Perjuangan Teuku Umar: ‘Pengkhianatan’ Teuku Umar (3)

Teuku Umar di Lam Pisang (1896). Sumber foto: Leiden University Libraries Digital Collections. http://hdl.handle.net/1887.1/item:784910

Gelar Teuku Johan Pahlawan diberikan Belanda kepada Teuku Umar. Beberapa daerah perlawanan dengan mudah ditaklukkan Belanda. Tapi dapatkah ia dipercaya? ‘Main Perang’ ala Teuku Umar Siasat “main perang” Teuku Umar dapat terjadi dengan kebijakan Deijkerhoff di Aceh yang berdiri di atas empat pilar: Pertama, Mengejar “gerombolan muslimin.” Kedua, menggunakan sekutu milisi sebagai kekuatan pengganda, sehingga… Continue reading Perjuangan Teuku Umar: ‘Pengkhianatan’ Teuku Umar (3)

Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 2)

Snouck Hurgronje

Mekkah dan Politik Penjajah Kepada orientalis Theodore Nöldeke, Snouck menyatakan bahwa tujuannya ke Mekkah adalah untuk mengetahui bagaimana Islam dipraktekkan di sana dan mengamati kehidupan sehari-hari para ulama dan muslim awam. Ia juga tertarik dengan pengaruh Islam di pusatnya (Mekkah) dan bagaimana hal itu mempengaruhi Hindia Belanda.[1] Snouck mungkin saja dapat masuk ke kota Mekkah… Continue reading Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 2)

Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 1)

Snouck Hurgronje alias Abdul Ghaffar di Mekkah.

Namanya sebagai orientalis bukan saja terkenal di masa lalu, tetapi juga hingga masa kini. Montgomery McFate, professor di US Naval War College menyebutnya sebagai antropolog militer. Sejarawan Harry J. Benda menyebutnya sebagai peletak dasar kebijakan Islam di Indonesia. Keterlibatannya dalam penasehat pemerintah kolonial Belanda dalam perang Aceh, membuatnya sebagai ilmuwan yang menjadi penyangga peperangan dan… Continue reading Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 1)

Pengetauan dan Kolonialisme (2): Raffles dan Studi Muslim di Jawa

Sir Thomas Stamford Raffles by George Francis Joseph, oil on canvas, 1817. Sumber foto: https://artuk.org/discover/artworks/sir-thomas-stamford-bingley-raffles-156939

“Saya percaya tidak ada orang yang menguasai informasi tentang Jawa lebih dariku.”[1] – Sir Thomas Stamford Raffles Bersama Radermacher, Thomas Stamford Raffles menjadi bagian dari jejaring Freemason di Jawa. Ia diinisiasi menjadi Tingkat Dua dalam sebuah upacara di Loji ‘Virtutis et Amitis Amici’ di Pondok Gedeh, dekat Bogor. Loji tersebut dimiliki oleh Nicolaus Engelhard (1761-1831).… Continue reading Pengetauan dan Kolonialisme (2): Raffles dan Studi Muslim di Jawa

Pandangan Hamka Tentang Sejarah

Perhatian yang besar terhadap sejarah dan kebudayaan di Nusantara diberikan oleh Hamka di sepanjang masa hidupnya. Hamka pada bukunya Dari Perbendaharaan Lama yang ia tuliskan pada tahun 1963, menyebutkan akan latar belakang yang menjadi kerisauan dan kepentingannya dalam menuliskan sejarah, yaitu sebagai bagian dari pada adab kita dalam memandang sejarah serta kebudayaan yang menjadi milik… Continue reading Pandangan Hamka Tentang Sejarah

‘Persahabatan’ Haji Hasan Mustapha dan Snouck Hurgronje

Buku “Informan Sunda Masa Kolonial : Surat-Surat Haji Hasan Mustapa untuk C. Snouck Hurgronje dalam Kurun 1894-1923” karya Jajang A. Rohmana terbitan Octopus ini memiliki tebal 323 halaman yang terbagi kedalam enam bagian. Sumber yang digunakan penulis diambil dari surat-surat yang dikirimkan oleh Haji Hasan Mustapa kepada C. Snouck Hurgronje pada kurun waktu tersebut berkode… Continue reading ‘Persahabatan’ Haji Hasan Mustapha dan Snouck Hurgronje