Sambil menunggu presiden dan wakil presiden dilantik, kita dipertontonkan adegan antiklimaks. Sosok yang waktu kampanye sering “menyerang”, kini tersenyum, bersalaman, cipika cipiki, duduk, ngobrol, dan makan bareng dengan yang “diserang”. Jelas penonton ada yang kecewa. “Rekonsiliasi macam apa ini!” Tapi ada juga yang gembira. “Pertemuan yang mempersatukan bangsa”. Adegan antiklimaks ini mengembuskan isu bakal berkoalisinya… Continue reading Kala Bung Hatta Menjadi Oposisi
KH Hasyim Asy’ari: Ideologi Politik Islam
Tulisan di bawah ini merupakan pidato pendiri Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam resepsi Muktamar Masyumi pertama di Solo pada 13 Februari 1946 yang saat itu menjadi Ketua Majelis Syuro Masyumi. Transkrip pidato tersebut kemudian dimuat dengan judul “Ideologi Politik Islam” di pembukaan buku “Kumpulan Anggaran Dasar” yang diterbitkan oleh Usaha Penerbitan “Ansor” yang… Continue reading KH Hasyim Asy’ari: Ideologi Politik Islam
A.Hassan, Pribadi Simpatik Di Balik Kritik Yang Tajam
“Saya benar-benar tidak menyangka, A.Hassan yang demikian keras dalam tulisan-tulisannya, kiranya seorang tuan rumah penerima tamu yang paling empuk dan baik” inilah kesaksian Z.A. Ahmad[1] terhadap A.Hassan yang ramah dalam memuliakan dirinya sebagai tamu. A. Hassan adalah seorang tokoh Persatuan Islam (Persis) yang lahirkan pada tahun 1887 di Singapura. Ia disebut-sebut sebagai Trio Reformer Islam… Continue reading A.Hassan, Pribadi Simpatik Di Balik Kritik Yang Tajam
Ilmu dan Pelajaran Agama Hamka
“Permulaan perjalanan dinamai fitrah, akhir perjalanan dinamai Islam” – Buya Hamka Belakangan ini terdengar isu akan dihapuskannya pelajaran agama dari sekolah-sekolah. Benar atau tidaknya wacana tersebut, yang pasti akan menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan, terlebih hal tersebut terjadi disaat kesadaran masyarakat muslim dan tren semakin banyaknya orang tua yang lebih memilih memasukkan anak-anaknya… Continue reading Ilmu dan Pelajaran Agama Hamka
Natsir dan Perjuangan Media Islam (bagian 2)
Ia dikenal lama sebagai Menteri Penerangan sejak Kabinet Sjahrir. Di sana ia meletakkan dasar-dasar Kementerian Penerangan. Tetapi perannya dalam dunia komunikasi dimulai sejak belia ketika ia menjadi penulis yang perfeksionis. Penulis yang Perfeksionis Taufiq Ismail, seorang budayawan dan sastrawan Indonesia yang ayahnya (Ghoffar Ismail) merupakan sahabat Natsir, memberikan kesaksiannya mengenai Natsir yang menurutnya adalah… Continue reading Natsir dan Perjuangan Media Islam (bagian 2)
Natsir dan Perjuangan Media Islam (Bagian 1)
“Beliau itu adalah seorang guru bangsa, pendidik umat, mujahid dakwah, pejuang, politikus, negarawan.” – Taufik Ismail, Budayawan Mohammad Natsir adalah seorang negarawan multitalenta yang semasa hidupnya memberikan keteladanan dan sepeninggalnya mewariskan kebermanfaatan dalam beberapa bidang kehidupan. Ketokohan Natsir diakui oleh seorang sejarawan yang mengajar di Universiteit van Amsterdam, Geert H. Janssen. Dalam bukunya yang berjudul… Continue reading Natsir dan Perjuangan Media Islam (Bagian 1)
Firdaus AN dan Tirani Penguasa
“Awal pemuda yang beroposisi kepada saya di istana saya.” Itulah yang dikatakan Soekarno kepada Asa Bafaqih[1] mengenai pidato Firdaus AN di istana negara. [2] Firdaus Ahmad Naqib atau yang dikenal dengan Firdaus AN adalah pemuda kelahiran 20 Agustus 1924 di Kampung Kukuban Maninjau, Sumatera Barat. Sejak muda aktif dalam berbagai organisasi di samping meneruskan kuliahnya… Continue reading Firdaus AN dan Tirani Penguasa
Tulisan yang Mempertemukan Hamka
“Boleh dikatakan bahwa Pedoman Masyarakat lah yang telah banyak menghubungkan kami.” – Hamka Saat Buya Hamka mendapatkan kesempatan memimpin Majalah “Pedoman Masyarakat” di Medan, maka ketika itu pula nama Hamka mulai dikenal dan bertemu pemikiran dengan kalangan luas. Jika sebelumnya Hamka pernah memimpin beberapa majalah sendiri yang tidak berjalan lama, “Khatibuh Ummah” (1925) hanya tiga… Continue reading Tulisan yang Mempertemukan Hamka
Islam dan Betawi dalam Lintasan Sejarah
Di Batavia dahulu, Orang Selam adalah sebutan pembeda orang Betawi dari kelompok etnis lain. R. A. Sastradama, seorang turis lokal dari Surakarta yang berkunjung ke Batavia tahun 1870 menuturkan bahwa pendudukan kota itu umumnya menyebut diri orang Selam. Istilah Selam adalah pengucapan lokal untuk kata Islam Suku/etnis Betawi adalah salah satu suku/etnis yang ada… Continue reading Islam dan Betawi dalam Lintasan Sejarah
Hamka: Islam dalam Bahasa dan Kebudayaan Melayu
“Melayu tanpa Islam hilang ,,me”nya, dan layulah dia. Minangkabau tanpa Islam hilang ,,minang”nya, jadi kerbaulah dia.” Para orientalis Barat melalui sistem pendidikan dan keilmuannya, telah lama mencoba untuk mengasingkan dan memberi stigma negatif terhadap Islam pada masa kolonial Belanda. Belanda diantaranya telah berupaya untuk menghilangkan istilah dan simbol-simbol yang berbau Islam, serta menyatakan bahwa Islam… Continue reading Hamka: Islam dalam Bahasa dan Kebudayaan Melayu
Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila
Bulan Juni menjadi bulan spesial bagi Indonesia. Pertama, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Pancasila. Kedua pada tanggal 22 Juni sebagian masih mengingatnya sebagai hari Piagam Jakarta. Keduanya bertalian sangat erat. Meski di benak masyarakat keduanya seakan-akan hadir bertentangan, padahal jika dicermati keduanya adalah kelanjutan dan perkembangan ketimbang pertentangan. Pertentangan ini bisa… Continue reading Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila
Syari’at Islam dan Piagam Jakarta di Mata Hamka
Prof. Dr. Hazairin S.H, seorang ahli hukum yang telah terkenal dalam pengetahuannya tentang hukum Indonesia, memberikan pernyataan yang dikutip oleh Buya Hamka, bahwasanya Piagam Jakarta yang ditetapkan tanggal 22 Juni 1945, dan disebut Presiden Soekarno menjiwai keseluruhan Undang-Undang Dasar 1945, merupakan sebab utama dan hukum yang kuat bagi timbulnya Proklamasi 17 Agustus 1945. Ia… Continue reading Syari’at Islam dan Piagam Jakarta di Mata Hamka