Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (3)

Rohanna Kudus. Sumber foto: padangpariamankab.go.id

Seiring berjalannya waktu, beberapa pembaca laki-laki yang mendukung SM pun turut menyumbangkan buah pikirnya.[1] Salah satu yang menarik adalah tulisan Djagal Abilowo berjudul “Perempoean” pada Soenting Melajoe No. 35 tanggal 13 September 1918. “Dalam zaman kemadjoean, abad nan kedoea poeloeh ini, boekan sadja bangsa kita laki2 jang soedah bergerak menoedjoe padang kemadjoean, mengadakan peroebahan ini-… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (3)

Umat Islam dan sejarah 1965

Diorama dalam museum di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Sumber foto: pikiran-rakyat.com

Di tengah keriuhan isu pilkada, pandemi dan penusukan ulama, ada satu hal yang luput dari perhatian umat Islam saat ini, yaitu isu penghapusan mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran wajib dan pernyataan mantan panglima TNI, Gatot Nurmantyo bahwa dirinya digeser setelah mengadakan pemutaran film G-30 S/PKI secara serentak selama akhir masa jabatannya. Pelajaran sejarah menurut… Continue reading Umat Islam dan sejarah 1965

Haji Agus Salim dalam Pusaran Gerakan Buruh

Haji Agus Salim di Belanda, setelah pertemuan di Jenewa, Swiss. Di tengah, Moh. Hatta yang saat itu menjadi mahasiswa di Belanda. Sumber foto: http://blog.imanbrotoseno.com/tentang-hatta/

Dikenal sebagai pahlawan nasional yang berpenampilan cukup nyentrik dengan jenggot khasnya, Haji Agus Salim masih memiliki banyak sisi lain dalam kehidupannya yang jarang diketahui. Selain dikenal sebagai diplomat ulung yang menguasai berbagai bahasa dan intelektual muslim yang membina aktivis Jong Islamieten Bond seperti Mohammad Natsir hingga Mohammad Roem, pria yang sejak lahir diberi nama Masyudul… Continue reading Haji Agus Salim dalam Pusaran Gerakan Buruh

Dari Buya Hamka ke Sukarno: Solichin Salam, Sejarawan dan Tokoh Literasi Indonesia

Solichin Salam. Sumber foto: Goodreads.com

Solichin Salam, salah satu wartawan, tokoh pers dan sejarawan terkemuka di masanya. Sepanjang hidupnya beliau mengabdi untuk kerja jurnalistik dan menulis biografi tokoh-tokoh nasional. Salah satu master piece karya Solichin Salam ialah biografi Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno Putera Fajar (PT Gunung Agung, 1966). Buku tersebut terbit di saat kekuasaan Soekarno mulai… Continue reading Dari Buya Hamka ke Sukarno: Solichin Salam, Sejarawan dan Tokoh Literasi Indonesia

Menyelami Pemikiran Kartini: Feminisme, Teosofi dan Snouck Hurgronje – Bag.4 (Habis)

Kartini dan keluarga. Sumber foto: koleksi digital Tropenmuseum

Kartini dan Feminisme   Jika kita lihat, salah satu optimisme Kartini terkait feminisme dan emansipasi terekam dalam kutipan berikut: “Akan datang juga kiranya keadaan baru dalam dunia Bumiputera; kalau bukan karena kami, tentu karena orang lain.. kemerdekaan perempuan telah terbayang-bayang di udara”[1] Ia berpendapat, dan pendapat tersebut ia perjuangkan melalui tulisan-tulisannya, bahwa perempuan harus cerdas.… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Feminisme, Teosofi dan Snouck Hurgronje – Bag.4 (Habis)

Menyelami Pemikiran Kartini: Titik Balik Kartini– Bag.3

Kartini bersama Raden Adipati Djojoadiningrat. Sumber foto: KITLV DIgital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/10?q_searchfield=kartini)

Titik Balik Kartini Kartini pada mulanya memang mencaci agama dan adat istiadatnya, wajahnya selamanya ia hadapkan ke arah Barat. Eropa baginya adalah jawaban segala permasalahan. Tiada arah yang lebih baik dibandingkan Barat. Namun entah dari mana hidayah itu datang, Kartini akhirnya berubah juga. Ia memandang bahwa adat dan agamanya menyimpan kebaikan. Rupanya segala kegamangan dan… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Titik Balik Kartini– Bag.3

