Masuknya Islam ke Indonesia (3): Jejak Islam di Bahasa dan Tulisan Jawi

Surat Sultan Iskandar Muda kepada Raja James I di Inggris tahun 1615. Sumber foto: budaya-indonesia.org

Dakwah Islam menyebar dan mengakar melalui perubahan bahasa dan tulisan. Tulisan berhuruf Arab dipakai dari Sumatera hingga Maluku, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Kriteria penilaian yang keliru akhirnya juga membuat para orientalis luput menilai esensi penting dari masuk dan berkembangnya Agama Islam di Kepulauan Melayu. Islam berkembang dengan pesat di Kepulauan Melayu bukan saja mengubah struktur… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (3): Jejak Islam di Bahasa dan Tulisan Jawi

Masuknya Islam ke Indonesia (2): Islamisasi Kepulauan Melayu

Sriwijaya di Sumatera. Sumber foto: Andaya, Leonard. 2008. Leaves of the Same Tree. Honolulu: University of Hawaii Press.

Islamisasi  berhasil mengubah masyarakat di Kepulauan Melayu dan Indonesia di tengah memudarnya pengaruh Sriwijaya dan Agama Hindu-Budha. Senjakala Sriwijaya dan Penyebaran Islam Kemunduran Sriwijaya sendiri bukan terjadi dalam satu masa yang singkat. Kegiatan perdagangan yang menjadi tulang punggung kerajaan tersebut mulai menemui persaingan yang berarti. Keberadaan fasilitas di pelabuhan ekspor-impor di Palembang bukan berarti para… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (2): Islamisasi Kepulauan Melayu

Masuknya Islam ke Indonesia (1): Hadirnya Komunitas Muslim dari Arab

Lukisan Fort St George East India Company Inggris di Pantai Koromandel (1754). Sumber foto: https://collections.rmg.co.uk/collections/objects/105996.html

Ada beberapa teori tentangnya Masuknya Islam ke Indonesia. Tapi beberapa sejarawan mengabaikan fakta kehadiran masyarakat Muslim Arab sejak lama Kehadiran Islam di Indonesia menjadi satu hal yang tak terbantahkan lagi saat ini. Indonesia menjadi negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Hanya saja sebagian pihak berpendapat pengaruh Islam di Indonesia hanya sekedar lapisan tipis saja… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (1): Hadirnya Komunitas Muslim dari Arab

Tjokroaminoto dan Natsir dalam Pemikiran dan Perjuangan

Sumber foto: Tim Buku Tempo. 2013. Tjokroaminoto, Guru Para Pendiri Bangsa. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia

            H.O.S. Tjokroaminoto merupakan pahlawan nasional yang dijuluki sebagai guru bangsa karena banyak mempengaruhi pemikiran para pejuang kemerdekaan. Rumahnya di Gang Peneleh kerap kali menjadi tempat diskusi founding father bangsa ini.[i] Singkat kata, disanalah embrio bangsa Indonesia disemai dan tumbuh. Banyak yang berpendapat bahwa Tjokroaminoto adalah induk semang dari tiga ideologi; nasionalis, komunis, dan Islam,… Continue reading Tjokroaminoto dan Natsir dalam Pemikiran dan Perjuangan

Islam dan Pudarnya Pengaruh Peradaban Hindu-Budha (Selintas Gagasan K.H. Saifuddin Zuhri)

Candi Borobudur. Sumber foto: KITLV Digital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/6?q_searchfield=borobudur)

Golongan besar Islam berpandangan bahwa perkembangan Islam terjadi di masa-masa transisi kemerosotan pengaruh peradaban India di Kepulauan Melayu-Indonesia. Pandangan ini sekaligus menggarisbawahi bahwa Islam berkembang dalam keadaan yang relatif damai. Para pembawa Islam pada periode transisi ini tidak serta merta melakukan kudeta kebudaayan atau politik, sehingga mengakibatkan kehancuran peradaban Hindu-Budha yang “telah bertahan” selama kurang… Continue reading Islam dan Pudarnya Pengaruh Peradaban Hindu-Budha (Selintas Gagasan K.H. Saifuddin Zuhri)

Haji dan Perlawanan dalam Perang Banjar (1859-1906)

Lukisan sebuah Masjid di Pasaiyangan, Banjar tahun 1861 karya H.M. van Dorp. Sumber foto: Koleksi digital KITLV . http://hdl.handle.net/1887.1/item:855975

