Umat Islam dan sejarah 1965

Diorama dalam museum di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Sumber foto: pikiran-rakyat.com

Di tengah keriuhan isu pilkada, pandemi dan penusukan ulama, ada satu hal yang luput dari perhatian umat Islam saat ini, yaitu isu penghapusan mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran wajib dan pernyataan mantan panglima TNI, Gatot Nurmantyo bahwa dirinya digeser setelah mengadakan pemutaran film G-30 S/PKI secara serentak selama akhir masa jabatannya. Pelajaran sejarah menurut… Continue reading Umat Islam dan sejarah 1965

Bara Diakhir Babak: Menjelang September 1965

Massa dalam kampanye PKI jelang pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

“Nah didalam hal ini, didalam segala politik Republik Indonesia, ja bagian “Malaysia”, ja bagian berdikarinja ekonomi, ia bagian berdaulatnja politik. Ia bagian berkepribadiannja kebudajaan, selalu PKI adalah berdiri dibarsan jang paling depan daripada barisan Indonesia ini. Karena itupun saja tanpa tedeng aling2, jo PKI kene dulurku, kene dulurku, jo sanak jo kadang jen mati aku… Continue reading Bara Diakhir Babak: Menjelang September 1965

Moh. Natsir, Agama, dan Negara (bagian 2)

Natsir dalam kampanye pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Perjuangan Natsir dalam Pentas Politik Nasional             Mohammad Natsir adalah seorang demokrat sejati adalah sebuah hal yang tak dapat diragukan lagi. Ia tidak berpendapat bahwa demokrasi adalah hal yang bersifat syirik sebagaimana teori dari Al Maududi. Karena itu, baginya umat Islam Indonesia wajib menempuh jalan demokrasi untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya.[1] Sikap dan pemikiran Natsir ini… Continue reading Moh. Natsir, Agama, dan Negara (bagian 2)

Mohammad Natsir, Agama, dan Negara (bagian 1)

Natsir dalam kampanye Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Pergulatan wacana mengenai agama dan negara sudah terjadi sejak zaman kolonialisme Belanda. Setidaknya ada dua kubu yakni mereka yang menolak keterlibatan dan keterhubungan antara agama dengan negara, juga mereka yang melihat agama dan negara memilki hubungan yang tak dapat dipisahkan. Menurut Ahmad Syafii Maarif, gagasan mengenai negara/pemerintahan Islam telah mencuat sejak tahun 1920-an dari para… Continue reading Mohammad Natsir, Agama, dan Negara (bagian 1)

Revolusi Kemerdekaan Indonesia dari Timur Tengah : Perjuangan Pemuda dan Pelajar di Timur Tengah (1)

A. Kahar Muzakkir (duduk, kedua dari kiri). Sumber foto: Diplomasi Revolusi di Luar Negeri.

Setelah tersiarnya kabar proklamasi kemerdekaan Indonesia, para pemuda Indonesia di Mesir yang hampir semuanya adalah pelajar itu berbondong-bondong membakar paspor yang mereka dapatkan dari pemerintah Belanda. Mengetahui hal tersebut, duta besar Belanda di Mesir geram, juga mengancam akan menghentikan segala bantuan biaya kepada para pemuda Indonesia itu. Para pemuda Indonesia itu tak tinggal diam. Segera… Continue reading Revolusi Kemerdekaan Indonesia dari Timur Tengah : Perjuangan Pemuda dan Pelajar di Timur Tengah (1)

Langkah Dakwah Hamka dari Masjid Al-Azhar

Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sumber foto: Tropenmuseum.

Di bawah kepemimpinan Buya Hamka, masjid jami yang dibangun di Kebayoran, di tengah wajah Indonesia baru, Jakarta. Dalam waktu singkat telah menjadi pusat dakwah dan kebangkitan muslim pertama ibukota, pada Era modern. Masjid itu diberi nama Masjid Al Azhar, pasca penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa oleh Universitas Al Azhar Mesir kepada Haji Abdul Malik… Continue reading Langkah Dakwah Hamka dari Masjid Al-Azhar

Agus Salim, Snouck Hurgronje dan Doa Ibunda

Agus Salim kecil. Sumber foto: 100 tahun Haji Agus Salim.

