Pendidikan Kolonial di Mata Buya Hamka

Sekolah MULO di Surakarta. Sumber foto: Tropenmuseum

“Akhirnya setelah sampai sekolah tinggi, mulailah diajarkan “Agama Islam” dari segi “ilmu pengetahuan” Barat, pendapat profesor anu, kupasan sarjana fulan, yang isinya ialah memandang Islam sebagai pandangan orang lain. Maka tidaklah kita heran kelak apabila mereka ini keluar dari dalam sekolahnya, rengganglah minyak dengan air. Bertemulah kita dengan orang Belanda yang lebih dari Belanda. Orang… Continue reading Pendidikan Kolonial di Mata Buya Hamka

Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’

Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesian, pada tanggal 18 Agustus 1945, digelarlah rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam rapat itu, PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan dan menetapkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Namun, kekecewaan kemudian merebak di kelompok Islam. Sebab, mereka harus menerima kompromi demi pembentukan negara Indonesia yang mereka cita-citakan… Continue reading Tertipu ‘Tan Tjeng Bok’

Dinamika Partai Islam di masa Demokrasi Liberal

Kampanye Partai Masyumi pada pemilu 1955. Sumber foto: Time Life

Islam dan Politik memang dua hal yang tidak dapat dipisahkan bahkan sejak kehadiran Islam itu sendiri di Nusantara di mana pada proses perkembangannya mulai muncul penguasa-penguasa dan institusi politik Islam. Dampaknya menurut Azyumardi Azra dalam bukunya Renaisans Islam Asia Tenggara, teciptanya suatu bahasa politik Islam tersendiri di wilayah Nusantara yang sumbernya berasal dari bahasa Arab… Continue reading Dinamika Partai Islam di masa Demokrasi Liberal

Kecenderungan Santri dalam Kelompok Sosio-Kultural di Jawa

Santri Pesantren Denayar tahun 1970. Sumber foto: Karel Steenbrink, KITLV Digital Media Library (http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced/start/13?q_searchfield=pesantren)

Pada 31 November 2000, sejarawan Universitas Gadjah Mada, Prof. Djoko Suryo mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Tradisi Santri dalam Historiografi Jawa: Pengaruh Islam di Jawa”, dalam sebuah seminar bertajuk Seminar Pengaruh Islam dalam Budaya Jawa. Dalam makalah tersebut, Prof. Djoko Suryo memaparkan bahwa tradisi santri telah menjadi inti dari apa yang disebut sebagai Tradisi Besar (Great… Continue reading Kecenderungan Santri dalam Kelompok Sosio-Kultural di Jawa

Lika-Liku Politik NU

“Pak Mahfud orang yang belum pernah menjadi kader NU,” ujar Said Agil Siradj, Ketua PBNU. Pernyataan tadi menjadi lonceng pupusnya peluang Mahfud M.D. menjadi Calon Wakil Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2019. Jokowi akhirnya lebih memilih K.H. Ma’ruf Amin sebagai calon wakilnya. Apa daya, kemeja putih yang sudah disiapkan Mahfud untuk deklarasi tak jadi dipakai… Continue reading Lika-Liku Politik NU

Pangeran Diponegoro dan Meletusnya Perang Jawa

Lukisan Diponogor oleh A.J. Bik tahun 1830. Sumber: Memory of The Netherlands/ https://www.geheugenvannederland.nl

“Pangeran Diponegoro berada tidak jauh dari situ sambil menunggang kuda hitam yang indah dengan perlengkapan berkuda sangat bagus. Ia berbusana seluruhnya putih dengan gaya Arab.” Kolonialisme di nusantara tidak tak akan bercokol tanpa tangan pribumi yang menghamba pada kekuasaan asing. Termasuk ketika sejarah merekam cengkraman kolonialisme di tanah Jawa pada abad ke-19. Di Jawa, kolonialisme… Continue reading Pangeran Diponegoro dan Meletusnya Perang Jawa

