Suka dan Duka Natsir Membentuk Zaken Kabinet

Presiden Sukarno bersalaman dengan Mohammad Natsir pada momen pelantikan Perdana Menteri NKRI. Pada akhir 1930-an keduanya pernah berpolemik di media massa, saat pelantikan keduanya tersenyum lepas.

Beberapa hari terakhir, media nasional ramai mengabarkan calon-calon menteri yang akan mengisi pos kabinet baru. Berbeda dari era sebelumnya, kali ini aktivitas calon menteri selalu menjadi sorotan karena sebelum bertugas mereka mengikuti agenda pembekalan terlebih dahulu di Hambalang, Kabupaten Bogor. Sebelumnya, telah ramai juga diwacanakan bahwa Presiden RI Terpilih, Prabowo Subianto, akan membentuk zaken kabinet.… Continue reading Suka dan Duka Natsir Membentuk Zaken Kabinet

Mengapa PKI gagal?

Massa dalam kampanye PKI jelang pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Dari partai komunis ketiga terbesar di dunia, PKI terhempas dalam waktu singkat pasca malam 30 September 1965. Apa sebabnya? Jatuhnya korban massa dari kubu pendukung PKI tak dapat disangsikan lagi. Jumlahnya mungkin masih bisa diperdebatkan, tetapi tidak dengan kebenaran peristiwa tersebut. Hanya saja, peristiwa ini juga menimbulkan tanda tanya; mengapa PKI runtuh tanpa menimbulkan perlawanan… Continue reading Mengapa PKI gagal?

Solidaritas Indonesia-Palestina: Dari Ormas ke Negara (3)

Ahmad Subardjo dan para peserta kongres di Bethlehem, Selatan Yerusalem. Sumber foto: Ahmad Subardjo. 1978. Kesadaran Nasional: Sebuah Otobiografi

Eratnya hubungan Indonesia dan Palestina tercermin dari dukungan Mufti Palestina yang menyiarkan keberpihakannya pada kemerdekaan Indonesia pada 6 September 1944 lewat siaran radio di Berlin. Amin al-Husayni menyatakan bahwa kaum Muslimin seluruh dunia sungguh memperhatikan nasib Indonesia karena 60 juta penduduknya terdiri dari kaum Muslimin.[1] Kabar ini segera disebarkan oleh para pemuda pelajar Indonesia di… Continue reading Solidaritas Indonesia-Palestina: Dari Ormas ke Negara (3)

Solidaritas Indonesia-Palestina: Membela Palestina di Pentas Olahraga (5)

Api Asian Games 1962 di Jakarta. Sumber foto: detik.com

Keberpihakan Republik Indonesia pada Palestina, dalam sejarahnya, bukan saja di panggung politik antar negara, tetapi juga di atas panggung olahraga. Dalam kebijakan politik luar negerinya, Indonesia menolak permintaan Israel, untuk membuka perwakilan di Indonesia,[1] yang artinya tidak mengakui entitas Israel sebagai sebuah negara. Hal ini turut berdampak pada sikap Indonesia terhadap Israel di pentas olahraga… Continue reading Solidaritas Indonesia-Palestina: Membela Palestina di Pentas Olahraga (5)

Tjokroaminoto dan Natsir dalam Pemikiran dan Perjuangan

Sumber foto: Tim Buku Tempo. 2013. Tjokroaminoto, Guru Para Pendiri Bangsa. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia

            H.O.S. Tjokroaminoto merupakan pahlawan nasional yang dijuluki sebagai guru bangsa karena banyak mempengaruhi pemikiran para pejuang kemerdekaan. Rumahnya di Gang Peneleh kerap kali menjadi tempat diskusi founding father bangsa ini.[i] Singkat kata, disanalah embrio bangsa Indonesia disemai dan tumbuh. Banyak yang berpendapat bahwa Tjokroaminoto adalah induk semang dari tiga ideologi; nasionalis, komunis, dan Islam,… Continue reading Tjokroaminoto dan Natsir dalam Pemikiran dan Perjuangan