Lelaki tua, berpeci dan berkacamata dengan jenggot panjang menjuntai itu bukanlah pria sembarangan. Beliau salah satu founding fathers republik ini. Pria dengan seribu satu keunikan, kejeniusan tiada tanding dan jalan hidup penuh liku. Soekarno menggelarinya dengan sebutan The Grand Old Man of The Republic karena kehebatan dan jasa besarnya terhadap berdirinya negara Indonesia. Nama lahir… Continue reading Agus Salim, Snouck Hurgronje dan Doa Ibunda

Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir

Soekarno dalam Sidang BPUPKI. Sumber foto: wartakota.tribunnews.com

Tahun 1951, Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa dipanggil Buya Hamka, menulis dan menerbitkan sebuah buku kecil berjudul Urat Tunggang Pancasila. Buku tipis ini ditulis olehnya sebagai respon atas polemik dari sebuah pidato yang disampaikan oleh Soekarno, Presiden RI saat itu. Sebagaimana diuraikan diawal buku tersebut, Soekarno pada 7 Mei 1951 atau 30 Rajab… Continue reading Polemik Sila Ketuhanan di antara Soekarno, Buya Hamka, dan Natsir

Pancasila: Perjalanan Sebuah ldeologi dan Dasar Negara

Soekarno dalam Sidang BPUPKI. Sumber foto: wartakota.tribunnews.com

Kesepakatan bernegara paling krusial dan fundamental bagi bangsa Indonesia  di awal kemerdekaan ialah kesepakatan mengenai dasar negara. Pancasila oleh para pendiri negara (founding fathers) dipandang sebagai landasan falsafah yang bisa mempersatukan kebhinekaan bangsa dalam tataran konseptual dan ideal. Rumusan Pancasila yang otentik  tercantum di dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang ditetapkan pada tanggal… Continue reading Pancasila: Perjalanan Sebuah ldeologi dan Dasar Negara

Haji Agus Salim dalam Pusaran Gerakan Buruh

Haji Agus Salim di Belanda, setelah pertemuan di Jenewa, Swiss. Di tengah, Moh. Hatta yang saat itu menjadi mahasiswa di Belanda. Sumber foto: http://blog.imanbrotoseno.com/tentang-hatta/

Dikenal sebagai pahlawan nasional yang berpenampilan cukup nyentrik dengan jenggot khasnya, Haji Agus Salim masih memiliki banyak sisi lain dalam kehidupannya yang jarang diketahui. Selain dikenal sebagai diplomat ulung yang menguasai berbagai bahasa dan intelektual muslim yang membina aktivis Jong Islamieten Bond seperti Mohammad Natsir hingga Mohammad Roem, pria yang sejak lahir diberi nama Masyudul… Continue reading Haji Agus Salim dalam Pusaran Gerakan Buruh

Dari Buya Hamka ke Sukarno: Solichin Salam, Sejarawan dan Tokoh Literasi Indonesia

Solichin Salam. Sumber foto: Goodreads.com

Solichin Salam, salah satu wartawan, tokoh pers dan sejarawan terkemuka di masanya. Sepanjang hidupnya beliau mengabdi untuk kerja jurnalistik dan menulis biografi tokoh-tokoh nasional. Salah satu master piece karya Solichin Salam ialah biografi Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno Putera Fajar (PT Gunung Agung, 1966). Buku tersebut terbit di saat kekuasaan Soekarno mulai… Continue reading Dari Buya Hamka ke Sukarno: Solichin Salam, Sejarawan dan Tokoh Literasi Indonesia

Buya Hamka dan Wacana Emansipasi Perempuan

“Hak dan kewajiban yang sama antara laki-laki dengan perempuan bukanlah berarti bahwa pekerjaan yang hanya bahu laki-laki yang kuat memikulnya perempun disuruh pula memikulnya.” – Hamka. Topik tentang perempuan memang selalu asyik untuk dibahas. Membicarakan kedudukan perempuan tidak bisa dipisahkan dari pembicaraan kedudukan laki-laki. Kedudukan perempuan yang dibahas juga tidak sebatas pada bahasan terkait hak-haknya… Continue reading Buya Hamka dan Wacana Emansipasi Perempuan