Awal abad ke-20 menjadi tonggak perubahan yang signifikan bagi nasib kaum bumiputra di Hindia Belanda. Kebijakan Politik Etis yang resmi diberlakukan pada 1901 menjadi faktor yang amat menentukan masa depan sebuah tanah koloni Belanda di sebelah timur ini. Setelah kebijakan tersebut diterapkan, Pemerintah Hindia Belanda menyadari kebijakan yang dibuatnya dapat berpotensi menjadi pisau bermata dua.… Continue reading Ketika Priyayi Sumedang Menentang Sarekat Islam