Solidaritas Indonesia-Palestina: Aksi Ormas Islam di Tanah Air (2)

Artikel Berita N.O. 1 September 1938 tentang Palestina. Sumber: dokumentasi penulis

Di Hindia Belanda, perhatian terhadap nasib Al-Aqsa dan Palestina terus diangkat. Konflik besar yang terjadi pada tahun 1936 merupakan perlawanan lebih besar dari masyarakat Palestina yang didorong sikap Inggris membagi wilayah Palestina menjadi tiga wilayah; Kawasan untuk masyarakat Palestina (Baitul Maqdis), untuk Yahudi dan Jordania. Hal ini turut memicu reaksi umat Islam di Hindia Belanda.… Continue reading Solidaritas Indonesia-Palestina: Aksi Ormas Islam di Tanah Air (2)

Mohammad Natsir, Agama, dan Negara (bagian 1)

Natsir dalam kampanye Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Pergulatan wacana mengenai agama dan negara sudah terjadi sejak zaman kolonialisme Belanda. Setidaknya ada dua kubu yakni mereka yang menolak keterlibatan dan keterhubungan antara agama dengan negara, juga mereka yang melihat agama dan negara memilki hubungan yang tak dapat dipisahkan. Menurut Ahmad Syafii Maarif, gagasan mengenai negara/pemerintahan Islam telah mencuat sejak tahun 1920-an dari para… Continue reading Mohammad Natsir, Agama, dan Negara (bagian 1)

Mengenang Ibu Rahmah El-Yunusiyah: Patah Tumbuh Hilang Berganti

M. Natsir dihadapan peserta peringatan 55 tahun Diniyah Putri Padang Panjang. Sumber: Buku Peringatan 55 tahun Diniyah Putri Padang Panjang. Koleksi Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamadun.

Tulisan ini adalah kesan Moh. Natsir pada Rahmah El Yunusiyah di hadapan Keluarga Besar Pesantren Diniyah Putri Padang Panjang, tanggal 8 Maret 1969. Amanah ini dimuat dalam buku Peringatan 55 tahun Diniyah Putri Padang Panjang.  Selamat membaca! Pendahuluan Dalam mengenang Almarhumah ibu Rahmah El Yunusiyah dan perjuangan beliau, teringat saya kepada waktu saya datang ke Padang… Continue reading Mengenang Ibu Rahmah El-Yunusiyah: Patah Tumbuh Hilang Berganti

Natsir dan Imaji Tentang Negara

Moh Natsir. Sumber foto: Howard Sochurek. Time Life Photo Collections

Du choc des opinions jaillit la verite. Karena perbenturan pendapat, terbersitlah kebenaran. Peribahasa Perancis tersebut menjadi semangat Muhammad Natsir ketika menyampaikan perlunya Islam sebagai dasar negara dalam sidang Konstituante 1957. Natsir mewakili Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dengan penuh percaya diri menyatakan kehendaknya supaya negara Republik Indonesia ini berdasarkan Islam. Dalam pidatonya, Natsir mengutarakan sanggahannya… Continue reading Natsir dan Imaji Tentang Negara

Konsep Pendidikan Islam M. Natsir

Sekolah Guru Putri. Foto diperkirakan dari tahun 1950-an. Sumber Foto: Muh. Natsir dan Nasroen A.S, Hidup Bahagia. Penerbitan Vorkink-Van Hoeve: Bandung

Muqaddimah Ketika antara Mohammad Natsir dan cita-citanya (gelar Meester in de Rechten) semakin dekat, keinginan dan orientasi Natsir justru berubah, ia ingin segera berkhidmat kepada Islam secara langsung dan memberikan manfaat kepada masyarakat agar dapat mengangkat derajat masyarakat yang ditindas penjajah. Walaupun demikian sebagai anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya tak lupa Natsir berkirim surat… Continue reading Konsep Pendidikan Islam M. Natsir

Pemikiran M.Natsir tentang Prinsip-Prinsip Kenegaraan Islam untuk Indonesia

M. Natsir. (Sumber foto: KITLV Digital Image Library http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced?q_searchfield=natsir)

