Asal-Usul istilah “Santri”

Santri Pesantren Denayar tahun 1970. Sumber foto: Karel Steenbrink, KITLV Digital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/13?q_searchfield=pesantren)

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak lembaga pendidikan yang khas dengan nuansa Islam. Dari sekian banyak lembaga pendidikan yang khas itu, pesantren adalah yang paling terkenal dan terdengar akrab di telinga kita. Sejarah panjang perjuangan lahirnya Indonesia pun, tidak bisa dilepaskan dari peran santri, sebutan bagi mereka yang tinggal di… Continue reading Asal-Usul istilah “Santri”

Pesantren Bergerak!: Tiga Ibroh Kaum Santri pada Tiga Zaman

Santri Pesantren Denayar tahun 1970. Sumber foto: Karel Steenbrink, KITLV Digital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/13?q_searchfield=pesantren)

Pesantren menyiapkan jalan kehidupan spiritual bagi para santri muda. Dalam menjalani proses ini, seorang santri tidak dipaksa mendekam dalam penjara imajinasi; tapi sebaliknya kepekaan sosialnya dipupuk dan intelektualitasnya terbentuk. Dari bilik-bilik pesantren, seorang santri menata pandangan terhadap dunia yang terdapat di luar tembok pesantren. Ia bukan berjarak dalam bayangan dunia itu, tapi melalui latihan untuk… Continue reading Pesantren Bergerak!: Tiga Ibroh Kaum Santri pada Tiga Zaman

Kecenderungan Santri dalam Kelompok Sosio-Kultural di Jawa

Santri Pesantren Denayar tahun 1970. Sumber foto: Karel Steenbrink, KITLV Digital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/13?q_searchfield=pesantren)

Pada 31 November 2000, sejarawan Universitas Gadjah Mada, Prof. Djoko Suryo mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Tradisi Santri dalam Historiografi Jawa: Pengaruh Islam di Jawa”, dalam sebuah seminar bertajuk Seminar Pengaruh Islam dalam Budaya Jawa. Dalam makalah tersebut, Prof. Djoko Suryo memaparkan bahwa tradisi santri telah menjadi inti dari apa yang disebut sebagai Tradisi Besar (Great… Continue reading Kecenderungan Santri dalam Kelompok Sosio-Kultural di Jawa

Pesantren: Berdiri Kokoh di Atas Sejarah dan Tradisi

Pesantren merupakan tradisi ilmu yang mengakar dalam sejarah Indonesia modern. Pesantren, menurut Zamakhsyari Dhofier, merupakan sistem pendidikan Islam yang tumbuh sejak awal kedatangan Islam di Indonesia[1].  Untuk menelusuri munculnya pesantren, erat kaitannya dengan penelusuran awal masuknya Islam di wilayah Nusantara. Proses interaksi niaga menyebabkan terbangunnya pemukiman di pantai dan melahirkan lembaga-lembaga pesantren sehingga menumbuhkan sejumlah… Continue reading Pesantren: Berdiri Kokoh di Atas Sejarah dan Tradisi

Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai

Kumandang adzan syahdu menggantung di langit senja Cibarusah, penghujung Bekasi dan Cikarang kini. Merahnya semakin pekat, sirna, sunyi. Area seluas 20 hektar itu kian lengang dengan karung-karung bertumpuk bekas latihan perang, di kelilingi hutan yang masih lebat dengan pepohonan yang kian melegam. Kini, para santri itu memasuki Masjid Mujahidin untuk melaksanakan shalat maghrib. Entah mengapa… Continue reading Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai

Memaknai Hari Santri

Pemerintah telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan Hari Santri berdasarkan peran santri dalam penegakan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya setelah munculnya Fatwa (Resolusi) Jihad dari KH Hasyim Asy’ari. Namun penetapan Hari Santri mendapatkan keberatan dari sebagian kalangan terutama ormas Islam Muhammadiyah. Kontroversi ini dapat kita lihat dari pendapat ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.… Continue reading Memaknai Hari Santri

Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan

Panas terik menggantung, diselingi desing pesawat yang terus berputar-putar di langit Surabaya. Lepas kumandang adzan bersahutan, ketika bulatnya mentari tepat di atas kepala, pesawat yang berbunyi bagai kepakan sayap jangkrik super cepat, berbising, memuntahkan puluhan ribu selebaran, puluhan ribu kertas bergoyang-goyang, terhempas angin, memenuhi atap, mobil, sepeda, jalan, hingga lorong-lorong Kota tua ini. Di tepi… Continue reading Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan

Buya Hamka Bicara Tentang Santri dan Abangan

Karena “pembagian” yang tidak wajar itu, maka kedua belah pihak pun bertambah lama bertambah terpisah. Yang abangan kian jauh dari Islam dengan sadar atau tidak sadar. Tercapailah kesukaan budaya yang bersimpang dua. Abangan menyukai wayang dan tari serimpi. Mutihan menyukai berzanji dan gambus. Dan ada santri melihat wayang, dianggaplah dia telah “menyeleweng” oleh golongannya. Kalau… Continue reading Buya Hamka Bicara Tentang Santri dan Abangan