“Saya sampai satu titik, sekarang ini, saya ‘haramkan’ jurnal untuk diri saya” Ucapan tersebut keluar dari ucapan Mas Andika Saputra, seorang intelektual muslim muda dengan berapi-api. “Maskudnya bagaimana mas? Apa nggak menulis jurnal lagi?” saya tanya. “Pada satu titik, kalau jurnal itu ditujukan sebagai pendukung sistem kapitalisasi pendidikan. Saya tidak akan terlibat dalam proses tersebut.… Continue reading Islam dan Arsitektur: Catatan dan Kenangan Mas Andika Saputra
Perjuangan Teuku Umar: ‘Pengkhianatan’ Teuku Umar (3)
Gelar Teuku Johan Pahlawan diberikan Belanda kepada Teuku Umar. Beberapa daerah perlawanan dengan mudah ditaklukkan Belanda. Tapi dapatkah ia dipercaya? ‘Main Perang’ ala Teuku Umar Siasat “main perang” Teuku Umar dapat terjadi dengan kebijakan Deijkerhoff di Aceh yang berdiri di atas empat pilar: Pertama, Mengejar “gerombolan muslimin.” Kedua, menggunakan sekutu milisi sebagai kekuatan pengganda, sehingga… Continue reading Perjuangan Teuku Umar: ‘Pengkhianatan’ Teuku Umar (3)
Perjuangan Teuku Umar: Tunduk pada Belanda (2)
Setelah ‘dikhianati’ dalam peristiwan Nisero, Belanda kini dihadapkan pada kenyataan, Teuku Umar menyerah dan menyatakan tunduk pada Belanda. Dapatkah ia dipercaya? Belanda Tertohok Peristiwa Hok Canton Belanda semakin murka dengan Teuku Umar ketika insiden serupa Nisero kembali terjadi. Pada 14 Juni 1886, kapal Hok Canton merapat di Rigaih, Pantai Barat Aceh, untuk berdagang dengan Teuku… Continue reading Perjuangan Teuku Umar: Tunduk pada Belanda (2)
Perjuangan Teuku Umar: Dari Perlawanan ke Penyerahan Diri (1)
Teuku Umar adalah salah satu sosok yang mungkin kontroversial dalam episode Perang Aceh. Sebagian penulis sejarah seperti Van ‘T Veer menyebutnya pemimpin gerombolan (thug)[1] atau pemimpin ‘geng.’[2] Sifat oportunis yang mencari kepentingan materi dalam kancah Perang Aceh dilekatkan pada dirinya.[3] Snouck Hurgronje menyebut dirinya sebagai petualang yang tak bisa dipercaya: “Ia adalah tipikal orang Aceh… Continue reading Perjuangan Teuku Umar: Dari Perlawanan ke Penyerahan Diri (1)
K.H. Ahmad Dahlan di Mata Buya Hamka
Tinjauan Ringkas atas Buku Orang-orang Besar dalam Islam:K.H. A. Dahlan Bermula dari Penelusuran Karya Dibandingkan dengan karya monumental Tafsir Al Azhar, Tasawuf Modern, Di Bawah Lindungan Ka’bah, ataupun Sejarah umat Islam, tulisan Buya Hamka yang secara khusus membahas mengenai biografi K.H. Ahmad Dahlan sang pendiri organisasi Muhammadiyah, dapat dikatakan kurang dikenal publik tanah air.… Continue reading K.H. Ahmad Dahlan di Mata Buya Hamka
Di Balik Pekik Takbir Bung Tomo
“Kita toendjoekkan bahawa kita benar-benar orang jang ingin merdeka. Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjoer leboer daripada tidak merdeka. Sembojan kita tetap: MERDEKA ataoe MATI. Dan kita jakin, saoedara-saoedara, pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh di tangan kita sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar pertjajalah saoedara-saoedara, Toehan akan melindungi kita sekalian… Continue reading Di Balik Pekik Takbir Bung Tomo
Peran Soekiman Wirjosandjojo di Muhammadiyah
Meski lebih dikenal sebagai Bapak Tunjangan Hari Raya (THR), Ketua Umum Partai Masyumi (1945-1951), dan Perdana Menteri ke-6 RI (1951-1952) serta lebih dulu menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia di Amsterdam pada 1925 (Hakiem, 2022: 37-38) dan Ketua Muda Lajnah Tanfidiyah Sarekat Islam (SI) hasil Kongres 24-27 Januari 1930 (Pringgodigdo, 1994: 48-49), nama Soekiman Wirjosandjojo tak bisa… Continue reading Peran Soekiman Wirjosandjojo di Muhammadiyah
Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 2)
Mekkah dan Politik Penjajah Kepada orientalis Theodore Nöldeke, Snouck menyatakan bahwa tujuannya ke Mekkah adalah untuk mengetahui bagaimana Islam dipraktekkan di sana dan mengamati kehidupan sehari-hari para ulama dan muslim awam. Ia juga tertarik dengan pengaruh Islam di pusatnya (Mekkah) dan bagaimana hal itu mempengaruhi Hindia Belanda.[1] Snouck mungkin saja dapat masuk ke kota Mekkah… Continue reading Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 2)
Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 1)
Namanya sebagai orientalis bukan saja terkenal di masa lalu, tetapi juga hingga masa kini. Montgomery McFate, professor di US Naval War College menyebutnya sebagai antropolog militer. Sejarawan Harry J. Benda menyebutnya sebagai peletak dasar kebijakan Islam di Indonesia. Keterlibatannya dalam penasehat pemerintah kolonial Belanda dalam perang Aceh, membuatnya sebagai ilmuwan yang menjadi penyangga peperangan dan… Continue reading Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 1)
Konsep Pandangan Alam Soekiman Wirjosandjojo
Pandangan alam – padanan dari worldview, yang juga dapat dipadankan dengan pandangan dunia, pandangan hidup, pendirian hidup, atau falsafah hidup – menjadi konsep yang dewasa ini banyak digunakan sebagai matriks kajian atau kerangka kerja oleh para pengkaji pemikiran, peradaban, sejarah, sains, dan Din Islam. Meski berbeda pendapat tentang makna worldview, mereka pada umumnya mengaitkannya dengan… Continue reading Konsep Pandangan Alam Soekiman Wirjosandjojo
Kisah Unik Dibalik Amputasi Kaki A. Hassan
A. Hassan seorang ulama yang ahli dalam menulis dan berdebat. Banyak karyanya digemari para pembaca bahkan ia termasuk 10 orang pengarang Islam terkemuka tahun 1957 versi Himpunan Pengarang Islam. Selain piawai dalam menulis, ia juga ahli dalam berdebat. Dari orang atheis, ahmadiyah bahkan tokoh Islam yang lain pun pernah berdebat dengannya. Pernah suatu sebagaimana diceritakan… Continue reading Kisah Unik Dibalik Amputasi Kaki A. Hassan
Pesan Terakhir Demang Lehman di Tiang Gantungan
April 1859 bertepatan dengan bulan Ramadhan 1275 H, pertempuran antara pejuang Banjar melawan penjajah Belanda sedang terjadi. Perang ini merupakan perang terlama melawan tirani kolonial Belanda. Berlangsung dari tahun 1859 – 1906. Walaupun satu persatu para pemimpin dan penggerak perlawanan gugur. Hal itu tidak menyurutkan untuk terus melawan kesewenangan kolonial. Helius Sjamsuddin dalam Pegustian dan… Continue reading Pesan Terakhir Demang Lehman di Tiang Gantungan