Abstrak Natsir dikenal sebagai tokoh gerakan Islam, baik politik maupun dakwah, yang sangat membela ideologi Islam. Ada yang menyangka pemikirannya dalam masalah kenegaraan sama seperti gerakan NII Kartosuwiryo yang anti-RI atau pemikiran yang ingin merevitalisasi khilafah secara revolusioner yang juga anti-RI. Untuk itu, tulisan ini ingin mengungkap bagaimana sebetulnya gagasan politik Islam Natsir, khususnya dalam… Continue reading Pemikiran M.Natsir tentang Prinsip-Prinsip Kenegaraan Islam untuk Indonesia

Kita dan Turki: Yang Dekat Selama Berabad-abad

Persitiwa percobaan kudeta yang terjadi di Turki baru-baru ini menimbulkan banyak pemberitaan media massa di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Namun di Indonesia terasa berbeda, karena di media sosial peristiwa ini ramai diperdebatkan. Turki, memang bukan sekedar negara biasa, setidaknya di sebagian benak umat Islam di Indonesia. Boleh jadi, saat ini Turki juga merepresentasikan sebuah… Continue reading Kita dan Turki: Yang Dekat Selama Berabad-abad

Gerak Dakwah Persis

Jumlah awal anggota Persis pada masa pendirian itu tidak kurang dari 20 orang. Aktivitas Persis masa awal pun hanya berkisar pada jama’ah shalat Jum’at. Adapun syarat untuk menjadi anggota Persis pada masa itu hanyalah minat tinggi terhadap persoalan agama dan muslim yang mewakili baik sudut pandang modernis maupun tradisionalis pada awalnya sama-sama terdaftar sebagai anggota.… Continue reading Gerak Dakwah Persis

M.Natsir Membedah Buku ‘Pendidikan Moral Pancasila (PMP)’

Dulu, kontroversi pecah pasca terbitnya buku Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Sebagian kalangan mengkritik buku itu. Sayangnya, kritik itu berbalas tuduhan yang berlebihan dari pemerintah. Tak setuju dengan buku PMP sama dengan menolak Pancasila. Sebenarnya, apa yang salah dari buku itu? Dan yang benar itu seperti apa? Tokoh Islam, M.Natsir, lewat tulisannya yang berjudul “TOLONG DENGARKAN… Continue reading M.Natsir Membedah Buku ‘Pendidikan Moral Pancasila (PMP)’

M. Natsir : Ikhtilaf Bukan Sumber Perpecahan

Ikthilaf (perbedaan pendapat) sebenarnya merupakan akibat logis dari terbukanya pintu ijtihad. Jadi bukan sebagai sumber tafarruq (perpecahan). Sumber tafarruq dan permusuhan adalah ananiyah (egois) dan nafsu syaithaniyah. Berikut ini pokok-pokok kajian Dr. Mohammad Natsir tentang hal itu, yang diangkat dan disarikan dari bukunya, Fiqhud-Da’wah. Timbulnya ikhtilaf di kalangan kaum muslimin dalam berbagai masalah furu’iyah, adalah… Continue reading M. Natsir : Ikhtilaf Bukan Sumber Perpecahan

M. Natsir tentang Pembakaran Gereja

“Islam punya kode yang positif tentang toleransi sesama umat beragama yang tidak perlu dikuatirkan oleh orang-orang beragama lain. Tetapi kalau umat Kristen yang unggul dalam arti materiil dan intelektuil mengkristenkan orang-orang Islam, ini melahirkan ekses yang serius.” Allahyarham Mohammad Natsir baru sehari tiba di Tanah Air dalam lawatannya ke Timur Tengah selama dua bulan. Setiba… Continue reading M. Natsir tentang Pembakaran Gereja

Wajah Melayu, Lidah Arab: Tokoh Bangsa dan Bahasa Arab

Bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan dalam al-Qur’an dan al-Sunnah sebagai sumber utama rujukan umat Islam. Bahkan, ulama’-ulama’ besar dalam khazanah dunia Islam menuliskan karya-karyanya dengan bahasa arab. Makanya, tak heran para tokoh bangsa dari golongan Islam banyak menyerukan untuk mempelajarinya. Dahulu, Mohammad Natsir sewaktu masih bersekolah di HIS (Hollandsch Inlandsche School) Solok, beliau sudah… Continue reading Wajah Melayu, Lidah Arab: Tokoh Bangsa dan Bahasa Arab