Ketika Priyayi Sumedang Menentang Sarekat Islam

Rumah dari Regent Sumedang. Sumber foto: tropenmuseum.nl

Awal abad ke-20 menjadi tonggak perubahan yang signifikan bagi nasib kaum bumiputra di Hindia Belanda. Kebijakan Politik Etis yang resmi diberlakukan pada 1901 menjadi faktor yang amat menentukan masa depan sebuah tanah koloni Belanda di sebelah timur ini. Setelah kebijakan tersebut diterapkan, Pemerintah Hindia Belanda menyadari  kebijakan yang dibuatnya dapat berpotensi menjadi pisau bermata dua.… Continue reading Ketika Priyayi Sumedang Menentang Sarekat Islam

Majalah Dewan Islam edisi Januari 1941

Majalah Dewan Islam ini kami pilih sebagai koleksi #PustakaUmat karena mewakili satu wilayah dari Sumatera Utara. Dewan Islam dipimpin oleh M. Arsyad Thalib Lubis (1908-1972). Ia adalah salah seorang ulama kenamaan dari Sumatera Utara yang juga salah seorang pendiri ormas Islam Al Jami’yatul Al Washliyah. Salah satu ciri khasnya adalah kedalaman ilmunya di bidang krsitologi.… Continue reading Majalah Dewan Islam edisi Januari 1941

Masuknya Islam ke Indonesia (4): Pasai sebagai Mercusuar Islamisasi

Koin Dirham Sultan Pasai Mu'izzuddin Ahmad Malik Azh-Zhahir. Sumber foto: Koleksi: Bidang Kebudayaan, Dishubparbud Pemkab. Aceh Utara (Foto: RA Karamullah). https://www.mapesaaceh.com/2019/05/dalam-ruang-waktu-samudra-pasai-daulah.html

Di masa lalu Kesultanan Pasai menjadi pusat keilmuan Islam. Dari Pasai, tulisan Jawi menyebar ke berbagai penjuru negeri bersama karya-karya para ulama. Menurut Uka Tjandrasasmita, kemajuan dan kesinambungan penggunaan tulisan Jawi nampak jelas di abad ke-17.[1] Tetapi sebenarnya, perkembangan tulisan Jawi telah dimulai sejak hadirnya Kesultanan Samudra Pasai di Sumatera. Hermansyah dalam Kesultanan Pasai Pencetus… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (4): Pasai sebagai Mercusuar Islamisasi

Masuknya Islam ke Indonesia (3): Jejak Islam di Bahasa dan Tulisan Jawi

Surat Sultan Iskandar Muda kepada Raja James I di Inggris tahun 1615. Sumber foto: budaya-indonesia.org

Dakwah Islam menyebar dan mengakar melalui perubahan bahasa dan tulisan. Tulisan berhuruf Arab dipakai dari Sumatera hingga Maluku, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Kriteria penilaian yang keliru akhirnya juga membuat para orientalis luput menilai esensi penting dari masuk dan berkembangnya Agama Islam di Kepulauan Melayu. Islam berkembang dengan pesat di Kepulauan Melayu bukan saja mengubah struktur… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (3): Jejak Islam di Bahasa dan Tulisan Jawi

Masuknya Islam ke Indonesia (2): Islamisasi Kepulauan Melayu

Sriwijaya di Sumatera. Sumber foto: Andaya, Leonard. 2008. Leaves of the Same Tree. Honolulu: University of Hawaii Press.

Islamisasi  berhasil mengubah masyarakat di Kepulauan Melayu dan Indonesia di tengah memudarnya pengaruh Sriwijaya dan Agama Hindu-Budha. Senjakala Sriwijaya dan Penyebaran Islam Kemunduran Sriwijaya sendiri bukan terjadi dalam satu masa yang singkat. Kegiatan perdagangan yang menjadi tulang punggung kerajaan tersebut mulai menemui persaingan yang berarti. Keberadaan fasilitas di pelabuhan ekspor-impor di Palembang bukan berarti para… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (2): Islamisasi Kepulauan Melayu

Firdaus AN dan Tirani Penguasa

Firdaus A.N. memberikan ceramah di Istana Bogor. Sumber foto: Firdaus AN, Pesan-Pesan Islam, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1994

“Awal pemuda yang beroposisi kepada saya di istana saya.” Itulah yang dikatakan Soekarno kepada Asa Bafaqih[1] mengenai pidato Firdaus AN di istana negara. [2] Firdaus Ahmad Naqib atau yang dikenal dengan Firdaus AN adalah pemuda kelahiran 20 Agustus 1924 di Kampung Kukuban Maninjau, Sumatera Barat. Sejak muda aktif dalam berbagai organisasi di samping meneruskan kuliahnya… Continue reading Firdaus AN dan Tirani Penguasa

Soerat Ir. Soekarno Kepada Warmusi

Bersama Buya Hamka dan Sukarno

  Alangkah baiknja djika di Flores itoe Moeballighin Islam – modern beterbangan kian kemari. Terhadap kepada kegiatan Roomsccha-Katholiek-missie itoe tidak adalah kegiatan Islam=propaganda sedikitpoen djoea! Didalam tempo jang sebentar sadja. Roomsch-Katholiek-missie bisa mengchirstenkan orang 250.000 lebih! Tapi, dari fihak Islam boleh dikatakan, ta’ada kegiatan sama-sekali.   Dalam Madjalah Mingguan ,,Pedoman Masjarakat” No. 14 Tahun ke… Continue reading Soerat Ir. Soekarno Kepada Warmusi

Gerak Dakwah Persis

Jumlah awal anggota Persis pada masa pendirian itu tidak kurang dari 20 orang. Aktivitas Persis masa awal pun hanya berkisar pada jama’ah shalat Jum’at. Adapun syarat untuk menjadi anggota Persis pada masa itu hanyalah minat tinggi terhadap persoalan agama dan muslim yang mewakili baik sudut pandang modernis maupun tradisionalis pada awalnya sama-sama terdaftar sebagai anggota.… Continue reading Gerak Dakwah Persis

ISLAMISASI TATAR SUNDA: PERSPEKTIF SEJARAH DAN KEBUDAYAAN

Tatar Sunda adalah wilayah tempat bermukimnya suku Sunda. Tatar Sunda umumnya disamakan dengan daerah Jawa Barat. Sebelum daerah Jawa bagian barat terpecah menjadi provinsi Banten, Jakarta, dan Jawa Barat seluruh wilayah ini dianggap sebagai bagian dari etnik Sunda. Oleh sebab itu, ketika membicarakan sejarah Sunda, selalu saja Cirebon, Banten, dan Jakarta menjadi wilayah yang dianggap… Continue reading ISLAMISASI TATAR SUNDA: PERSPEKTIF SEJARAH DAN KEBUDAYAAN

Prawoto Mangkusasmito: Antara Pahlawan dan Blusukan

“Pahlawan itu bukan ditentukan oleh tempat di mana dia dimakamkan, tetapi pahlwan itu ditentukan oleh jasa-jasanya.” –M.Roem- PRIA berjenggot itu dikenal dengan baju koko, sarung, peci, dan berkacamata. Namanya Prawoto Mangkusasmito. Ia adalah Ketua Umum Masyumi yang terakhir. Usianya saat itu sekitar 60 tahun. Ia meninggal dunia kala melakukan kunjungan dakwah ke sebuah desa dekat… Continue reading Prawoto Mangkusasmito: Antara Pahlawan dan Blusukan