Manusia dan agama, merupakan dua hal yang selalu menjadi perbincangan sepanjang sejarah manusia itu sendiri. Keberadaannya senantiasa menarik minat kaum intelektual untuk merenungkan keberadaan manusia dan agama. Tidak terkecuali di Kepulauan Melayu Indonesia, alim ulama serta kaum intelektual sejak sebelum hingga setelah kemerdekaan tidak absen dalam membincangkan persoalan ini. Adalah Dr. Syaikh Abdulkarim Amrullah atau… Continue reading Buya Hamka Mengulas Keberadaan Manusia dan Agama
Tag: Buya Hamka
Undang-Undang Perkawinan, Sebuah Potret Hubungan Islam dan Negara
Pembentukan undang-undang perkawinan memiliki sejarah panjang di negara kita. Semenjak zaman penjajahan telah timbul kesadaran seputar kepincangan dalam pelaksanaan hukum perkawinan dan gagasan untuk memperbaikinya, baik dari kalangan pergerakan Islam maupun dari pergerakan perempuan yang netral agama. Ketentuan mengenai perkawinan di zaman kolonial Hindia Belanda diatur di dalam beberapa sumber hukum, seperti Kitab Undang-Undang Perdata… Continue reading Undang-Undang Perkawinan, Sebuah Potret Hubungan Islam dan Negara
Tidak Boleh Menjeboet Kafir?
Artike ini dimuat sebagai tanggapan redaksi dari surat kabar Pedoman Masjarakat. Surat kabar yang terbit di Medan ini dipimpin oleh Buya Hamka sebagai hoofdredacteur (Pemimpin Redaksi) dan Yunan Nasution sebagai redakturnya. Pedoman Masjarakat pada masanya merupakan salah satu surat kabar dengan oplah tertinggi hingga 4 ribu eksemplar. Artikel ini terbit pada 20 Agustus 1939, tahun ke-5… Continue reading Tidak Boleh Menjeboet Kafir?
Syari’at Islam dan Piagam Jakarta di Mata Hamka
Prof. Dr. Hazairin S.H, seorang ahli hukum yang telah terkenal dalam pengetahuannya tentang hukum Indonesia, memberikan pernyataan yang dikutip oleh Buya Hamka, bahwasanya Piagam Jakarta yang ditetapkan tanggal 22 Juni 1945, dan disebut Presiden Soekarno menjiwai keseluruhan Undang-Undang Dasar 1945, merupakan sebab utama dan hukum yang kuat bagi timbulnya Proklamasi 17 Agustus 1945. Ia… Continue reading Syari’at Islam dan Piagam Jakarta di Mata Hamka
Pendidikan Kolonial di Mata Buya Hamka
“Akhirnya setelah sampai sekolah tinggi, mulailah diajarkan “Agama Islam” dari segi “ilmu pengetahuan” Barat, pendapat profesor anu, kupasan sarjana fulan, yang isinya ialah memandang Islam sebagai pandangan orang lain. Maka tidaklah kita heran kelak apabila mereka ini keluar dari dalam sekolahnya, rengganglah minyak dengan air. Bertemulah kita dengan orang Belanda yang lebih dari Belanda. Orang… Continue reading Pendidikan Kolonial di Mata Buya Hamka
HSBI dan Ikhtiar Kebudayaan
Kebudayaan padahal menjadi satu lapangan yang sangat penting dalam dakwah Islam. Ia berdiri menyatu dengan identitas masyarakat. Muhammadiyah memang dikenal sebagai organisasi Islam reformis, yang berupaya menyingkirkan penyakit tahayul, bid’ah dan churafat. Beberapa mungkin menilai kebudayaan sarat bersinggungan dengan hal-hal yang justru diberantas Muhammadiyah. Bisa jadi benar, namun kebudayaan sebenarnya lapangan yang sangat luas. Persoalan… Continue reading HSBI dan Ikhtiar Kebudayaan
Dari Kairo Ke Minangkabau: Dakwah Muhammadiyah di Minangkabau
“Kalau Muhammadiyah Minangkabau tidak sanggup mengadakan kongres ke-19, pengurus besar akan mengadakan juga kongres di Minangkabau, dan minta bantu kepada saudara-saudara di Minangkabau untuk jadi panitia.” Memasuki abad ke 20, umat Islam menggeliat di Hindia Belanda. Sarekat Dagang Islam (SDI) menjadi organisasi pertama yang menggerakkan umat Islam melalui ikhtiar ekonominya. Kemudian menjelma menjadi salah satu… Continue reading Dari Kairo Ke Minangkabau: Dakwah Muhammadiyah di Minangkabau
Abadinya Persahabatan: Hamka dan Hasmi
Gagasan besar maupun misi strategis yang dimiliki seseorang tidak akan dapat diwujudkan jikalau tidak ada sahabat yang senafas sepikiran, seide sehati, tak goyah dikala susah, tak jumawa tatkala jaya. Persahabatan seperti itu tidak akan dapat muncul di atas basis kesementaraan, sasaran jangka pendek, berorientasi pada capaian-capaian materi, pada kontestasi raihan kuasa dan wibawa. Ketika Nabi… Continue reading Abadinya Persahabatan: Hamka dan Hasmi
Wibawa Dakwah Buya Hamka
Di saat hubungan penguasa dan ulama memanas, di saat fatwa ulama diragukan dan dianggap fitnah, di saat ulama dicurigai, digertak, diancam, dan dikriminalisasi, di saat kesaksian ulama di pengadilan dianggap dusta, di saat ulama didata layaknya buronan, di saat rumah ulama digeledah bak pengedar narkoba, di saat gerak khatib mau dipersempit dengan standardisasi, dan di… Continue reading Wibawa Dakwah Buya Hamka
Bila Fatwa Ulama Diabaikan Penguasa
Sekarang-sekarang ini, kita sedang menunggu hasil gelar perkara Ahok terkait kasus penistaan agama. Memang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan Ahok menista Al-Qur’an dan Ulama, tapi itu rupanya tidak menjamin aparat penegak hukum memutuskan Ahok melanggar pasal penistaan agama. Aparat tampaknya sangat berhati-hati dalam kasus Ahok ini, untuk tidak mengatakan lamban dan ragu dengan sikap… Continue reading Bila Fatwa Ulama Diabaikan Penguasa
Buya Hamka dan Pancasila
Pancasila. Sembilan huruf itu, dari sejak awal digali oleh Sukarno dan dilengkapi oleh Panitia Sembilan di tahun 1945, hingga kini tak kehilangan perbincangannya di masyarakat. Sejak masa kemerdekaan, rezim orde lama, orde baru, Pancasila terus diberikan makna yang berbeda-beda. Jika Pancasila awalnya sebagai dasar negara merupakan sebuah landasan sementara sebelum sidang konstituante, maka di rezim… Continue reading Buya Hamka dan Pancasila
Kaum Merah di Ranah Minang (1): Dari Reformis ke Islam Revolusioner
Pemberontakan komunis di Minangkabau berjalan tak bersamaan dengan di Jawa. Perselisihan antara pengikut PKI Batavia dan Tan Malaka memecah gerakan komunis di sana. Meski demikian, agama tetap menjadi titik tolak utama gerakan dan pemberontakan di Minangakabau. Perlawanan terhadap kolonialisme bagi orang minang bukan hal baru. Dari Perang Paderi yang dahsyat hingga pemberontakan Kamang, menjadi bukti… Continue reading Kaum Merah di Ranah Minang (1): Dari Reformis ke Islam Revolusioner