Berbicara mengenai Hari Pahlawan, tiada terlepas dari peran besar umat Islam. Mengurai kisah perjuangan di nusantara oleh para pejuang Islam memang bukan suatu hal yang baru. Motivasi agama menjadi daya juang yang utama, sekalipun sebagian sejarawan seringkali memasungnya menjadi perjuangan bermotif duniawi. Rajutan kisah perjuangan itu terjalin satu demi satu oleh berbagai pengaruh. Salah satu… Continue reading Sastra dan Jihad di Nusantara
Category: Artikel
Masyumi Melawan Korupsi
Situasi saat ini begitu nestapa. Satu per satu tokoh-tokoh dari partai yang dikenal partai berbasis Islam terperosok kubangan lumpur korupsi. Umat merasa tak berdaya, kehilangan asa. Bagaimana mungkin para tokoh yang sebagian dari mereka dikenal saleh bisa terbuai bujuk rayu korupsi? Kesedihan umat Islam, berlawanan dengan tokoh sekuler. Mereka bernyanyi bersama mencemooh para tokoh, serta-tentu… Continue reading Masyumi Melawan Korupsi
Antara Miss World, Budaya, dan Buya Hamka
“Yang Pindah agama itu telah banyak, tetapi lebih banyak lagi yang lepas lolos dari ikatan Islam, tersapu habis pandangan dan cinta Islam dari dalam hatinya.”-Buya Hamka. Penyelenggaraan Miss World tahun 2013, yang sebentar lagi akan berlangsung nampaknya akan terus melaju. Meskipun penyelenggaraan itu menuai kecaman dari umat Islam di Indonesia. Pendapat kontra sudah kita… Continue reading Antara Miss World, Budaya, dan Buya Hamka
Selintas Pandangan Hidup Natsir
Salah satu generasi emas tokoh-tokoh Islam adalah generasi para tokoh-tokoh Masyumi. Mereka adalah tokoh dengan kecerdasan memukau, kesalehan yang menghujam ke sanubari, serta kesederhanaan yang kaya akan teladan. Buya Hamka, menyebut generasi ini puluhan orang yang mampu menggerakkan jutaan umat Islam. Mereka adalah tokoh yang turut terjun ke gelanggan republik ini, tak hanya menjadi bagian… Continue reading Selintas Pandangan Hidup Natsir
K.H. Ahmad Rifa’i Kalisalak: Mujaddid dari Tanah Jawa
Abad ke-19 adalah masa yang amat penting dalam perjalanan sejarah Jawa. Pada masa ini, kekuasaan kolonial Eropa – yang sejak kurang lebih dua abad sebelumnya telah hadir di Pulau Jawa – berhasil menancapkan otoritasnya di Jawa. Setelah mengambil alih kekuasaan dari tangan VOC yang bangkrut, pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan sistem administrasinyakepada masyarakat pribumi yang sebelumnya… Continue reading K.H. Ahmad Rifa’i Kalisalak: Mujaddid dari Tanah Jawa
Cinta Tanah Air?
Sempat tersiar berita tentang beberapa sekolah Islam yang menolak upacara bendera [1] dan radio Islam yang menolak menyiarkan lagu kebangsaan[2]. Komentar-komentar bermunculan. Dari perbuatan makar, hingga pengkhianat. Kejadian seperti ini mudah membakar emosi orang-orang yang tak sependapat dengan sekolah atau radio tersebut. Apalagi belakangan memang santer masalah NII, penolakan terhadap pancasila dan sebagainya. Maka tak… Continue reading Cinta Tanah Air?
Fanatik!
Fanatik! Sudah kenyang telinga kita mendengar kata fanatik. Itu bukan lagi hal yang menggelitik. Tak sekedar kritik. Namun menjadi sidang penghakiman sebuah ‘kejahatan’ bernama ghirah. Fanatik menjadi ketok vonis untuk menyudutkan umat Islam. Nabi dihina, kita marah, dicap fanatik. Ada pemurtadan ditengah saudara-saudara seiman, tak boleh kita bersuara. Bersuara berarti fanatik. Malah kata Buya Hamka,… Continue reading Fanatik!
Natsir & Hamka : Sahabat Hingga Akhir Hayat
Hari itu, Sabtu 6 Februari 1993, hujan deras mengguyur Jakarta. Langit seakan ikut berduka mengiringi tangis umat Islam. M. Natsir hari itu wafat. Masjid Al Furqon Kramat tak kuasa menampung sekitar tiga ribu pelayat berdatangan untuk menyolatkan beliau. Sholat jenazah pun terus menerus dilakukan hingga tiga kali.[1] Umat kehilangan salah satu pemimpin mereka, yang memimpin,… Continue reading Natsir & Hamka : Sahabat Hingga Akhir Hayat
Sebuah Janji untuk Ki Bagus Hadikusumo
Sudah 70 tahun berlalu, apa yang kita namakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Namun sejalan dengan proklamasi tersebut, masih juga mengganjal dihati –bagi sebagian umat yang menyadari-sebuah kesepakatan yang tidak tertunaikan. Sebuah perjuangan yang digugurkan sebelum dilahirkan. Gentlemant’s Agreement bernama Piagam Jakarta. Sebuah kesepakatan yang bernilai harganya bagi umat Islam, karena mengandung pernyataan tertulis sebuah negara untuk menegakkan… Continue reading Sebuah Janji untuk Ki Bagus Hadikusumo
Mereka yang Dilumpuhkan
Badan kurusnya terbujur di sebuah gubuk reyot ditengah hutan rimba, Bagelen Barat. Ia sedang berjuang melawan malaria tropika parah yang menghantam tubuhnya. Bukan hanya malaria yg turut merontokkan perjuanganannya selama ini. Tapi juga tertangkapnya Kiyai Maja, dan menyerahnya sang panglima Sentot Ali Basah. Saat itu, di sampingnya hanya ada dua orang punakawannya. Yang lain,… Continue reading Mereka yang Dilumpuhkan