Tidak Boleh Menjeboet Kafir?

Surat Kabar Pedoman Masjarakat, 30 Agustus 1939. Sumber: koleksi Perpustakaan Nasional / Zaki F.

Artike ini dimuat sebagai tanggapan redaksi dari surat kabar Pedoman Masjarakat. Surat kabar yang terbit di Medan ini dipimpin oleh Buya Hamka sebagai hoofdredacteur (Pemimpin Redaksi) dan Yunan Nasution sebagai redakturnya. Pedoman Masjarakat pada masanya merupakan salah satu surat kabar dengan oplah tertinggi hingga 4 ribu eksemplar. Artikel ini terbit pada 20 Agustus 1939, tahun ke-5… Continue reading Tidak Boleh Menjeboet Kafir?

Natsir dan Imaji Tentang Negara

Moh Natsir. Sumber foto: Howard Sochurek. Time Life Photo Collections

Du choc des opinions jaillit la verite. Karena perbenturan pendapat, terbersitlah kebenaran. Peribahasa Perancis tersebut menjadi semangat Muhammad Natsir ketika menyampaikan perlunya Islam sebagai dasar negara dalam sidang Konstituante 1957. Natsir mewakili Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dengan penuh percaya diri menyatakan kehendaknya supaya negara Republik Indonesia ini berdasarkan Islam. Dalam pidatonya, Natsir mengutarakan sanggahannya… Continue reading Natsir dan Imaji Tentang Negara

Moh. Natsir: Hayat dan Perjuangannya

M. Natsir dalam Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek. Time Life Photo Collections. https://artsandculture.google.com/asset/indonesian-elections

Tak ada suatu bangsa yang terbelakang menjadi maju melainkan sesudahnya mengadakan dan memperbaiki didikan anak-anak dan pemuda mereka. -Mohammad Natsir Mohammad Natsir merupakan seorang maestro dakwah yang lahir dan tumbuh dalam suasana pergerakan Islam. Ia lahir di Alahan Panjang, Sumatera Barat pada 17 Juli 1908 dan wafat di Jakarta pada tanggal 06 Februari 1993. Ia merupakan… Continue reading Moh. Natsir: Hayat dan Perjuangannya

Hamka. antara Toleransi dan Prinsip Beragama

Belakangan ini wacana deradikalisasi agama yang memuat tema diantaranya toleransi agama, kembali disuguhkan kepada umat Islam di Indonesia. Meskipun hal tersebut sebenarnya bukan merupakan problem pokok dalam beragama, namun pemerintah melalui Kementrian Agama menjadikannya program utama dalam masa kepemimpinannya. Toleransi yang seringkali dikampanyekan dan diajarkan kepada umat Islam, dalam beberapa masa, menurut tokoh ulama dan… Continue reading Hamka. antara Toleransi dan Prinsip Beragama

Konsep Pendidikan Islam M. Natsir

Sekolah Guru Putri. Foto diperkirakan dari tahun 1950-an. Sumber Foto: Muh. Natsir dan Nasroen A.S, Hidup Bahagia. Penerbitan Vorkink-Van Hoeve: Bandung

Muqaddimah Ketika antara Mohammad Natsir dan cita-citanya (gelar Meester in de Rechten) semakin dekat, keinginan dan orientasi Natsir justru berubah, ia ingin segera berkhidmat kepada Islam secara langsung dan memberikan manfaat kepada masyarakat agar dapat mengangkat derajat masyarakat yang ditindas penjajah. Walaupun demikian sebagai anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya tak lupa Natsir berkirim surat… Continue reading Konsep Pendidikan Islam M. Natsir

Haji Agus Salim Di Antara Islam dan Negara

Sukarno bersama Haji Agus Salim. Sumber foto: Koleksi digital Tropenmuseum.

“…pada umumnya sudah selesai (pertikaian hukum adat dan Islam). Sehingga kalau boleh dikatakan dengan jernih dan tegas pertikaian adat di Minangkabau sudah selesai, bisa ditentukan dasar hukum adat dan di mana dasar hukum agama. Jadi, itu satu perkara yang tidak akan menerbitkan kekacauan sebagaimana disangkakan. Kedua, wajib umat Islam menjalankan syariat, biarpun tidak ada Indonesia… Continue reading Haji Agus Salim Di Antara Islam dan Negara

