(Calon) Politisi Tanpa Pikiran:Tantangan Politik Indonesia Kontemporer

Hatta di antara buku-buku. Sumber foto: jurnaba.co

Dahulu ketika kita menyebut politisi, Islam atau bukan, pada masa awal gerakan kemerdekaan Indonesia, maka kita akan menyebut sederet pemikir Indonesia. Sebut saja nama-nama seperti H.O.S Tjokroaminoto, H. Agus Salim, Sukarno, Hatta, M. Natsir, Wahid Hasyim, dan lainnya. Mudah sekali menemukan tulisan-tulisan mereka yang menunjukkan bagaimana gagasan mereka tentang Indonesia dan masa depannya. Mereka juga… Continue reading (Calon) Politisi Tanpa Pikiran:Tantangan Politik Indonesia Kontemporer

KHOTBAH IDULFITRI MOHAMMAD NATSIR

Natsir dalam kampanye Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Setiap tanggal satu Syawwal tiap tahunnya umat Islam di seluruh dunia merayakan hari raya Idulfitri. Pada perayaan ini, umat Islam bersuka-cita dengan berbagai ekspresi kebahagiaan. Setelah melaksanakan salat sunah Idulfitri, sebagaimana tradisi masyarakat di Indonesia pada umumnya, banyak di antara mereka yang melaksanakan kegiatan makan bersama, berkunjung ke sanak-saudara dan kerabat, dan sebagainya. Namun di… Continue reading KHOTBAH IDULFITRI MOHAMMAD NATSIR

Tradisi Literasi Tokoh Masyumi

Papan Nama Partai Masyumi pada Kampanye Pemilu 1955. Sumber foto: Howard Sochurek, Time Life Indonesia Elections, https://artsandculture.google.com/

Tradisi Literasi Para Pemimpin Masyumi Setiap memasuki bulan suci Ramadhan, para mubaligh di setiap pelosok daerah kerap kali memperingati Nuzulul Qur’an atau peristiwa diturunkannya Al-Qur’an untuk pertama kalinya pada tanggal 17 Ramadhan. Dalam setiap mukadimah ceramah, para mubaligh sering kali mengutip surat Al-`Alaq ayat 1-5 sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw. ketika… Continue reading Tradisi Literasi Tokoh Masyumi

Sosok di Balik Pemilu 1955: Jejak Burhanuddin Harahap (II)

Burhanuddin Harahap berpartisipasi dalam Pemilu 1955 (Sumber: Naskah Sumber Pemilu 1955 ANRI)

Pemilu 1955 menjadi program monumental yang sukses ditorehkan oleh Kabinet Burhanuddin Harahap. Sebelumnya, pelaksanaan pemilu menjadi wacana setiap kabinet dari masa ke masa. Mulanya, pemilu akan dijadwalkan beberapa waktu setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. KNIP sebagai badan pembantu Presiden dan Wakil Presiden RI sekaligus badan yang memiliki fungsi serupa dengan DPR, telah mengumumkan pelaksanaan agenda pemilu… Continue reading Sosok di Balik Pemilu 1955: Jejak Burhanuddin Harahap (II)

Muda, Kuasa dan Beretika: Jejak Burhanuddin Harahap (1)

Sampul majalah Suara Partai Masjumi No. 8, Agustus 1953 menampilkan potret Burhanuddin Harahap. (Sumber: Dok. Istimewa)

Tingkah laku Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan publik. Meski bergelar sosok muda yang mengemban jabatan politik, nyatanya tak lepas dari kontroversi. Untuk itu, sebagai bahan refleksi, melalui artikel ini akan diuraikan seorang figur muda yang pernah berkuasa di negeri ini. Lantas, siapakah ia? Bagaimana dengan sikap dan rekam jejaknya? Pemuda Kaya Pengalaman Masa muda selalu… Continue reading Muda, Kuasa dan Beretika: Jejak Burhanuddin Harahap (1)

Meriah dan Sengitnya Kampanye Pemilu 1955

Persaingan masa kampanye akhirnya menemui ujungnya tatkala pada 29 September 1955 diadakan pemlihan umum pertama di Indonesia. Sebanyak 37. 875. 299 orang mengikuti pemilu. Artinya tingkat partisipasi warga cukup tinggi, yaitu 87,65% dari yang terdaftar mengikutinya. Meski ada beberapa kendala, namun secara keseluruhan pemilihan umum pertama di Inonesia ini ini berjalan lancar.[1] Kabinet Burhanuddin Harahap… Continue reading Meriah dan Sengitnya Kampanye Pemilu 1955