Muqaddimah Islam menunjukkan kebangkitannya di Kalimantan pada abad ke-19. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya jumlah orang-orang Banjar yang naik haji.[1] Sejarah haji sendiri di Nusantara berusia setua sejarah Islam sendiri, karena haji sendiri tak terpisahkan dari Islam, Haji merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan jika bagi mereka yang mampu. Jadi haji tak bisa dipisahkan… Continue reading Haji dan Perlawanan dalam Perang Banjar (1859-1906)

Haram Manyarah: Pangeran Antasari dan Perang Banjar

Sungai Barito di Banjarmasin tahun 1900. Sumber foto: KITLV Digital Collections. http://hdl.handle.net/1887.1/item:821788

Muqaddimah “Haram Manyarah Lawan Walanda” itulah semboyan Pangeran Antasari ketika melawan kolonial Belanda. Tekad itu terus dipegang hingga akhir hayatnya. Bagi Antasari perang melawan Belanda adalah jihad fi sabilillah. Pangeran Antasari lahir di Martapura tahun 1809, ketika lahir diberi nama Gusti Inu.[1] Ia lahir dari pasangan Pangeran Mas’ud dan Gusti Hadijah yang merupakan puteri Sultan… Continue reading Haram Manyarah: Pangeran Antasari dan Perang Banjar

Mengungkap Spirit Islam dalam Revolusi Indonesia

Buku Spirit Islam pada Masa Revolusi Indonesia karya Kevin Fogg

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa sejarah lahirnya Indonesia diupayakan dijauhkan dari pandangan Islam. Peran Islam dan kaum muslimin yang merupakan mayoritas di negeri ini dalam era kebangkitan nasional dan kemerdekaan sedapat mungkin diminimalisir. Meskipun ada upaya memunculkan peran serta kaum muslimin dan spirit Islam di masa perjuangan seperti munculnya Peringatan Hari Santri, namun hal ini… Continue reading Mengungkap Spirit Islam dalam Revolusi Indonesia

Ketika Masyumi Dibubarkan

Papan Nama Partai Masyumi pada Kampanye Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Panggung politik di tahun 1959 semakin memanas. Kedekatan Soekarno dengan PKI disertai dengan semakin tajamnya perselisihan antara pusat dengan daerah. Bagi partai-partai Islam hal ini bukan momen yang mudah. Mereka terpaksa memilih antara mengikuti konsepsi Soekarno dengan Demokrasi terpimpinnya atau terus bersikap frontal seperti yang ditempuh Masyumi. Masyumi memang tetap bersikukuh menempuh jalan yang berbahaya.… Continue reading Ketika Masyumi Dibubarkan

Jenderal Sudirman, Militer dan Umat Islam

Jenderal Sudirman di tahun 1946. Sumber foto: wikipedia

Politik dan militer di Indonesia sejatinya sulit untuk dipisahkan. Menurut pengamat militer Salim Said, slogan kembali ke barak bukanlah slogan yang tepat untuk dilekatkan pada militer di Indonesia. Sebab tentara di Indonesia lahir bukan dari pemerintah tetapi dari rakyat. (Salim Said: 1992) Di situ letak keunikan sekaligus semacam ‘dilema’ dalam politik kontemporer Indonesia. Dwi fungsi… Continue reading Jenderal Sudirman, Militer dan Umat Islam

Haluan Ekonomi Masyumi

Papan Nama Partai Masyumi pada Kampanye Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Tak ada gading yang tak retak. Demikian pribahasa yang tepat menggambarkan kondisi partai-partai politik Islam di tanah air. Tanpa menafikan kontribusi atau perjuangan partai-partai tersebut dalam pasang surutnya komitmen mereka  terhadap syariat Islam, satu hal yang seringkali luput dibicarakan adalah agenda atau program ekonomi yang menjadi haluan partai-partai Islam tersebut. Hal ini tentu pantas ditanyakan… Continue reading Haluan Ekonomi Masyumi

Peristiwa Kanigoro: Ketika Al Quran Kami Dilecehkan

Massa dalam kampanye PKI jelang pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Kumandang azan subuh masih menggantung merdu di langit Desa Kanigoro, Kediri. Sudah empat hari, pelatihan mental Pelajar Islam Indonesia (PII) itu dihelat pertengahan Januari 1965. Bulan ramadhan nan syahdu, membuat semua larut dalam khusyuk beribadah. Berdiri, rukuk dan sujud hingga salam di sepenggal subuh. Sejenak, usai shalat, beberapa anak-anak pelajar Islam ini membuka mushaf. Anas… Continue reading Peristiwa Kanigoro: Ketika Al Quran Kami Dilecehkan