Pahitnya Kopi dan Kolonialisme di Indonesia

Preanger Stelsel. Sumber foto: Koleksi online Tropenmuseum

Di Instagram ada 2.3 juta kiriman dengan tagar #Kopi. Ada 800 ribu lebih kiriman tagar #Ngopi. Deretan foto berbagai sudut dan jenis kopi setiap hari muncul di lini masa media sosial. Generasi milenial disebut begitu boros menghabiskan uang untuk secangkir kopi. Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan meminta generasi milenial mengurangi jajan kopi agar bisa menyusun… Continue reading Pahitnya Kopi dan Kolonialisme di Indonesia

Haji Agus Salim dan Akar Intelegensi Muslim Indonesia

Haji Agus Salim

Masyudul Haq adalah nama yang diberikan oleh Angku Sutan Mohammad Salim kepada anaknya yang baru lahir pada hari itu, 8 Oktober 1884. Terinspirasi dari seorang tokoh utama dari buku yang kala itu dia sedang baca, dengan satu harapan bahwa sang anak kelak semoga menjadi seorang pembela kebenaran sesuai dengan namanya. Namun bayi yang tumbuh dewasa… Continue reading Haji Agus Salim dan Akar Intelegensi Muslim Indonesia

Published
Categorized as Artikel

1832: Pembantaian oleh Amerika di Kuala Batu, Aceh

Penyerangan di Kuala Batu. Sumber: Wikipedia

“Perempuan-perempuan terbunuh dengan tekad mengangkat senjata saat melihat suami-suaminya terhempas dikakinya…” The New York Evening Post, 5 July 1832 Dalam halaman yang sama, rekaman insiden berlanjut, “John L Dubois, korporal kapal…, dilukai oleh perempuan Melayu saat penyerangan benteng benteng. Perempuan ini bersama dengan orang India, barangkali suaminya, yang diserang dan dibunuh oleh Dubois. Sesaat setelah… Continue reading 1832: Pembantaian oleh Amerika di Kuala Batu, Aceh

Pemikiran M.Natsir tentang Prinsip-Prinsip Kenegaraan Islam untuk Indonesia

M. Natsir. (Sumber foto: KITLV Digital Image Library http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced?q_searchfield=natsir)

Abstrak Natsir dikenal sebagai tokoh gerakan Islam, baik politik maupun dakwah, yang sangat membela ideologi Islam. Ada yang menyangka pemikirannya dalam masalah kenegaraan sama seperti gerakan NII Kartosuwiryo yang anti-RI atau pemikiran yang ingin merevitalisasi khilafah secara revolusioner yang juga anti-RI. Untuk itu, tulisan ini ingin mengungkap bagaimana sebetulnya gagasan politik Islam Natsir, khususnya dalam… Continue reading Pemikiran M.Natsir tentang Prinsip-Prinsip Kenegaraan Islam untuk Indonesia

‘Persahabatan’ Haji Hasan Mustapha dan Snouck Hurgronje

Buku “Informan Sunda Masa Kolonial : Surat-Surat Haji Hasan Mustapa untuk C. Snouck Hurgronje dalam Kurun 1894-1923” karya Jajang A. Rohmana terbitan Octopus ini memiliki tebal 323 halaman yang terbagi kedalam enam bagian. Sumber yang digunakan penulis diambil dari surat-surat yang dikirimkan oleh Haji Hasan Mustapa kepada C. Snouck Hurgronje pada kurun waktu tersebut berkode… Continue reading ‘Persahabatan’ Haji Hasan Mustapha dan Snouck Hurgronje

Lahirnya Partai Masyumi: Politik Di Hamparan Persatuan

Kita sekarang bukan hidup pada 25 tahun lalu (sudah), kita sudah bosan, kita sudah payah bermusuh-musuhan. Sedih kita rasakan kalau perbuatan itu timbul daripada ulama, padahal ulama itu semestinya lebih halus budinya, berhati-hati lakunya. Karena ulama itu sudah ditentukan menurut firman Allah: ‘Ulama itu lebih takut pada Allah.’ Karena ulama tentunya lebih paham dan lebih… Continue reading Lahirnya Partai Masyumi: Politik Di Hamparan Persatuan