Ketika Gempa Mengguncang Sumedang

Rumah Bupati Sumedang. Sumber foto: Koleksi online Tropenmuseum

“Beberapa hari saya menjalani masa tahanan, tanpa diketahui, tiba-tiba ada keributan, kericuhan yang luar biasa, saat itu ada gempa, banyak bangunan hancur lebur. Masjid kaum (Masjid Agung Sumedang) di sebelah barat, hancur lebur, gedung bioskop juga hancur sebagian bangunannya jatuh ke sungai, banyak rumah pada hancur, diamuk gempa” Sumedang menjadi pusat gempa bumi pada Minggu… Continue reading Ketika Gempa Mengguncang Sumedang

Peran A. R. Baswedan dalam Sumpah Pemuda Indonesia Keturunan Arab dan Perjuangan Kemerdekaan

A.R. Baswedan. Sumber foto: alinea.id

Upaya memecah-belah, segregasi, politik belah-bambu, atau divide et impera dalam berbagai bentuknya telah dan masih digunakan oleh pihak-pihak yang takut akan persatuan umat Islam, karena mereka khawatir bahwa persatuan Islam itu akan membahayakan kepentingan mereka untuk menguasai Indonesia dan segala kekayaan sumber dayanya. Salah satu bentuk usaha mereka itu yang dapat kita rasakan adalah meningkatnya… Continue reading Peran A. R. Baswedan dalam Sumpah Pemuda Indonesia Keturunan Arab dan Perjuangan Kemerdekaan

PKI, Pers dan Propaganda

Kartun di Harian Rakjat edisi 2 Oktober yang mendukung gerakan 30 September 1965. Sumber foto: merdeka.com

Surat kabar Harian Rakjat bertanggal 2 Oktober 1965 menunjukkan dengan jelas lewat editorialnya: bahwa peristiwa 30 September 1965 adalah konflik internal Angkatan Darat. Di saat publik masih kebingungan dengan peristiwa tersebut, Harian Rakjat telah menyiapkan narasi menyesatkan sejak 1 Oktober 1965, menyatakan dukungan gerakan 30 September seraya menjaga jarak dengan menampilkan malam keji sebagai konflik… Continue reading PKI, Pers dan Propaganda

Ketika Priyayi Sumedang Menentang Sarekat Islam

Rumah dari Regent Sumedang. Sumber foto: tropenmuseum.nl

Awal abad ke-20 menjadi tonggak perubahan yang signifikan bagi nasib kaum bumiputra di Hindia Belanda. Kebijakan Politik Etis yang resmi diberlakukan pada 1901 menjadi faktor yang amat menentukan masa depan sebuah tanah koloni Belanda di sebelah timur ini. Setelah kebijakan tersebut diterapkan, Pemerintah Hindia Belanda menyadari  kebijakan yang dibuatnya dapat berpotensi menjadi pisau bermata dua.… Continue reading Ketika Priyayi Sumedang Menentang Sarekat Islam

Penyerahan Mandat PDRI: Antara Diplomasi dan Perjuangan Bersenjata

Mingguan Siasat, 17 Juli 1949. Sumber foto: Koleksi Muhammad Faizurrahman

Di Lapangan Terbang Kemayoran, Syafruddin menerangkan kepada wartawan, bahwa dia mendapat kuasa dari PDRI untuk mengembalikan mandat pemerintahan kepada Presiden Sukarno. Mandat itu mula-mula mau diserahkan dalam rapat kabinet Minggu sore itu juga, akan tetapi kemudian rencana itu dimundurkan menjadi hari Rebo, yaitu sekembalinya Menteri Susanto Tirtoprodjo dari Jawa Timur. Sjafruddin Kembali, Mingguan Siasat, 17… Continue reading Penyerahan Mandat PDRI: Antara Diplomasi dan Perjuangan Bersenjata

Mengenang Pengabdian Mahmud Yunus: Pejuang Pendidikan Islam

Mahmud Yunus, pejuang pendidikan Indonesia

Tokoh pendidikan Islam, almarhum Prof. Dr. H. Mahmud Yunus diabadikan menjadi nama salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di lingkungan Kementerian Agama yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatera Barat. Peran Mahmud Yunus mengembangkan modernisasi pendidikan Islam dan memperjuangkan eksistensi pendidikan agama pada lembaga pendidikan umum sejalan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa… Continue reading Mengenang Pengabdian Mahmud Yunus: Pejuang Pendidikan Islam