Muslimah yang berjuang di jalan jurnalisme dan pendidikan. Pahlawan Nasional yang belum banyak dikenal Kehidupan Awal Siti Roehana, atau yang lebih dikenal dengan Roehana Koedoes lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884. Nama belakangnya diambil dari nama suaminya, Abdul Koedoes, seorang anggota pergerakan perlawanan Belanda. Roehana Koedoes merupakan kakak tertua dari Sutan… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (1)
Category: Artikel
Asal-Usul istilah “Santri”
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak lembaga pendidikan yang khas dengan nuansa Islam. Dari sekian banyak lembaga pendidikan yang khas itu, pesantren adalah yang paling terkenal dan terdengar akrab di telinga kita. Sejarah panjang perjuangan lahirnya Indonesia pun, tidak bisa dilepaskan dari peran santri, sebutan bagi mereka yang tinggal di… Continue reading Asal-Usul istilah “Santri”
Panglima Batur: Panglima Dayak Islam
Suku Dayak merupakan salah satu suku yang mendiami pulau Kalimantan. Jumlah mereka kurang lebih diperkirakan 3.000.000 jiwa pada tahun 1986.[i] Suku Dayak juga memiliki banyak sub-suku, dalam beberapa penelitian menyebutkan ada 7 sub-suku Dayak dan yang lainnya menyebutkan hingga 18 sub-suku. Masyarakat dalam suku Dayak juga memeluk berbagai agama: Kaharingan[ii], Kristen, dan juga Islam.… Continue reading Panglima Batur: Panglima Dayak Islam
Pengetauan dan Kolonialisme (2): Raffles dan Studi Muslim di Jawa
“Saya percaya tidak ada orang yang menguasai informasi tentang Jawa lebih dariku.”[1] – Sir Thomas Stamford Raffles Bersama Radermacher, Thomas Stamford Raffles menjadi bagian dari jejaring Freemason di Jawa. Ia diinisiasi menjadi Tingkat Dua dalam sebuah upacara di Loji ‘Virtutis et Amitis Amici’ di Pondok Gedeh, dekat Bogor. Loji tersebut dimiliki oleh Nicolaus Engelhard (1761-1831).… Continue reading Pengetauan dan Kolonialisme (2): Raffles dan Studi Muslim di Jawa
Pengetahuan dan Kolonialisme (1): V.O.C. dan Muslim di Nusantara
“Orang Ternate adalah umat Muhammad dan kita umat Kristen. Mereka itu pembohong dan sekaligus bermuka dua, tidak berkewajiban (demikian pernyataan mereka) untuk menepati sumpah dan janji-janji mereka kepada umat Kristen. Mereka itu angkuh, congkak, kejam dan pembunuh. Kendati jumlah mereka sedikit, yang mereka lakukan tak lain adalah Tindakan yang kejam terhadap berbagai bangsa di dekatnya… Continue reading Pengetahuan dan Kolonialisme (1): V.O.C. dan Muslim di Nusantara
Pesantren Bergerak!: Tiga Ibroh Kaum Santri pada Tiga Zaman
Pesantren menyiapkan jalan kehidupan spiritual bagi para santri muda. Dalam menjalani proses ini, seorang santri tidak dipaksa mendekam dalam penjara imajinasi; tapi sebaliknya kepekaan sosialnya dipupuk dan intelektualitasnya terbentuk. Dari bilik-bilik pesantren, seorang santri menata pandangan terhadap dunia yang terdapat di luar tembok pesantren. Ia bukan berjarak dalam bayangan dunia itu, tapi melalui latihan untuk… Continue reading Pesantren Bergerak!: Tiga Ibroh Kaum Santri pada Tiga Zaman
Masuknya Islam ke Indonesia (4): Pasai sebagai Mercusuar Islamisasi
