Buya Hamka dan Wacana Emansipasi Perempuan

“Hak dan kewajiban yang sama antara laki-laki dengan perempuan bukanlah berarti bahwa pekerjaan yang hanya bahu laki-laki yang kuat memikulnya perempun disuruh pula memikulnya.” – Hamka. Topik tentang perempuan memang selalu asyik untuk dibahas. Membicarakan kedudukan perempuan tidak bisa dipisahkan dari pembicaraan kedudukan laki-laki. Kedudukan perempuan yang dibahas juga tidak sebatas pada bahasan terkait hak-haknya… Continue reading Buya Hamka dan Wacana Emansipasi Perempuan

Menyelami Pemikiran Kartini: Feminisme, Teosofi dan Snouck Hurgronje – Bag.4 (Habis)

Kartini dan keluarga. Sumber foto: koleksi digital Tropenmuseum

Kartini dan Feminisme   Jika kita lihat, salah satu optimisme Kartini terkait feminisme dan emansipasi terekam dalam kutipan berikut: “Akan datang juga kiranya keadaan baru dalam dunia Bumiputera; kalau bukan karena kami, tentu karena orang lain.. kemerdekaan perempuan telah terbayang-bayang di udara”[1] Ia berpendapat, dan pendapat tersebut ia perjuangkan melalui tulisan-tulisannya, bahwa perempuan harus cerdas.… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Feminisme, Teosofi dan Snouck Hurgronje – Bag.4 (Habis)

Menyelami Pemikiran Kartini: Titik Balik Kartini– Bag.3

Kartini bersama Raden Adipati Djojoadiningrat. Sumber foto: KITLV DIgital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/10?q_searchfield=kartini)

Titik Balik Kartini Kartini pada mulanya memang mencaci agama dan adat istiadatnya, wajahnya selamanya ia hadapkan ke arah Barat. Eropa baginya adalah jawaban segala permasalahan. Tiada arah yang lebih baik dibandingkan Barat. Namun entah dari mana hidayah itu datang, Kartini akhirnya berubah juga. Ia memandang bahwa adat dan agamanya menyimpan kebaikan. Rupanya segala kegamangan dan… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Titik Balik Kartini– Bag.3

Menyelami Pemikiran Kartini: Kekecewaan pada Islam? – Bag.2

Kartini. Sumber foto: Koleksi digital Tropenmuseum

Kartini, Adat, Budaya, dan Ekonomi: Sentuhan Modern Raden Ayu Semasa menjalani pingitan bersama kedua adiknya (Roekmini dan Kartinah-pen), berbekal sifat kritis dan kemampuan berargumennya, Kartini membawa sentuhan baru dalam konteks interaksi satu sama lain. Ia berhasil menghilangkan beberapa peraturan adat yang berlebihan seperti kewajiban untuk berjalan jongkok jika hendak melewati orang yang lebih tua; Ia… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Kekecewaan pada Islam? – Bag.2

Menyelami Pemikiran Kartini: Kartini lebih dekat (Bag.1)

Roekmini, Kartini dan Kardinah. Sumber foto KITLV Digital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/5?q_searchfield=kartini)

Menjalani kehidupan yang penuh dengan kungkungan peraturan, penolakan, serta konflik batin dan perkara filosofis lainnya menjadikan R.A. Kartini memiliki daya tarik tersendiri untuk dibahas. Selain dipuji sebagai pahlawan emansipasi wanita, tidak sedikit pula pihak yang mengkritik Kartini karena dianggap sebagai pemihak kaum etis (liberal-pen) dan cikal-bakal pembawa gerakan feminis di Indonesia. Oleh karena itu, tulisan… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Kartini lebih dekat (Bag.1)

Majalah Jejak Islam No. 2: Kiprah Muslimah di Panggung Sejarah

        Alhamdulillah, telah terbit Majalah Jejak Islam  edisi No. 2. Tema Majalah edisi kali ini adalah KIPRAH MUSLIMAH DI PANGGUNG SEJARAH. Simak tulisan Tiar Anwar Bachtiar, doktor sejarah yang mengangkat tentang Kartini dan Feminisme; telusuri perjalanan Jilbab di Indonesia; reguk kisah cinta H. Agus Salim dan istrinya; dan simak tulisan-tulisan lainnya. Silakan… Continue reading Majalah Jejak Islam No. 2: Kiprah Muslimah di Panggung Sejarah

M. Natsir Mengenai Kartini

“Vote for Women!”, begitu isi seruan dari kelompok Suffragettes yang tertulis di gedung-gedung pemerintahan Inggris. Mereka tidak hanya puas dengan menulis seruan tersebut, namun juga berdemonstrasi ke jalan untuk menarik opini publik, bahkan sampai melempari rumah Menteri Dalam Negeri dengan batu sehingga banyak kaca yang pecah. Cara ini dilakukan agar pihak pemerintah saat itu takut… Continue reading M. Natsir Mengenai Kartini

Kartini dan Pintu Masuk Feminisme di Indonesia

“Kawan-kawan yang baik dan budiman. Saya tahu betul-betul, bagaimana surat ini diharap-harapkan, surat saya yang pertama dari rumah saya yang baru. Alhamdulillah, di rumah itu dalam segala hal keadaan saya baik dan menyenangkan; di situ yang seorang dengan dan karena yang lain bahagia…” ….. Gerlombang liberalisme di Indonesia masuk berbagai pintu. Salah satu pintu yang boleh dikatakan sukses adalah pintu isu… Continue reading Kartini dan Pintu Masuk Feminisme di Indonesia