Kader Partai Masyumi itu ialah Jusuf Wibisono

Jusuf Wibisono saat Kabinet Sjahrir I. Sumber foto: Wikipedia

Dewasa ini kepercayaan publik terhadap partai politik mengalami tren penurunan. Berdasarkan survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia pada 2022, partai politik mendapatkan tingkat kepercayaan paling rendah bersama dengan institusi Kepolisian Republik Indonesia (POLRI).[1] Rendahnya tingkat kepercayaan tersebut dipicu oleh kenyataan bahwa selama ini partai politik menjadi sarang bagi para koruptor. Selain itu, pejabat publik yang… Continue reading Kader Partai Masyumi itu ialah Jusuf Wibisono

Ketika Masyumi Memperjuangkan Nasib Buruh di Indonesia

Aksi buruh di masa lampau. Sumber foto: https://disnakertrans.bantenprov.go.id/

Partai Masyumi didirikan di Yogyakarta dalam sebuah kongres yang menghadirkan perwakilan dari berbagai organisasi Islam yang ada di Indonesia. Kongres tersebut berlangsung pada 7 dan 8 November 1945. Deliar Noer dalam Partai Islam di Pentas Nasional (1987: 49) menyebutkan pada awalnya hanya empat organisasi Islam yang masuk Masyumi, yakni Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Perikatan Umat Islam,… Continue reading Ketika Masyumi Memperjuangkan Nasib Buruh di Indonesia

Mohamad Roem Merepotkan Delegasi Belanda

Mohammad Roem. Sumber: kompas.com

Mohamad Roem (1908-1983) merupakan salah satu figur pejuang Indonesia. Bersama dengan pejuang-pejuang yang lain seperti Sukarno, Hatta, dan Soedirman, Mohamad Roem ikut mempersembahkan separuh hidupnya untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bedanya, jika ketiga orang tersebut nampak sering kali terlihat bersama dengan rakyat. Maka, hal ini lain dengan Mohamad Roem yang lebih banyak bekerja di belakang layar.… Continue reading Mohamad Roem Merepotkan Delegasi Belanda

Solidaritas Indonesia-Palestina: Solidaritas dari Negara Asia-Afrika (4)

Konferensi Asia-Afrika di Bandung, 1955. Sumber foto: detik.com

Sulit untuk ditampik bahwa penyelenggaraan KAA mencerminkan ideologi anti-kolonial yang kuat.[1] Israel, sejak awal sebelum pelaksanaan KAA sudah ditolak keikutsertaannnya, Dalam Konferensi Bogor-yang menjadi momen perancangan Konferensi Asia-Afrika- pada bulan Desember 1954, kehadiran Israel diperdebatkan. Indonesia dan Pakistan menyatakan keberatannya atas usulan untuk mengundang Israel.[2] Sementara India dan Burma (sekarang Myanmar) mendesak agar Israel diundang.… Continue reading Solidaritas Indonesia-Palestina: Solidaritas dari Negara Asia-Afrika (4)

Solidaritas Indonesia-Palestina: Dari Ormas ke Negara (3)

Ahmad Subardjo dan para peserta kongres di Bethlehem, Selatan Yerusalem. Sumber foto: Ahmad Subardjo. 1978. Kesadaran Nasional: Sebuah Otobiografi

Eratnya hubungan Indonesia dan Palestina tercermin dari dukungan Mufti Palestina yang menyiarkan keberpihakannya pada kemerdekaan Indonesia pada 6 September 1944 lewat siaran radio di Berlin. Amin al-Husayni menyatakan bahwa kaum Muslimin seluruh dunia sungguh memperhatikan nasib Indonesia karena 60 juta penduduknya terdiri dari kaum Muslimin.[1] Kabar ini segera disebarkan oleh para pemuda pelajar Indonesia di… Continue reading Solidaritas Indonesia-Palestina: Dari Ormas ke Negara (3)

Solidaritas Indonesia-Palestina: Aksi Ormas Islam di Tanah Air (2)

Artikel Berita N.O. 1 September 1938 tentang Palestina. Sumber: dokumentasi penulis

Di Hindia Belanda, perhatian terhadap nasib Al-Aqsa dan Palestina terus diangkat. Konflik besar yang terjadi pada tahun 1936 merupakan perlawanan lebih besar dari masyarakat Palestina yang didorong sikap Inggris membagi wilayah Palestina menjadi tiga wilayah; Kawasan untuk masyarakat Palestina (Baitul Maqdis), untuk Yahudi dan Jordania. Hal ini turut memicu reaksi umat Islam di Hindia Belanda.… Continue reading Solidaritas Indonesia-Palestina: Aksi Ormas Islam di Tanah Air (2)

Solidaritas Indonesia-Palestina: Awal Ikatan Dua Bangsa (1)

