Menambang Uang dari Perang – 3

Peluru yang dimuntahkan kapal Citadel van Antwerpen pada bulan Maret menandai pecahnya perang Aceh. Tetapi pertanyaaannya, mengapa Belanda menyerang Aceh? Jawabannya, tentu saja terletak pada keuntungan-keuntungan yang akan didapat dari penguasaan terhadap Aceh. Sejak 1870, atau 3 tahun sebelum perang Aceh, Terusan Suez telah dibuka. Hubungan dengan Eropa menjadi lebih cepat. Jika sebelumnya memakan waktu… Continue reading Menambang Uang dari Perang – 3

Babak Ke Dua Perang Aceh – 4

18 Mei 1873. Groningen, sebuah kota di Belanda dikunjungi tamu yang spesial. Raja Willem III. Raja tersebut menemui seorang pria. Ayah dari Johan Harmen Rudolf Köhler. Mayor Jenderal yang mati ditangan pejuang Aceh. Kunjungan belasungkawa itu diabadikan dalam bentuk litografi oleh J.W. Egenberger. Kematian Köhler juga diabadikan oleh penyair J.J. A. Gouverneur. Ia menuliskan; Ada… Continue reading Babak Ke Dua Perang Aceh – 4

Babak Pertama Perang Aceh – 2

Picture 033

6 April 1873, Pasukan Pendarat melakukan pengintaian ke wilayah Aceh. Dua hari kemudian barulah pasukan Belanda turun ke pantai Aceh.[1] Menjejakkan kaki mereka pertama kali di Bumi Aceh untuk memulai satu perang yang tak pernah mereka alami sebelumnya. Belanda mendarat di Pantai Aceh dengan membawa rombongan besar. Mereka mengirimkan tiga ribu orang. Sekitar seribu orang… Continue reading Babak Pertama Perang Aceh – 2

Meletusnya Perang Aceh – 1

Kapal Perang Djambi. Sumber foto: maritiemdigitaal.nl

Adat ban adat hukom ban hukom, adat ngon hukom sama kembar; tatkala mufakat, adat ngon hukom, nanggroe senang hana goga (adat menurut adat, hukum syariat menurut hukum syariat, adat dengan hukum syariat sama kembar; tatkala mufakat adat dengan hukum itu negeri senang tiada huru-hara) – Teungku Chik Kutakarang dalam kitab Tadhkirat al-Radikin (1889)[1] Kesultanan Aceh… Continue reading Meletusnya Perang Aceh – 1

Mengenang Ibu Rahmah El-Yunusiyah: Patah Tumbuh Hilang Berganti

M. Natsir dihadapan peserta peringatan 55 tahun Diniyah Putri Padang Panjang. Sumber: Buku Peringatan 55 tahun Diniyah Putri Padang Panjang. Koleksi Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamadun.

Tulisan ini adalah kesan Moh. Natsir pada Rahmah El Yunusiyah di hadapan Keluarga Besar Pesantren Diniyah Putri Padang Panjang, tanggal 8 Maret 1969. Amanah ini dimuat dalam buku Peringatan 55 tahun Diniyah Putri Padang Panjang.  Selamat membaca! Pendahuluan Dalam mengenang Almarhumah ibu Rahmah El Yunusiyah dan perjuangan beliau, teringat saya kepada waktu saya datang ke Padang… Continue reading Mengenang Ibu Rahmah El-Yunusiyah: Patah Tumbuh Hilang Berganti

Warisan Gus Sholah

Sumber foto: Rizki Lesus

Sepenggal senja sekitar tahun 2011 atau 2012 – ketika saya masih menimba ilmu di Bandung- di antara Amphiteater dan Galeri Labtek IX B Gedung Arsitektur ITB, , ada pemandangan tak biasa. Seorang tokoh nasional, pengasuh Pondok Tebu Ireng, KH Ir. Shalahuddin Wahid atau yang dikenal sebagai Gus Sholah tampak sedang menikmati suasana bersama beberapa orang… Continue reading Warisan Gus Sholah

Di Balik Capita Selecta M. Natsir

Mohammad Natsir jang lahir di Alahan Pandjang Soematra Barat itoe, bukan sadja seorang pahlawan dalam bidang politik sebagaimana jang dikenali masjarakat pada oemoemnja. Djauh sebeloem ia berkiprah di lapangan perdjoeangan, baik itoe perdjoeangan pendidikan, politik dan da’wahnja, ia ternjata adalah seorang penoelis jang mahir dan mampu mengomentari berbagai matjam persoalan jang terdjadi. Di antara permoelaan… Continue reading Di Balik Capita Selecta M. Natsir

