersebut kemudian dimuat dengan judul “Ideologi Politik Islam” di pembukaan buku “Kumpulan Anggaran Dasar” yang diterbitkan oleh Usaha Penerbitan “Ansor” yang… Continue reading KH Hasyim Asy’ari: Ideologi Politik Islam
Dinamika Partai Islam di masa Demokrasi Liberal
Islam dan Politik memang dua hal yang tidak dapat dipisahkan bahkan sejak kehadiran Islam itu sendiri di Nusantara di mana pada proses perkembangannya mulai muncul penguasa-penguasa dan institusi politik Islam. Dampaknya menurut Azyumardi Azra dalam bukunya Renaisans Islam Asia Tenggara, teciptanya suatu bahasa politik Islam tersendiri di wilayah Nusantara yang sumbernya berasal dari bahasa Arab… Continue reading Dinamika Partai Islam di masa Demokrasi Liberal
Lika-Liku Politik NU
“Pak Mahfud orang yang belum pernah menjadi kader NU,” ujar Said Agil Siradj, Ketua PBNU. Pernyataan tadi menjadi lonceng pupusnya peluang Mahfud M.D. menjadi Calon Wakil Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2019. Jokowi akhirnya lebih memilih K.H. Ma’ruf Amin sebagai calon wakilnya. Apa daya, kemeja putih yang sudah disiapkan Mahfud untuk deklarasi tak jadi dipakai… Continue reading Lika-Liku Politik NU
Lahirnya Partai Masyumi: Politik Di Hamparan Persatuan
Kita sekarang bukan hidup pada 25 tahun lalu (sudah), kita sudah bosan, kita sudah payah bermusuh-musuhan. Sedih kita rasakan kalau perbuatan itu timbul daripada ulama, padahal ulama itu semestinya lebih halus budinya, berhati-hati lakunya. Karena ulama itu sudah ditentukan menurut firman Allah: ‘Ulama itu lebih takut pada Allah.’ Karena ulama tentunya lebih paham dan lebih… Continue reading Lahirnya Partai Masyumi: Politik Di Hamparan Persatuan
Islam dan Kerukunan Umat Beragama
Satu waktu, wartawan majalah Panji Masyarakat mewawancarai mantan Menteri Agama, KH. Saifuddin Zuhri, ihwal kerukunan antar umat beragama. Dalam wawancara itu, Tokoh NU ini menerangkan, kerukunan bisa terwujud apabila adanya toleransi. Toleransi, menurutnya, menenggang orang lain tanpa mengorbankan prinsip. “Saya orang Islam, ber-Tuhan kepada Allah SWT, dan Muhammad adalah Utusan Tuhan. Bila saya korbankan prinsip… Continue reading Islam dan Kerukunan Umat Beragama
MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 1)
Sayang sekali saudara-saudara! Alih-alih serukan persatuan, energi sebagian dari kita justru terperas oleh perseteruan antar kalangan. Terjebak konflik wahabiyah dan asy’ariyyah, terbiasa debat kusir soal demokrasi dan khilafah, tak lelah-lelah bantah-membantah masalah furu’iyyah, tak satu suara fatwakan perkara aqidah, berebut pengaruh tuk eksistensi kelompoknya semata, lantang merendahkan dan lirih meninggikan jalan juang saudaranya, dan semua… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 1)
MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 2)
Menggalang Persatuan Setelah kongres Al-Islam berhenti pada 1928-1930 –seolah-olah selama tiga tahun itu, ikatan tali persatuan umat renggang-, Partai Sarekat Islam berganti nama jadi Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) pada tahun 1930, berusaha mengencangkan tali itu dengan mengadakan dua kali Konferensi Komite Al-Islam pada tahun 1931 dan 1932. Namun PSII memerlukan momen khusus untuk membangkitkan… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 2)