Persatuan Islam (PERSIS) dan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan dua organisasi masyarakat Islam di Indonesia. NU dikenal sebagai ormas Islam paling besar pengikutnya di Indonesia – beberapa sumber menyebut terbesar di dunia. Sementara, PERSIS merupakan ormas yang jumlah pengikutnya jauh lebih sedikit, tetapi pengaruhnya cukup menggema khususnya dalam menyuarakan ide pemurnian Islam. Apabila ditinjau secara kronologis,… Continue reading Kisah, Kasih, dan Selisih: Potret Hubungan Tokoh PERSIS & NU
Tag: Ulama
Sepintas Hikayat Riwaq Jawi: Hunian Muslim Melayu di Kairo (Bagian 2)
Hubungan antara ulama Kepulauan Melayu-Indonesia dengan para ulama Timur Tengah sebenarnya, atau setidaknya yang terlacak sudah dimulai semenjak abad ke-17. Hal ini ditunjukkan dengan jaringan keilmuan berdasarkan catatan riwayat dan sanad keilmuan para ulama Melayu di masa itu yang tersambung langsung kepada para ulama terkenal di Timur Tengah. Salah satunya hubungan guru dan murid antara… Continue reading Sepintas Hikayat Riwaq Jawi: Hunian Muslim Melayu di Kairo (Bagian 2)
Sepintas Hikayat Riwaq Jawi: Hunian Muslim Melayu di Kairo (Bagian 1)
Pojok kanan depan di area Zhullah Fāthimiyyah Masjid al-Azhar, sekitar empat tiang di sana, di sekitar tempat mihrab Grand Syekh al-Azhar Ibrahim al-Bajuri berada, terdapat sebuah kenangan dan hikayat yang istimewa bagi para pelajar Indonesia khususnya. Di antara belasan riwāq[i] untuk mujāwirīn[ii] yang berasal dari luar Mesir, di sana terdapat pula tempat yang dulu dikhususkan… Continue reading Sepintas Hikayat Riwaq Jawi: Hunian Muslim Melayu di Kairo (Bagian 1)
Kisah Unik Dibalik Amputasi Kaki A. Hassan
A. Hassan seorang ulama yang ahli dalam menulis dan berdebat. Banyak karyanya digemari para pembaca bahkan ia termasuk 10 orang pengarang Islam terkemuka tahun 1957 versi Himpunan Pengarang Islam. Selain piawai dalam menulis, ia juga ahli dalam berdebat. Dari orang atheis, ahmadiyah bahkan tokoh Islam yang lain pun pernah berdebat dengannya. Pernah suatu sebagaimana diceritakan… Continue reading Kisah Unik Dibalik Amputasi Kaki A. Hassan
Pesantren Bergerak!: Tiga Ibroh Kaum Santri pada Tiga Zaman
Pesantren menyiapkan jalan kehidupan spiritual bagi para santri muda. Dalam menjalani proses ini, seorang santri tidak dipaksa mendekam dalam penjara imajinasi; tapi sebaliknya kepekaan sosialnya dipupuk dan intelektualitasnya terbentuk. Dari bilik-bilik pesantren, seorang santri menata pandangan terhadap dunia yang terdapat di luar tembok pesantren. Ia bukan berjarak dalam bayangan dunia itu, tapi melalui latihan untuk… Continue reading Pesantren Bergerak!: Tiga Ibroh Kaum Santri pada Tiga Zaman
Masuknya Islam ke Indonesia (4): Pasai sebagai Mercusuar Islamisasi
Di masa lalu Kesultanan Pasai menjadi pusat keilmuan Islam. Dari Pasai, tulisan Jawi menyebar ke berbagai penjuru negeri bersama karya-karya para ulama. Menurut Uka Tjandrasasmita, kemajuan dan kesinambungan penggunaan tulisan Jawi nampak jelas di abad ke-17.[1] Tetapi sebenarnya, perkembangan tulisan Jawi telah dimulai sejak hadirnya Kesultanan Samudra Pasai di Sumatera. Hermansyah dalam Kesultanan Pasai Pencetus… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (4): Pasai sebagai Mercusuar Islamisasi