Teuku Mansoer Leupueng: Lentera Harmoni Barat dan Timur

Kediaman Gubernur Aceh di Kutaraja. Sumber foto: Koleksi Digital Tropenmuseum

Ingatan masa kecilku melayang jauh ke tahun 1990an. Padang Sakti-Lhokseumawe tempatku tumbuh besar itu menyaksikan setidaknya dua hal. Yang pertama, menara-menara gas dari perusahaan Arun LNG yang menjulang tinggi, terus mengepul disiang hari dan membakar terang dimalam hari. Yang kedua, pagi yang ditemani oleh bule-bule berambut pirang nan-gendut yang singgah di kedai lokal untuk sekedar… Continue reading Teuku Mansoer Leupueng: Lentera Harmoni Barat dan Timur

Pakar Kebudayaan Jawa Ungkap Sejarah Penginjilan dan Deislamisasi Kebudayaan Jawa

Arif Wibowo. Foto oleh: Sarah Mantovani

Yayasan Bentala Tamaddun pada Sabtu malam, 18 Januari 2020, melanjutkan diskusi keilmuannya melalui Majelis Bentala Syuhada (MBS) yang dilaksanakan di aula Masjid Syuhada, Kotabaru, Yogyakarta. Diskusi kali ini menghadirkan Pakar Kebudayaan Jawa Arif Wibowo, S.P., M.P.I. yang juga Pendiri Laboratorium Dakwah (Labda) Ki Ageng Selo dan mengangkat tema “Penginjilan Budaya: Kristenisasi dan Deislamisasi Kebudayaan Jawa”.… Continue reading Pakar Kebudayaan Jawa Ungkap Sejarah Penginjilan dan Deislamisasi Kebudayaan Jawa

Rahmah el Yunusiyyah Pejuang Pendidikan Kaum Wanita

Rahmah el Yunusiyyah bersama alumni perguruannya di Batavia, tahun 1935. sumber foto: Rahmah el Yunusiyyah dan Zainuddin Labay el Yunusy, Dua Bersaudara Tokoh Pembaharu Sistem Pendidikan di Indonesia (1991)

Sosok dan pemikiran wanita ini memberikan inspirasi bagi majunya pendidikan Islam di Indonesia, hingga dunia. Syaikh Abdurrahman Taj, Rektor Universitas al Azhar Kairo Mesir bahkan mengundangnya pada tahun 1957 dan memberikan anugerah berupa gelar Syaikhah dari Universitas al Azhar untuk pertama kalinya bagi seorang wanita. Berkat jasa dan keteladannya dalam mendirikan sekolah Islam dan memajukan… Continue reading Rahmah el Yunusiyyah Pejuang Pendidikan Kaum Wanita

Menuntut Ilmu Butuh Ilmu : Tinjauan Kitab Adabul ‘Alim wa al-Muta’alim karya KH. Hasyim Asy’ari

Salah satu elemen fundamental dalam Islam menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah ilmu pengetahuan.[1] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ilmu pengetahuan atau sains berarti pengetahuan sistematis yang diperoleh dari suatu observasi, penelitian dan uji coba yang mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu yang sedang diselidiki dan dipelajari.[2] Namun, lebih jauh dari definisi… Continue reading Menuntut Ilmu Butuh Ilmu : Tinjauan Kitab Adabul ‘Alim wa al-Muta’alim karya KH. Hasyim Asy’ari

Jalan Pembaruan Abdul Karim Amrullah

Padang Panjang, Sumatera Barat. Sumber foto: Koleksi Online Tropenmuseum.

“Jangan terlalu mewah, Karno! Kalau hidup pemimpin terlalu mewah, segan rakyat mendekati!” – Haji Abdul Karim Amrullah kepada Sukarno Pasca kepulangan Abdul Karim Amrullah dari Mekkah, ia menjadi pelopor kebangkitan kaum muda dan tokoh Muhammadiyah di Minangkabau. Minangkabau khususnya dan Sumatera umumnya, bagi Abdul Karim ketika itu sedang karam di dalam kebekuan beragama. Pemahaman yang saat… Continue reading Jalan Pembaruan Abdul Karim Amrullah