Kerangka Pikir Roehana dan Tokoh Muslimah Sezaman Untuk mengetahui apakah Siti Roehana memiliki pemikiran yang sejalan dengan tokoh muslimah Indonesia, ada baiknya kita sandingkan pemikirannya dengan beberapa tokoh muslimah sebagai berikut: a) Siti Walidah[1] Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan (l. 1872) adalah istri dari Muhammad Darwis (K.H. Ahmad Dahlan-pen.). Nyai Ahmad Dahlan sebetulnya tidak… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (4-habis)
Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (3)
Seiring berjalannya waktu, beberapa pembaca laki-laki yang mendukung SM pun turut menyumbangkan buah pikirnya.[1] Salah satu yang menarik adalah tulisan Djagal Abilowo berjudul “Perempoean” pada Soenting Melajoe No. 35 tanggal 13 September 1918. “Dalam zaman kemadjoean, abad nan kedoea poeloeh ini, boekan sadja bangsa kita laki2 jang soedah bergerak menoedjoe padang kemadjoean, mengadakan peroebahan ini-… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (3)
Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (2)
Membuka Kembali Soenting Melajoe (SM) Singkat cerita, setelah melewati berbagai diskusi panjang dengan ayah dan suaminya, Roehana pun memulai percakapan (surat-menyurat-pen.) dengan Pemimpin Redaksi Surat Kabar Oetosan Melajoe di Padang yang akrab dipanggil Datuk Soetan Maharadja. Roehana menyampaikan gagasan untuk menerbitkan suatu surat kabar khusus untuk perempuan. Ide itu diterima dengan baik oleh Datuk Soetan… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (2)
Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (1)
Muslimah yang berjuang di jalan jurnalisme dan pendidikan. Pahlawan Nasional yang belum banyak dikenal Kehidupan Awal Siti Roehana, atau yang lebih dikenal dengan Roehana Koedoes lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884. Nama belakangnya diambil dari nama suaminya, Abdul Koedoes, seorang anggota pergerakan perlawanan Belanda. Roehana Koedoes merupakan kakak tertua dari Sutan… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (1)
Asal-Usul istilah “Santri”
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak lembaga pendidikan yang khas dengan nuansa Islam. Dari sekian banyak lembaga pendidikan yang khas itu, pesantren adalah yang paling terkenal dan terdengar akrab di telinga kita. Sejarah panjang perjuangan lahirnya Indonesia pun, tidak bisa dilepaskan dari peran santri, sebutan bagi mereka yang tinggal di… Continue reading Asal-Usul istilah “Santri”
Panglima Batur: Panglima Dayak Islam
Suku Dayak merupakan salah satu suku yang mendiami pulau Kalimantan. Jumlah mereka kurang lebih diperkirakan 3.000.000 jiwa pada tahun 1986.[i] Suku Dayak juga memiliki banyak sub-suku, dalam beberapa penelitian menyebutkan ada 7 sub-suku Dayak dan yang lainnya menyebutkan hingga 18 sub-suku. Masyarakat dalam suku Dayak juga memeluk berbagai agama: Kaharingan[ii], Kristen, dan juga Islam.… Continue reading Panglima Batur: Panglima Dayak Islam
Pengetauan dan Kolonialisme (2): Raffles dan Studi Muslim di Jawa
“Saya percaya tidak ada orang yang menguasai informasi tentang Jawa lebih dariku.”[1] – Sir Thomas Stamford Raffles Bersama Radermacher, Thomas Stamford Raffles menjadi bagian dari jejaring Freemason di Jawa. Ia diinisiasi menjadi Tingkat Dua dalam sebuah upacara di Loji ‘Virtutis et Amitis Amici’ di Pondok Gedeh, dekat Bogor. Loji tersebut dimiliki oleh Nicolaus Engelhard (1761-1831).… Continue reading Pengetauan dan Kolonialisme (2): Raffles dan Studi Muslim di Jawa
Pengetahuan dan Kolonialisme (1): V.O.C. dan Muslim di Nusantara
“Orang Ternate adalah umat Muhammad dan kita umat Kristen. Mereka itu pembohong dan sekaligus bermuka dua, tidak berkewajiban (demikian pernyataan mereka) untuk menepati sumpah dan janji-janji mereka kepada umat Kristen. Mereka itu angkuh, congkak, kejam dan pembunuh. Kendati jumlah mereka sedikit, yang mereka lakukan tak lain adalah Tindakan yang kejam terhadap berbagai bangsa di dekatnya… Continue reading Pengetahuan dan Kolonialisme (1): V.O.C. dan Muslim di Nusantara
Majalah Dewan Islam edisi Januari 1941
Majalah Dewan Islam ini kami pilih sebagai koleksi #PustakaUmat karena mewakili satu wilayah dari Sumatera Utara. Dewan Islam dipimpin oleh M. Arsyad Thalib Lubis (1908-1972). Ia adalah salah seorang ulama kenamaan dari Sumatera Utara yang juga salah seorang pendiri ormas Islam Al Jami’yatul Al Washliyah. Salah satu ciri khasnya adalah kedalaman ilmunya di bidang krsitologi.… Continue reading Majalah Dewan Islam edisi Januari 1941
Pesantren Bergerak!: Tiga Ibroh Kaum Santri pada Tiga Zaman
Pesantren menyiapkan jalan kehidupan spiritual bagi para santri muda. Dalam menjalani proses ini, seorang santri tidak dipaksa mendekam dalam penjara imajinasi; tapi sebaliknya kepekaan sosialnya dipupuk dan intelektualitasnya terbentuk. Dari bilik-bilik pesantren, seorang santri menata pandangan terhadap dunia yang terdapat di luar tembok pesantren. Ia bukan berjarak dalam bayangan dunia itu, tapi melalui latihan untuk… Continue reading Pesantren Bergerak!: Tiga Ibroh Kaum Santri pada Tiga Zaman
Mengenang Pak Siddik: “Tugas Ini Sangat Berat”
Innalillahi wa innailaihi rajiuun. Telah meninggal dunia, Bapak Mohammad Siddik, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Periode 2015-2020. Berikut sepenggal kenangan, dan catatan penulis tentang sosok pejuang dakwah yang karib disapa Pak Siddik. Selamat membaca: Drs. Mohammad Siddik, MA , lahir di Kuala Simpang, Aceh, pada 15 Januari 1942. Memulai pendidikan formal di Sekolah… Continue reading Mengenang Pak Siddik: “Tugas Ini Sangat Berat”
Masuknya Islam ke Indonesia (4): Pasai sebagai Mercusuar Islamisasi
Di masa lalu Kesultanan Pasai menjadi pusat keilmuan Islam. Dari Pasai, tulisan Jawi menyebar ke berbagai penjuru negeri bersama karya-karya para ulama. Menurut Uka Tjandrasasmita, kemajuan dan kesinambungan penggunaan tulisan Jawi nampak jelas di abad ke-17.[1] Tetapi sebenarnya, perkembangan tulisan Jawi telah dimulai sejak hadirnya Kesultanan Samudra Pasai di Sumatera. Hermansyah dalam Kesultanan Pasai Pencetus… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (4): Pasai sebagai Mercusuar Islamisasi