“Kalau saya sering mengkritik pemerintah, bukan artinya saya tidak mengenal takut. Saya takut kepada Presiden Soeharto, saya takut kepada Pangkopkamtib Laksamana Soedomo. Tapi saya lebih takut lagi kepada Allah SWT. Kita ditugaskan oleh Allah untuk memberi ingat kepada kebenaran.” Jika berbicara tentang pembangunan ekonomi di Indonesia, maka Sjafruddin Prawiranegara merupakan salah satu sosok yang otoritatif… Continue reading Kritik Atas Korupsi Pembangunan dan Solusinya Menurut Sjafruddin Prawiranegara
Tag: Sjafruddin Prawiranegara
Tradisi Literasi Tokoh Masyumi
Tradisi Literasi Para Pemimpin Masyumi Setiap memasuki bulan suci Ramadhan, para mubaligh di setiap pelosok daerah kerap kali memperingati Nuzulul Qur’an atau peristiwa diturunkannya Al-Qur’an untuk pertama kalinya pada tanggal 17 Ramadhan. Dalam setiap mukadimah ceramah, para mubaligh sering kali mengutip surat Al-`Alaq ayat 1-5 sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw. ketika… Continue reading Tradisi Literasi Tokoh Masyumi
Penyerahan Mandat PDRI: Antara Diplomasi dan Perjuangan Bersenjata
Di Lapangan Terbang Kemayoran, Syafruddin menerangkan kepada wartawan, bahwa dia mendapat kuasa dari PDRI untuk mengembalikan mandat pemerintahan kepada Presiden Sukarno. Mandat itu mula-mula mau diserahkan dalam rapat kabinet Minggu sore itu juga, akan tetapi kemudian rencana itu dimundurkan menjadi hari Rebo, yaitu sekembalinya Menteri Susanto Tirtoprodjo dari Jawa Timur. Sjafruddin Kembali, Mingguan Siasat, 17… Continue reading Penyerahan Mandat PDRI: Antara Diplomasi dan Perjuangan Bersenjata
Haluan Ekonomi Masyumi
Tak ada gading yang tak retak. Demikian pribahasa yang tepat menggambarkan kondisi partai-partai politik Islam di tanah air. Tanpa menafikan kontribusi atau perjuangan partai-partai tersebut dalam pasang surutnya komitmen mereka terhadap syariat Islam, satu hal yang seringkali luput dibicarakan adalah agenda atau program ekonomi yang menjadi haluan partai-partai Islam tersebut. Hal ini tentu pantas ditanyakan… Continue reading Haluan Ekonomi Masyumi
Menegakkan Etika Kekuasaan: 66 Tahun Pernyataan Roem-Roijen
Pada 19 Desember1948, pagi-pagi buta, tentara Belanda menyerbu ibu kota Republik Indonesia, Yogyakarta, menangkap Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan sejumlah menteri. Serangan militer juga dilakukan Belanda tehadap ibu kota Sumatera Tengah, Bukittinggi. Bagi Belanda, serangan militer, pendudukan ibu kota dan penangkapan pimpinan pemerintahan RI, memang dimaksudkan untuk… Continue reading Menegakkan Etika Kekuasaan: 66 Tahun Pernyataan Roem-Roijen