Awal abad ke-20 menjadi tonggak perubahan yang signifikan bagi nasib kaum bumiputra di Hindia Belanda. Kebijakan Politik Etis yang resmi diberlakukan pada 1901 menjadi faktor yang amat menentukan masa depan sebuah tanah koloni Belanda di sebelah timur ini. Setelah kebijakan tersebut diterapkan, Pemerintah Hindia Belanda menyadari kebijakan yang dibuatnya dapat berpotensi menjadi pisau bermata dua.… Continue reading Ketika Priyayi Sumedang Menentang Sarekat Islam
Tag: Priyayi
Islam dalam Sastra Anonim Kejawen
Dallikal, yen turu nyengkal wadine nyengkal, tegesipun kitabulla, natap mlebu ala wadi, tegese rahabapi, rahaba kang gawe sampur, hudan lil muttakina, yen wis wuda jalu estri, den mutena jroning ala-jroning ala (Darmagandhul). (Dzalikal : jika tidur kemaluannya nyengkal (bangkit), kitabu la, kemaluan lelaki masuk di kemaluan perempuan dengan tergesa-gesa, raiba fihi : perempuan yang pakai… Continue reading Islam dalam Sastra Anonim Kejawen