Di masa lalu Kesultanan Pasai menjadi pusat keilmuan Islam. Dari Pasai, tulisan Jawi menyebar ke berbagai penjuru negeri bersama karya-karya para ulama. Menurut Uka Tjandrasasmita, kemajuan dan kesinambungan penggunaan tulisan Jawi nampak jelas di abad ke-17.[1] Tetapi sebenarnya, perkembangan tulisan Jawi telah dimulai sejak hadirnya Kesultanan Samudra Pasai di Sumatera. Hermansyah dalam Kesultanan Pasai Pencetus… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (4): Pasai sebagai Mercusuar Islamisasi
Masuknya Islam ke Indonesia (3): Jejak Islam di Bahasa dan Tulisan Jawi
Dakwah Islam menyebar dan mengakar melalui perubahan bahasa dan tulisan. Tulisan berhuruf Arab dipakai dari Sumatera hingga Maluku, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Kriteria penilaian yang keliru akhirnya juga membuat para orientalis luput menilai esensi penting dari masuk dan berkembangnya Agama Islam di Kepulauan Melayu. Islam berkembang dengan pesat di Kepulauan Melayu bukan saja mengubah struktur… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (3): Jejak Islam di Bahasa dan Tulisan Jawi
Masuknya Islam ke Indonesia (2): Islamisasi Kepulauan Melayu
Islamisasi berhasil mengubah masyarakat di Kepulauan Melayu dan Indonesia di tengah memudarnya pengaruh Sriwijaya dan Agama Hindu-Budha. Senjakala Sriwijaya dan Penyebaran Islam Kemunduran Sriwijaya sendiri bukan terjadi dalam satu masa yang singkat. Kegiatan perdagangan yang menjadi tulang punggung kerajaan tersebut mulai menemui persaingan yang berarti. Keberadaan fasilitas di pelabuhan ekspor-impor di Palembang bukan berarti para… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (2): Islamisasi Kepulauan Melayu
Masuknya Islam ke Indonesia (1): Hadirnya Komunitas Muslim dari Arab
Ada beberapa teori tentangnya Masuknya Islam ke Indonesia. Tapi beberapa sejarawan mengabaikan fakta kehadiran masyarakat Muslim Arab sejak lama Kehadiran Islam di Indonesia menjadi satu hal yang tak terbantahkan lagi saat ini. Indonesia menjadi negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Hanya saja sebagian pihak berpendapat pengaruh Islam di Indonesia hanya sekedar lapisan tipis saja… Continue reading Masuknya Islam ke Indonesia (1): Hadirnya Komunitas Muslim dari Arab
Tjokroaminoto dan Natsir dalam Pemikiran dan Perjuangan
H.O.S. Tjokroaminoto merupakan pahlawan nasional yang dijuluki sebagai guru bangsa karena banyak mempengaruhi pemikiran para pejuang kemerdekaan. Rumahnya di Gang Peneleh kerap kali menjadi tempat diskusi founding father bangsa ini.[i] Singkat kata, disanalah embrio bangsa Indonesia disemai dan tumbuh. Banyak yang berpendapat bahwa Tjokroaminoto adalah induk semang dari tiga ideologi; nasionalis, komunis, dan Islam,… Continue reading Tjokroaminoto dan Natsir dalam Pemikiran dan Perjuangan
Islam dan Pudarnya Pengaruh Peradaban Hindu-Budha (Selintas Gagasan K.H. Saifuddin Zuhri)
Golongan besar Islam berpandangan bahwa perkembangan Islam terjadi di masa-masa transisi kemerosotan pengaruh peradaban India di Kepulauan Melayu-Indonesia. Pandangan ini sekaligus menggarisbawahi bahwa Islam berkembang dalam keadaan yang relatif damai. Para pembawa Islam pada periode transisi ini tidak serta merta melakukan kudeta kebudaayan atau politik, sehingga mengakibatkan kehancuran peradaban Hindu-Budha yang “telah bertahan” selama kurang… Continue reading Islam dan Pudarnya Pengaruh Peradaban Hindu-Budha (Selintas Gagasan K.H. Saifuddin Zuhri)