Tahun 1951, Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa dipanggil Buya Hamka, menulis dan menerbitkan sebuah buku kecil berjudul Urat Tunggang Pancasila. Buku tipis ini ditulis olehnya sebagai respon atas polemik dari sebuah pidato yang disampaikan oleh Soekarno, Presiden RI saat itu. Sebagaimana diuraikan diawal buku tersebut, Soekarno pada 7 Mei 1951 atau 30 Rajab… Continue reading Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir
Tag: Piagam Jakarta
Pancasila: Perjalanan Sebuah ldeologi dan Dasar Negara
Kesepakatan bernegara paling krusial dan fundamental bagi bangsa Indonesia di awal kemerdekaan ialah kesepakatan mengenai dasar negara. Pancasila oleh para pendiri negara (founding fathers) dipandang sebagai landasan falsafah yang bisa mempersatukan kebhinekaan bangsa dalam tataran konseptual dan ideal. Rumusan Pancasila yang otentik tercantum di dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang ditetapkan pada tanggal… Continue reading Pancasila: Perjalanan Sebuah ldeologi dan Dasar Negara
Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila
Bulan Juni menjadi bulan spesial bagi Indonesia. Pertama, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Pancasila. Kedua pada tanggal 22 Juni sebagian masih mengingatnya sebagai hari Piagam Jakarta. Keduanya bertalian sangat erat. Meski di benak masyarakat keduanya seakan-akan hadir bertentangan, padahal jika dicermati keduanya adalah kelanjutan dan perkembangan ketimbang pertentangan. Pertentangan ini bisa… Continue reading Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila
Syari’at Islam dan Piagam Jakarta di Mata Hamka
Prof. Dr. Hazairin S.H, seorang ahli hukum yang telah terkenal dalam pengetahuannya tentang hukum Indonesia, memberikan pernyataan yang dikutip oleh Buya Hamka, bahwasanya Piagam Jakarta yang ditetapkan tanggal 22 Juni 1945, dan disebut Presiden Soekarno menjiwai keseluruhan Undang-Undang Dasar 1945, merupakan sebab utama dan hukum yang kuat bagi timbulnya Proklamasi 17 Agustus 1945. Ia… Continue reading Syari’at Islam dan Piagam Jakarta di Mata Hamka
Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’
Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesian, pada tanggal 18 Agustus 1945, digelarlah rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam rapat itu, PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan dan menetapkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Namun, kekecewaan kemudian merebak di kelompok Islam. Sebab, mereka harus menerima kompromi demi pembentukan negara Indonesia yang mereka cita-citakan… Continue reading Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’
Muhammadiyah Multimedia Kine Klub Rilis Film Ki Bagus Hadikusumo
Rabu (17/5/2017) malam di Auditorium IFI-LIP, Jalan Sagan, Yogyakarta, Muhammadiyah Multimedia Kine Klub (MMKK) mengadakan peluncuran film doku-drama mengenai Ki Bagus Hadikusumo yang berjudul “Toedjoeh Kata”. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan peluncuran film MM Kine Klub UMY di Kineidoscope 2017. Film ini diluncurkan bersamaan dengan karya sineas MMKK yang lain, diantaranya Aanisah Pangrutiningtias yang… Continue reading Muhammadiyah Multimedia Kine Klub Rilis Film Ki Bagus Hadikusumo
Bung Hatta dan ‘Opsir Jepang’: Sebuah Pertanyaan Sejarah
Pada 18 Agustus 1945, atas inisiatif Mohammad Hatta, menjelang pembukaan rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) diadakan lobby untuk mengubah keputusan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) mengenai rancangan Undang-Undang Dasar, utamanya kalimat dalam Preambule: “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Mengapa Hatta berinisiatif mengubah keputusan BPUPK yang menurut Bung Karno merupakan kompromi… Continue reading Bung Hatta dan ‘Opsir Jepang’: Sebuah Pertanyaan Sejarah
Piagam Jakarta dan Makna Sila Pertama
Prof. Mr. Kasman Singodimedjo, tokoh Islam dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam ceramah Ramadhan tanggal 17 Agustus 1979 di Masjid Arief Rahman Hakim Universitas Indonesia – Salemba, Jakarta, menyatakan, “Kemerdekaan RI dicetuskan tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia. Apa yang tersedia pada… Continue reading Piagam Jakarta dan Makna Sila Pertama
Perjalanan Panjang UU Perkawinan : Antara Mengikat atau Menceraikan Agama dari Negara
Tarik-menarik dan kontroversi UU Perkawinan di Indonesia kembali riuh. Pengajuan judicial review UU Perkawinan No. 1 tahun 1974 ke Mahkamah Konstitusi[1], sesungguhnya hanya membolak-balik lembaran sejarah UU Perkawinan itu sendiri. UU Perkawinan menjadi ajang tarik menarik antara umat Islam yang mendukung syariat Islam dan pendukung sekularisme. Keinginan untuk menyingkirkan aturan aturan Tuhan dalam undang-undang ditolak… Continue reading Perjalanan Panjang UU Perkawinan : Antara Mengikat atau Menceraikan Agama dari Negara
Diskursus Tentang Dasar Negara (Bagian II)
Membicarakan dasar negara sesungguhnya bukan hal yang tabu. Para bapak bangsa telah mencontohkannya, meski akhirnya diberangus tentara dan penguasa. Apakah kita ingin mencontoh mereka juga? Pembicaraan tentang Dasar Negara kembali muncul pasca Pemilihan Umum 1955. Meski semula diperkirakan bakal mendapat suara terbanyak dalam pemilu pertama di Indonesia itu, partai Islam terkuat saat itu, Partai… Continue reading Diskursus Tentang Dasar Negara (Bagian II)
Diskursus Tentang Dasar Negara (Bagian 1)
Diskusi tentang dasar negara kini seolah telah menjadi diskusi yang sangat berbahaya, penuh emosi, perlu kehati-hatian, dan senantiasa mengarah ke satu kesimpulan yang tak terbantahkan. Padahal, semula para founding fathers bangsa ini telah mendiskusikan masalah ini secara cerdas, intelek dan lepas dari kesan emosi dan memaksakan kehendak. Bagaimana dengan kita? Diskursus tentang dasar negara… Continue reading Diskursus Tentang Dasar Negara (Bagian 1)
9 Ramadhan 1364 : Arti Kemerdekaan Bagi Buya Hamka dan Kita
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, saat dimana Indonesia merasakan karunia dari Allah untuk menikmati kemerdekaan.Pada 9 Ramadhan 1364 H (17 Agustus 1945), proklamasi kemerdekaan itu dinyatakan. Kemerdekaan yang telah berusia 73 tahun ini (9 Ramadhan 1364 -1437 H) mengingatkan untuk berkaca kembali, apa makna kemerdekaan bagi kita? Apa harga yang harus dibayar untuk kemerdekaan yang… Continue reading 9 Ramadhan 1364 : Arti Kemerdekaan Bagi Buya Hamka dan Kita