Dulu, kontroversi pecah pasca terbitnya buku Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Sebagian kalangan mengkritik buku itu. Sayangnya, kritik itu berbalas tuduhan yang berlebihan dari pemerintah. Tak setuju dengan buku PMP sama dengan menolak Pancasila. Sebenarnya, apa yang salah dari buku itu? Dan yang benar itu seperti apa? Tokoh Islam, M.Natsir, lewat tulisannya yang berjudul “TOLONG DENGARKAN… Continue reading M.Natsir Membedah Buku ‘Pendidikan Moral Pancasila (PMP)’
Kado Istimewa Bangsa Arab untuk Indonesia
Abdurrahman Azzam Pasya masihduduk terpekur di hadapan meja kerjanya.Raut muka Sekjen Liga Arab itu nampak serius. Di atas pelataran mejanya, berserakan dokumen-dokumen penting. Ada satu benda yang menarik perhatiannya, secarik kertas tergulung rapi: peta dunia. Orang nomor satu di perhimpunan negara-negara Arab ini membuka gulungan peta itu. Ditatapnya lamat-lamat, matanya beredar ke sana kemari. Sambil… Continue reading Kado Istimewa Bangsa Arab untuk Indonesia
Jerat (Kaum) Homoseksual di Masa Kolonial
Tulisan ini adalah sebuah cuplikan peristiwa disepenggal masa kolonial. Ketika, penyimpangan seksual, yaitu homoseksual, mendera bagian di Hindia Belanda, yaitu Pulau Bali dan Jawa. Praktik homoseksual di Hindia Belanda saat itu, setidaknya juga melibatkan aspek situasi ‘penjajah dan terjajah.’ Berbeda dengan tanah Jawa yang dikuasai oleh penjajah sejak pertengahan abad ke 19, tetangganya, Bali, baru… Continue reading Jerat (Kaum) Homoseksual di Masa Kolonial
MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 1)
Sayang sekali saudara-saudara! Alih-alih serukan persatuan, energi sebagian dari kita justru terperas oleh perseteruan antar kalangan. Terjebak konflik wahabiyah dan asy’ariyyah, terbiasa debat kusir soal demokrasi dan khilafah, tak lelah-lelah bantah-membantah masalah furu’iyyah, tak satu suara fatwakan perkara aqidah, berebut pengaruh tuk eksistensi kelompoknya semata, lantang merendahkan dan lirih meninggikan jalan juang saudaranya, dan semua… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 1)
MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 2)
Menggalang Persatuan Setelah kongres Al-Islam berhenti pada 1928-1930 –seolah-olah selama tiga tahun itu, ikatan tali persatuan umat renggang-, Partai Sarekat Islam berganti nama jadi Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) pada tahun 1930, berusaha mengencangkan tali itu dengan mengadakan dua kali Konferensi Komite Al-Islam pada tahun 1931 dan 1932. Namun PSII memerlukan momen khusus untuk membangkitkan… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 2)
MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 3)
Ujian Menghadang MIAI Persatuan yang MIAI serukan bukan tanpa kerikil. Setidaknya kita bisa saksikan pada empat kejadian. Kejadian pertama, terjadi perseteruan antara NU dan PSII saat kongres pertama MIAI di Surabaya tanggal 26 Februari-1 Maret 1938. NU yang ketika itu belum menjadi anggota MIAI (KH.Wahab Hasbullah dan KH. Muhammad Dahlan mendirikan MIAI atas nama pribadi… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 3)
Menjaga Martabat Islam
Tulisan berikut ini adalah Pidato dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, salah satu ulama besar di tanah air. Selain pesan beliau terhadap umat, namun yang tak kalah penting adalah memahami situasi pada saat pidato ini disampaikan. Pidato ini disampaikan ketika masa pendudukan Jepang di tanah air. Situasi yang serba sulit karena Jepang begitu represif dan kejam… Continue reading Menjaga Martabat Islam
Mimpi (Buruk) Lokalisasi Prostitusi
“Sejak itu ia merasa bahwa apa yang dinamai kehormatan tidak ada samasekali di dalam tubuhnya yang telah hancur itu. Cita-citanya untuk meluruskan jalannnya sendiri kini telah padam. Ah, asal ada saja orang yang bisa memberinya barang seringgit sehari ia sanggup mengerjakan segala-galanya yang sebanding dengan tenaga dan kebiasaannya.” – Berita Dari Kemayoran (Pramoedya Ananta Toer)[1] Kisah… Continue reading Mimpi (Buruk) Lokalisasi Prostitusi
Kolonialisme dan Kristenisasi di Jawa
Masa puncak imperialisme di Indonesia terjadi dalam kurun waktu dua dekade terakhir abad XIX dan dua dekade awal abad XX. Pada masa itu perubahan dalam kontestasi politik begitu cepat terjadi. Kondisi internal Hindia Belanda yang makin banyak diduduki dan kondisi eksternal seperti persaingan dengan pemerintah kolonial lain di Asia Tenggara –contohnya Jepang yang mulai… Continue reading Kolonialisme dan Kristenisasi di Jawa
AD-ART Masyumi
Partai Masyumi adalah salah satu partai (Islam) terbesar dalam sejarah politik Republk Indonesia. Selain kiprahnya dalam dunia politik, kajian-kajian mengenai Partai Masyumi terus bergulir. Baik dari organisasi maupun pribadi-pribadi yang bernaung didalamnya. Masyumi seringkali disebut sebagai partai dengan citra yang positif, dan dihuni oleh para tokoh-tokoh yang penuh teladan. Namun upaya mengenal Masyumi tak dapat… Continue reading AD-ART Masyumi
Raja Ali Haji dan Islamisasi Bahasa Melayu: Dialog singkat dengan Ai Wardah M Koswiar
Mungkin tak banyak yang mengenal sosok Raja Ali Haji. Tokoh Melayu ini rupanya menorehkan prestasi cemerlang di bidang sastra Melayu Nusantara. Kecintaanya terhadap bahasa, menjadikan Raja Ali Haji membakukan struktur bahasa Melayu yang kelak dijadikan bahasa persatuan dalam Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928. Tak heran jika tokoh ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Negara.… Continue reading Raja Ali Haji dan Islamisasi Bahasa Melayu: Dialog singkat dengan Ai Wardah M Koswiar
Kementerian Agama RI : Meng-agama-kan Bangsa Agar Tetap Beragama
Tulisan Hadji Agus Salim berjudul “Kementerian Agama dalam Republik Indonesia” di Majalah Mimbar Agama No 2 Tahun Ke-1/1950 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama menarik untuk dicermati, “Politik agama dalam Republik kita berlainan dengan politik yang dulu-dulu. Pertama sekali ia tidak bertujuan menolong membesar-besarkan usaha pihak agama lain untuk memindahkan orang Islam dari agamanya yang asli.… Continue reading Kementerian Agama RI : Meng-agama-kan Bangsa Agar Tetap Beragama