Jenderal Sudirman, Militer dan Umat Islam

Jenderal Sudirman di tahun 1946. Sumber foto: wikipedia

Politik dan militer di Indonesia sejatinya sulit untuk dipisahkan. Menurut pengamat militer Salim Said, slogan kembali ke barak bukanlah slogan yang tepat untuk dilekatkan pada militer di Indonesia. Sebab tentara di Indonesia lahir bukan dari pemerintah tetapi dari rakyat. (Salim Said: 1992) Di situ letak keunikan sekaligus semacam ‘dilema’ dalam politik kontemporer Indonesia. Dwi fungsi… Continue reading Jenderal Sudirman, Militer dan Umat Islam

Tapak-tapak Perjalanan Ulama-Patriot K.H. Sholeh Iskandar

Dengan lugas, Sholeh Iskandar menyatakan keheranannya atas pendapat yang menyebut RUU-PA bertentangan dengan Pancasila. Sholeh Iskandar juga tidak memahami pendapat yang menganggap aneh jika syariat Islam masuk ke dalam hukum nasional RI. MENULIS tentang K.H. Sholeh Iskandar (1922-1992) adalah menulis tentang seorang ulama-patriot yang komitmen asasinya terhadap keislaman dan keindonesiaan sungguh-sungguh utuh, dan tanpa pamrih.… Continue reading Tapak-tapak Perjalanan Ulama-Patriot K.H. Sholeh Iskandar

Barisan Hizbullah: Peran Jihad dalam Perjuangan Kemerdekaan

Alhamdoeli’llah, kini telah terboeka djalan bagi kami dengan berdirinja Tentera ALLAH, dimana kami Peranakan Arab, diboekakan pintoe sebagai lain-lain kaoem moeslimin, berdjoeang dalam Barisan ALLAH itoe. Maka kami sebagai bekas Lasjkar P.A.I. dalam anggapan kaoem Peranakan Arab semoea sebagai Moeslim telah memandang, bahwa satoe-satoenja pintoe bagi kami sekalian telah terboeka oentoek mengoedji Iman sebagai Moeslim… Continue reading Barisan Hizbullah: Peran Jihad dalam Perjuangan Kemerdekaan