Masuknya Islam ke Indonesia (3): Jejak Islam di Bahasa dan Tulisan Jawi
Dakwah Islam menyebar dan mengakar melalui perubahan bahasa dan tulisan. Tulisan berhuruf Arab dipakai dari Sumatera hingga Maluku, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Kriteria penilaian yang keliru akhirnya juga membuat para orientalis luput menilai esensi penting dari masuk dan berkembangnya Agama Islam di Kepulauan Melayu. Islam berkembang dengan pesat di Kepulauan Melayu bukan saja mengubah struktur… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (3): Jejak Islam di Bahasa dan Tulisan Jawi
Islam dan Pudarnya Pengaruh Peradaban Hindu-Budha (Selintas Gagasan K.H. Saifuddin Zuhri)
Golongan besar Islam berpandangan bahwa perkembangan Islam terjadi di masa-masa transisi kemerosotan pengaruh peradaban India di Kepulauan Melayu-Indonesia. Pandangan ini sekaligus menggarisbawahi bahwa Islam berkembang dalam keadaan yang relatif damai. Para pembawa Islam pada periode transisi ini tidak serta merta melakukan kudeta kebudaayan atau politik, sehingga mengakibatkan kehancuran peradaban Hindu-Budha yang “telah bertahan” selama kurang… Continue reading Islam dan Pudarnya Pengaruh Peradaban Hindu-Budha (Selintas Gagasan K.H. Saifuddin Zuhri)
Buya Hamka dan Wacana Emansipasi Perempuan
“Hak dan kewajiban yang sama antara laki-laki dengan perempuan bukanlah berarti bahwa pekerjaan yang hanya bahu laki-laki yang kuat memikulnya perempun disuruh pula memikulnya.” – Hamka. Topik tentang perempuan memang selalu asyik untuk dibahas. Membicarakan kedudukan perempuan tidak bisa dipisahkan dari pembicaraan kedudukan laki-laki. Kedudukan perempuan yang dibahas juga tidak sebatas pada bahasan terkait hak-haknya… Continue reading Buya Hamka dan Wacana Emansipasi Perempuan
Mengenang Ibu Rahmah El-Yunusiyah: Patah Tumbuh Hilang Berganti
Tulisan ini adalah kesan Moh. Natsir pada Rahmah El Yunusiyah di hadapan Keluarga Besar Pesantren Diniyah Putri Padang Panjang, tanggal 8 Maret 1969. Amanah ini dimuat dalam buku Peringatan 55 tahun Diniyah Putri Padang Panjang. Selamat membaca! Pendahuluan Dalam mengenang Almarhumah ibu Rahmah El Yunusiyah dan perjuangan beliau, teringat saya kepada waktu saya datang ke Padang… Continue reading Mengenang Ibu Rahmah El-Yunusiyah: Patah Tumbuh Hilang Berganti
Warisan Gus Sholah
Sepenggal senja sekitar tahun 2011 atau 2012 – ketika saya masih menimba ilmu di Bandung- di antara Amphiteater dan Galeri Labtek IX B Gedung Arsitektur ITB, , ada pemandangan tak biasa. Seorang tokoh nasional, pengasuh Pondok Tebu Ireng, KH Ir. Shalahuddin Wahid atau yang dikenal sebagai Gus Sholah tampak sedang menikmati suasana bersama beberapa orang… Continue reading Warisan Gus Sholah
Rahmah el Yunusiyyah Pejuang Pendidikan Kaum Wanita
Sosok dan pemikiran wanita ini memberikan inspirasi bagi majunya pendidikan Islam di Indonesia, hingga dunia. Syaikh Abdurrahman Taj, Rektor Universitas al Azhar Kairo Mesir bahkan mengundangnya pada tahun 1957 dan memberikan anugerah berupa gelar Syaikhah dari Universitas al Azhar untuk pertama kalinya bagi seorang wanita. Berkat jasa dan keteladannya dalam mendirikan sekolah Islam dan memajukan… Continue reading Rahmah el Yunusiyyah Pejuang Pendidikan Kaum Wanita