Gelar Teuku Johan Pahlawan diberikan Belanda kepada Teuku Umar. Beberapa daerah perlawanan dengan mudah ditaklukkan Belanda. Tapi dapatkah ia dipercaya? ‘Main Perang’ ala Teuku Umar Siasat “main perang” Teuku Umar dapat terjadi dengan kebijakan Deijkerhoff di Aceh yang berdiri di atas empat pilar: Pertama, Mengejar “gerombolan muslimin.” Kedua, menggunakan sekutu milisi sebagai kekuatan pengganda, sehingga… Continue reading Perjuangan Teuku Umar: ‘Pengkhianatan’ Teuku Umar (3)
Category: Artikel
Perjuangan Teuku Umar: Tunduk pada Belanda (2)
Setelah ‘dikhianati’ dalam peristiwan Nisero, Belanda kini dihadapkan pada kenyataan, Teuku Umar menyerah dan menyatakan tunduk pada Belanda. Dapatkah ia dipercaya? Belanda Tertohok Peristiwa Hok Canton Belanda semakin murka dengan Teuku Umar ketika insiden serupa Nisero kembali terjadi. Pada 14 Juni 1886, kapal Hok Canton merapat di Rigaih, Pantai Barat Aceh, untuk berdagang dengan Teuku… Continue reading Perjuangan Teuku Umar: Tunduk pada Belanda (2)
Perjuangan Teuku Umar: Dari Perlawanan ke Penyerahan Diri (1)
Teuku Umar adalah salah satu sosok yang mungkin kontroversial dalam episode Perang Aceh. Sebagian penulis sejarah seperti Van ‘T Veer menyebutnya pemimpin gerombolan (thug)[1] atau pemimpin ‘geng.’[2] Sifat oportunis yang mencari kepentingan materi dalam kancah Perang Aceh dilekatkan pada dirinya.[3] Snouck Hurgronje menyebut dirinya sebagai petualang yang tak bisa dipercaya: “Ia adalah tipikal orang Aceh… Continue reading Perjuangan Teuku Umar: Dari Perlawanan ke Penyerahan Diri (1)
Di Balik Pekik Takbir Bung Tomo
“Kita toendjoekkan bahawa kita benar-benar orang jang ingin merdeka. Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjoer leboer daripada tidak merdeka. Sembojan kita tetap: MERDEKA ataoe MATI. Dan kita jakin, saoedara-saoedara, pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh di tangan kita sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar pertjajalah saoedara-saoedara, Toehan akan melindungi kita sekalian… Continue reading Di Balik Pekik Takbir Bung Tomo
Peran Soekiman Wirjosandjojo di Muhammadiyah
Meski lebih dikenal sebagai Bapak Tunjangan Hari Raya (THR), Ketua Umum Partai Masyumi (1945-1951), dan Perdana Menteri ke-6 RI (1951-1952) serta lebih dulu menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia di Amsterdam pada 1925 (Hakiem, 2022: 37-38) dan Ketua Muda Lajnah Tanfidiyah Sarekat Islam (SI) hasil Kongres 24-27 Januari 1930 (Pringgodigdo, 1994: 48-49), nama Soekiman Wirjosandjojo tak bisa… Continue reading Peran Soekiman Wirjosandjojo di Muhammadiyah
Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 2)
Mekkah dan Politik Penjajah Kepada orientalis Theodore Nöldeke, Snouck menyatakan bahwa tujuannya ke Mekkah adalah untuk mengetahui bagaimana Islam dipraktekkan di sana dan mengamati kehidupan sehari-hari para ulama dan muslim awam. Ia juga tertarik dengan pengaruh Islam di pusatnya (Mekkah) dan bagaimana hal itu mempengaruhi Hindia Belanda.[1] Snouck mungkin saja dapat masuk ke kota Mekkah… Continue reading Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 2)
Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 1)
Namanya sebagai orientalis bukan saja terkenal di masa lalu, tetapi juga hingga masa kini. Montgomery McFate, professor di US Naval War College menyebutnya sebagai antropolog militer. Sejarawan Harry J. Benda menyebutnya sebagai peletak dasar kebijakan Islam di Indonesia. Keterlibatannya dalam penasehat pemerintah kolonial Belanda dalam perang Aceh, membuatnya sebagai ilmuwan yang menjadi penyangga peperangan dan… Continue reading Snouck Hurgronje di Mekkah: Politik (dan) Memeluk Islam (Bagian 1)
Konsep Pandangan Alam Soekiman Wirjosandjojo
Pandangan alam – padanan dari worldview, yang juga dapat dipadankan dengan pandangan dunia, pandangan hidup, pendirian hidup, atau falsafah hidup – menjadi konsep yang dewasa ini banyak digunakan sebagai matriks kajian atau kerangka kerja oleh para pengkaji pemikiran, peradaban, sejarah, sains, dan Din Islam. Meski berbeda pendapat tentang makna worldview, mereka pada umumnya mengaitkannya dengan… Continue reading Konsep Pandangan Alam Soekiman Wirjosandjojo
Pesan Terakhir Demang Lehman di Tiang Gantungan
April 1859 bertepatan dengan bulan Ramadhan 1275 H, pertempuran antara pejuang Banjar melawan penjajah Belanda sedang terjadi. Perang ini merupakan perang terlama melawan tirani kolonial Belanda. Berlangsung dari tahun 1859 – 1906. Walaupun satu persatu para pemimpin dan penggerak perlawanan gugur. Hal itu tidak menyurutkan untuk terus melawan kesewenangan kolonial. Helius Sjamsuddin dalam Pegustian dan… Continue reading Pesan Terakhir Demang Lehman di Tiang Gantungan
Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (4-habis)
Kerangka Pikir Roehana dan Tokoh Muslimah Sezaman Untuk mengetahui apakah Siti Roehana memiliki pemikiran yang sejalan dengan tokoh muslimah Indonesia, ada baiknya kita sandingkan pemikirannya dengan beberapa tokoh muslimah sebagai berikut: a) Siti Walidah[1] Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan (l. 1872) adalah istri dari Muhammad Darwis (K.H. Ahmad Dahlan-pen.). Nyai Ahmad Dahlan sebetulnya tidak… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (4-habis)
Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (3)
Seiring berjalannya waktu, beberapa pembaca laki-laki yang mendukung SM pun turut menyumbangkan buah pikirnya.[1] Salah satu yang menarik adalah tulisan Djagal Abilowo berjudul “Perempoean” pada Soenting Melajoe No. 35 tanggal 13 September 1918. “Dalam zaman kemadjoean, abad nan kedoea poeloeh ini, boekan sadja bangsa kita laki2 jang soedah bergerak menoedjoe padang kemadjoean, mengadakan peroebahan ini-… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (3)
Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (2)
Membuka Kembali Soenting Melajoe (SM) Singkat cerita, setelah melewati berbagai diskusi panjang dengan ayah dan suaminya, Roehana pun memulai percakapan (surat-menyurat-pen.) dengan Pemimpin Redaksi Surat Kabar Oetosan Melajoe di Padang yang akrab dipanggil Datuk Soetan Maharadja. Roehana menyampaikan gagasan untuk menerbitkan suatu surat kabar khusus untuk perempuan. Ide itu diterima dengan baik oleh Datuk Soetan… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (2)