Haji dan Perlawanan dalam Perang Banjar (1859-1906)

Lukisan sebuah Masjid di Pasaiyangan, Banjar tahun 1861 karya H.M. van Dorp. Sumber foto: Koleksi digital KITLV . http://hdl.handle.net/1887.1/item:855975

Muqaddimah Islam menunjukkan kebangkitannya di Kalimantan pada abad ke-19. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya jumlah orang-orang Banjar yang naik haji.[1] Sejarah haji sendiri di Nusantara berusia setua sejarah Islam sendiri, karena haji sendiri tak terpisahkan dari Islam, Haji merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan jika bagi mereka yang mampu. Jadi haji tak bisa dipisahkan… Continue reading Haji dan Perlawanan dalam Perang Banjar (1859-1906)

Haram Manyarah: Pangeran Antasari dan Perang Banjar

Sungai Barito di Banjarmasin tahun 1900. Sumber foto: KITLV Digital Collections. http://hdl.handle.net/1887.1/item:821788

Muqaddimah “Haram Manyarah Lawan Walanda” itulah semboyan Pangeran Antasari ketika melawan kolonial Belanda. Tekad itu terus dipegang hingga akhir hayatnya. Bagi Antasari perang melawan Belanda adalah jihad fi sabilillah. Pangeran Antasari lahir di Martapura tahun 1809, ketika lahir diberi nama Gusti Inu.[1] Ia lahir dari pasangan Pangeran Mas’ud dan Gusti Hadijah yang merupakan puteri Sultan… Continue reading Haram Manyarah: Pangeran Antasari dan Perang Banjar