Surat KH Abdul Kahar Muzakkir kepada Surat Kabar Mustika

Solidaritas umat Islam di Indonesia kepada umat Islam di Palestina bukanlah barang baru belakangan ini. Itu sebabnya para founding fathers Indonesia, terutama tokoh-tokoh Islamnya berulangkali menaruh perhatian terhadap nasib umat Islam di Palestina. Beragam insiden yang terjadi di Palestina coba disuarakan para tokoh-tokoh ini. Ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang terjadi di sana setidaknya coba digaungkan oleh… Continue reading Solidaritas Indonesia-Palestina: Awal Ikatan Dua Bangsa (1)

Nadhlatul Ulama Melawan Penistaan Agama Islam

Artikel di Berita N.O. yang mengangkat soal penistaan agama. Sumber foto: koleksi. penulis

“Penghinaan2 atas diri kita oemat Islam selamanja akan terdjadi, selama kita tidak memperlihatkan ketjakapan kita berdiri atas kaki sendiri; mengadakan partij2 politike sendiri, selaras dengan I’tiqad dan faham kita, menggalang pergerakan per ekonomian sendiri dan lain2nja.” – Redaksi Berita Nadhlatoel Oelama Kasus-kasus penistaan agama Islam kembali mencuat. Seolah-olah reaksi umat yang menentang tak digubris. Kasus… Continue reading Nadhlatul Ulama Melawan Penistaan Agama Islam

Solidaritas Indonesia-Palestina: Membela Palestina di Pentas Olahraga (5)

Api Asian Games 1962 di Jakarta. Sumber foto: detik.com

Keberpihakan Republik Indonesia pada Palestina, dalam sejarahnya, bukan saja di panggung politik antar negara, tetapi juga di atas panggung olahraga. Dalam kebijakan politik luar negerinya, Indonesia menolak permintaan Israel, untuk membuka perwakilan di Indonesia,[1] yang artinya tidak mengakui entitas Israel sebagai sebuah negara. Hal ini turut berdampak pada sikap Indonesia terhadap Israel di pentas olahraga… Continue reading Solidaritas Indonesia-Palestina: Membela Palestina di Pentas Olahraga (5)

Sepintas Hikayat Riwaq Jawi: Hunian Muslim Melayu di Kairo (Bagian 2)

Hubungan antara ulama Kepulauan Melayu-Indonesia dengan para ulama Timur Tengah sebenarnya, atau setidaknya yang terlacak sudah dimulai semenjak abad ke-17. Hal ini ditunjukkan dengan jaringan keilmuan berdasarkan catatan riwayat dan sanad keilmuan para ulama Melayu di masa itu yang tersambung langsung kepada para ulama terkenal di Timur Tengah. Salah satunya hubungan guru dan murid antara… Continue reading Sepintas Hikayat Riwaq Jawi: Hunian Muslim Melayu di Kairo (Bagian 2)

Sepintas Hikayat Riwaq Jawi: Hunian Muslim Melayu di Kairo (Bagian 1)

Masjid Jami Al-Azhar. Foto: Tegar Hafidh

Pojok kanan depan di area Zhullah Fāthimiyyah Masjid al-Azhar, sekitar empat tiang di sana, di sekitar tempat mihrab Grand Syekh al-Azhar Ibrahim al-Bajuri berada, terdapat sebuah kenangan dan hikayat yang istimewa bagi para pelajar Indonesia khususnya. Di antara belasan riwāq[i] untuk mujāwirīn[ii] yang berasal dari luar Mesir, di sana terdapat pula tempat yang dulu dikhususkan… Continue reading Sepintas Hikayat Riwaq Jawi: Hunian Muslim Melayu di Kairo (Bagian 1)

𝗜𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗟𝘂𝗮𝗿 𝗡𝗲𝗴𝗲𝗿𝗶 𝗠𝗼𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗡𝗮𝘁𝘀𝗶𝗿: 𝗠𝗲𝗻𝗼𝗹𝗮𝗸 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝗷𝗮𝘁𝗮 𝗔𝗦, 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗸𝗿𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗨𝘁𝗼𝗽𝗶𝗮 𝗥𝘂𝘀𝗶𝗮

Natsir dalam kampanye Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Sosok Mohammad Natsir selama ini masih jarang diungkap dalam buku-buku teks mengenai sejarah diplomasi Republik Indonesia. Meski pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan, Perdana Menteri maupun Ketua Umum Partai Masyumi, nama Natsir seolah-seolah tenggelam di antara kebesaran para pendiri bangsa lainnya, khususnya dalam upaya melawan kolonialisme dan imperialisme serta mewujudkan perdamaian dunia. Padahal peran Natsir dalam… Continue reading 𝗜𝗻𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗟𝘂𝗮𝗿 𝗡𝗲𝗴𝗲𝗿𝗶 𝗠𝗼𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗡𝗮𝘁𝘀𝗶𝗿: 𝗠𝗲𝗻𝗼𝗹𝗮𝗸 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝗷𝗮𝘁𝗮 𝗔𝗦, 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗸𝗿𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗨𝘁𝗼𝗽𝗶𝗮 𝗥𝘂𝘀𝗶𝗮