Islam—Wujud ‘Sosialisme Religius’ yang Sempurna di mata Tjokroaminoto

Pada abad ke-15, dunia—seperti temuan Karl Marx—pertama kali mengenal ideologi kapitalisme. Dibidani oleh Martin Luther yang memberi dasar teologis, Benjamin Franklin yang memberi dasar filosofis, dan Adam Smith yang memberi dasar ekonomi, ruh kapitalisme segera menyebar ke seluruh dunia melalui kolonialisme dan menghadirkan kemiskinan di wilayah jajahan[1]. Di sisi lain, kapitalisme juga membuat dunia dijangkiti… Continue reading Islam—Wujud ‘Sosialisme Religius’ yang Sempurna di mata Tjokroaminoto

Menimbang “Islam dan Sosialisme” : Sebuah Tinjauan karya H.O.S. Tjokroaminoto

Sumber foto: Tim Buku Tempo. 2013. Tjokroaminoto, Guru Para Pendiri Bangsa. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia

Tulisan ini berisi penelaahan serta komentar atas pemikiran Tjokroaminoto mengenai sosialisme Islam sebagaimana ia tuangkan dalam bukunya Islam dan Sosialisme yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1924. Namun, sebelum membahas pemikiran Tjokro, penting pula kita membahas sekilas bagaimana perkembangan kondisi sosial, politik, dan ekonomi Hindia Belanda saat itu; siapa dan apa peran penting Tjokro sehingga… Continue reading Menimbang “Islam dan Sosialisme” : Sebuah Tinjauan karya H.O.S. Tjokroaminoto

Jalinan Tasawuf dan Dakwah dalam Timbangan Hamka

Nuova Carta delle Isole di Sunda come Borneo Sumatra e Iava Grande. Peta Jawa, Kalimantan dan Sumatera oleh Isaak Tirion (1740). Sumber foto: https://stock-images.antiqueprints.com/stock/asia-maps.html

“jika cinta telah tertumpah ke dunia, maka pudarlah jalan kepada Allah. Tetapi apabila cinta telah tertumpah kepada Allah, menjadi tempat singgah sementara sajalah dunia itu.” – Hamka Hubungan antara tasauf dan dakwah menurut Hamka telah terjalin sejak masa-masa awal masuknya Islam ke berbagai bangsa atau wilayah. Peranan tasawuf sangat besar dalam membawa masyarakat menerima Islam… Continue reading Jalinan Tasawuf dan Dakwah dalam Timbangan Hamka

Hamka: Ahlusunnah atau Syi’ah Pertama Kali di Nusantara?

Pantai Malabar dalam peta Carte des Côtes de Malabar et de Coromandel karya Guillaume de L'Isle tahun 1745. Sumber foto: https://digitalcollections.lib.washington.edu/digital/collection/maps/id/81/

Teori tentang masuknya Islam di Nusantara telah menjadi perhatian dan penelitian panjang para intelektual dan orientalis di Indonesia, untuk menggali akar sejarah dan nilai kebudayaan Islam serta pengaruhnya di Nusantara. Diantara beberapa penelitian atau teori yang pernah muncul, bahwa Islam di Nusantara pertama kali masuk dari Hindia, China dan Persia. Islam yang disebutkan datang dari… Continue reading Hamka: Ahlusunnah atau Syi’ah Pertama Kali di Nusantara?

Politik Asosiasi Pendidikan Pemerintah Hindia Belanda

Sekolah Belanda, MULO (MEER UITGEBREID LAGER ONDERWIJS) di Solo. Sumber foto:http://collectie.wereldculturen.nl

Pendidikan Islam di Nusantara telah hadir sejak masa awal proses Islamisasi walaupun dalam bentuk yang amat tradisional dan sederahana. Belum ada lembaga formal dan modern yang muncul dalam sistem pendidikan Islam masa itu di Nusantara meskipun di Timur Tengah dahulu sebagai pusat peradaban Islam telah muncul berbagai lembaga pendidikan madrasah hingga universitas dan perpustakaan yang… Continue reading Politik Asosiasi Pendidikan Pemerintah Hindia Belanda

“INDONESIA MERDEKA” Dipandang dari Soedoet Ke Islaman

Surat kabar Soeara Asia, 6 Oktober 1944. Sumber foto: Koleksi pribadi Rony Widyanti

Artikel ini adalah sebuah tulisan dari K.H. Hasyim Asy’ari, menanggapi janji kemerdekaan dari Pemerintah Jepang pada tahun 1944. Terbit di surat kabar Soeara Asia pada 6 Oktober 2604 atau 1944. “INDONESIA MERDEKA” Dipandang dari Soedoet Ke Islaman Oleh: K.H. Hasjim Asj’ari Djoem’at Legi, 6 Oktober 2604 Melihat tiada hentinja Perajaan jang diadakan oleh sekalian pendoedoek Djawa,… Continue reading “INDONESIA MERDEKA” Dipandang dari Soedoet Ke Islaman