Menyelami Pemikiran Kartini: Kekecewaan pada Islam? – Bag.2

Kartini. Sumber foto: Koleksi digital Tropenmuseum

Kartini, Adat, Budaya, dan Ekonomi: Sentuhan Modern Raden Ayu Semasa menjalani pingitan bersama kedua adiknya (Roekmini dan Kartinah-pen), berbekal sifat kritis dan kemampuan berargumennya, Kartini membawa sentuhan baru dalam konteks interaksi satu sama lain. Ia berhasil menghilangkan beberapa peraturan adat yang berlebihan seperti kewajiban untuk berjalan jongkok jika hendak melewati orang yang lebih tua; Ia… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Kekecewaan pada Islam? – Bag.2

Menyelami Pemikiran Kartini: Kartini lebih dekat (Bag.1)

Roekmini, Kartini dan Kardinah. Sumber foto KITLV Digital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/5?q_searchfield=kartini)

Menjalani kehidupan yang penuh dengan kungkungan peraturan, penolakan, serta konflik batin dan perkara filosofis lainnya menjadikan R.A. Kartini memiliki daya tarik tersendiri untuk dibahas. Selain dipuji sebagai pahlawan emansipasi wanita, tidak sedikit pula pihak yang mengkritik Kartini karena dianggap sebagai pemihak kaum etis (liberal-pen) dan cikal-bakal pembawa gerakan feminis di Indonesia. Oleh karena itu, tulisan… Continue reading Menyelami Pemikiran Kartini: Kartini lebih dekat (Bag.1)

Orientalis dan Missionaris di Balik Pertikaian Islam vs Kolonial di Indonesia

Snouck Hurgronje. Sumber: Leiden University Digital Libraries (https://digitalcollections.universiteitleiden.nl)

“Tidak ada agama selain Islam yang untuknya misi bekerja keras banting tulang tanpa hasil dan padanya misi menggarukkan jarinya sampai berdarah dan terkoyak.” – Hendrik Kraemer Sejarawan Belanda, Karel Steenbrink, dalam buku “Dutch Colonialism and Indonesian Islam: Conflict and Contact: 1596-1950”, yang kemudian diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul “Kawan dalam Pertikaian: Kaum Kolonial dan… Continue reading Orientalis dan Missionaris di Balik Pertikaian Islam vs Kolonial di Indonesia

Mohammad Natsir dan Pikiran Sosio-Ekonomi Kebangsaan

Moh. Natsir dalam Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek. Time Life Photo Collections. https://artsandculture.google.com/asset/indonesian-elections

3 April lalu, bangsa Indonesia memperingati “Mosi Integral” yang diserukan oleh Mohammad Natsir. Pada tanggal 3 April 1950, di podium sidang paripurna Parlemen Republik Indonesia Serikat (RIS), Natsir menyampaikan pidato yang kelak disebut sebagai Mosi Integral Natsir: “Sekarang ini seluruh wakil rakyat negara bagian manapun semuanya menghendaki terwujudnya negara kesatuan, dalam hal ini tidak ada… Continue reading Mohammad Natsir dan Pikiran Sosio-Ekonomi Kebangsaan

Jalinan Tasawuf dan Dakwah dalam Timbangan Hamka

Nuova Carta delle Isole di Sunda come Borneo Sumatra e Iava Grande. Peta Jawa, Kalimantan dan Sumatera oleh Isaak Tirion (1740). Sumber foto: https://stock-images.antiqueprints.com/stock/asia-maps.html

“jika cinta telah tertumpah ke dunia, maka pudarlah jalan kepada Allah. Tetapi apabila cinta telah tertumpah kepada Allah, menjadi tempat singgah sementara sajalah dunia itu.” – Hamka Hubungan antara tasauf dan dakwah menurut Hamka telah terjalin sejak masa-masa awal masuknya Islam ke berbagai bangsa atau wilayah. Peranan tasawuf sangat besar dalam membawa masyarakat menerima Islam… Continue reading Jalinan Tasawuf dan Dakwah dalam Timbangan Hamka

K.H. Misbach: Muballigh yang Bersimpang Jalan

“Seharoesnjalah orang Islam jang sedjati menjokong kepada Maksoednja Komoenisme” – K.H. Misbach. Tampaknya suatu hal yang bertolak belakang apabila ada seorang Muballigh, Kiai, dan Haji justru menjadi pendiri, anggota, dan propagandis terkemuka PKI (Partai Komunis Indonesia). Tapi dalam sejarah pergerakan Indonesia ada sosok semacam itu yaitu K.H. Misbach yang pada tahun 1920 bersama Semaun, Alimin, Darsono,… Continue reading K.H. Misbach: Muballigh yang Bersimpang Jalan