Ketika Masyumi Dibubarkan

Papan Nama Partai Masyumi pada Kampanye Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Panggung politik di tahun 1959 semakin memanas. Kedekatan Soekarno dengan PKI disertai dengan semakin tajamnya perselisihan antara pusat dengan daerah. Bagi partai-partai Islam hal ini bukan momen yang mudah. Mereka terpaksa memilih antara mengikuti konsepsi Soekarno dengan Demokrasi terpimpinnya atau terus bersikap frontal seperti yang ditempuh Masyumi. Masyumi memang tetap bersikukuh menempuh jalan yang berbahaya.… Continue reading Ketika Masyumi Dibubarkan

Bara Diakhir Babak: Menjelang September 1965

Massa dalam kampanye PKI jelang pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

“Nah didalam hal ini, didalam segala politik Republik Indonesia, ja bagian “Malaysia”, ja bagian berdikarinja ekonomi, ia bagian berdaulatnja politik. Ia bagian berkepribadiannja kebudajaan, selalu PKI adalah berdiri dibarsan jang paling depan daripada barisan Indonesia ini. Karena itupun saja tanpa tedeng aling2, jo PKI kene dulurku, kene dulurku, jo sanak jo kadang jen mati aku… Continue reading Bara Diakhir Babak: Menjelang September 1965

Moh. Natsir, Agama, dan Negara (bagian 2)

Natsir dalam kampanye pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Perjuangan Natsir dalam Pentas Politik Nasional             Mohammad Natsir adalah seorang demokrat sejati adalah sebuah hal yang tak dapat diragukan lagi. Ia tidak berpendapat bahwa demokrasi adalah hal yang bersifat syirik sebagaimana teori dari Al Maududi. Karena itu, baginya umat Islam Indonesia wajib menempuh jalan demokrasi untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya.[1] Sikap dan pemikiran Natsir ini… Continue reading Moh. Natsir, Agama, dan Negara (bagian 2)

Mohammad Natsir, Agama, dan Negara (bagian 1)

Natsir dalam kampanye Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Pergulatan wacana mengenai agama dan negara sudah terjadi sejak zaman kolonialisme Belanda. Setidaknya ada dua kubu yakni mereka yang menolak keterlibatan dan keterhubungan antara agama dengan negara, juga mereka yang melihat agama dan negara memilki hubungan yang tak dapat dipisahkan. Menurut Ahmad Syafii Maarif, gagasan mengenai negara/pemerintahan Islam telah mencuat sejak tahun 1920-an dari para… Continue reading Mohammad Natsir, Agama, dan Negara (bagian 1)

Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir

Soekarno dalam Sidang BPUPKI. Sumber foto: wartakota.tribunnews.com

Tahun 1951, Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa dipanggil Buya Hamka, menulis dan menerbitkan sebuah buku kecil berjudul Urat Tunggang Pancasila. Buku tipis ini ditulis olehnya sebagai respon atas polemik dari sebuah pidato yang disampaikan oleh Soekarno, Presiden RI saat itu. Sebagaimana diuraikan diawal buku tersebut, Soekarno pada 7 Mei 1951 atau 30 Rajab… Continue reading Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir

Tulisan yang Mempertemukan Hamka

“Boleh dikatakan bahwa Pedoman Masyarakat lah yang telah banyak menghubungkan kami.” – Hamka Saat Buya Hamka mendapatkan kesempatan memimpin Majalah “Pedoman Masyarakat” di Medan, maka ketika itu pula nama Hamka mulai dikenal dan bertemu pemikiran dengan kalangan luas. Jika sebelumnya Hamka pernah memimpin beberapa majalah sendiri yang tidak berjalan lama, “Khatibuh Ummah” (1925) hanya tiga… Continue reading Tulisan yang Mempertemukan Hamka

Jerat (Kaum) Homoseksual di Masa Kolonial

Tulisan ini adalah sebuah cuplikan peristiwa disepenggal masa kolonial. Ketika, penyimpangan seksual, yaitu homoseksual, mendera bagian di Hindia Belanda, yaitu Pulau Bali dan Jawa. Praktik homoseksual di Hindia Belanda saat itu, setidaknya juga melibatkan aspek situasi ‘penjajah dan terjajah.’ Berbeda dengan tanah Jawa yang dikuasai oleh penjajah sejak pertengahan abad ke 19, tetangganya, Bali, baru… Continue reading Jerat (Kaum) Homoseksual di Masa Kolonial