PKI, Pers dan Propaganda

Kartun di Harian Rakjat edisi 2 Oktober yang mendukung gerakan 30 September 1965. Sumber foto: merdeka.com

Surat kabar Harian Rakjat bertanggal 2 Oktober 1965 menunjukkan dengan jelas lewat editorialnya: bahwa peristiwa 30 September 1965 adalah konflik internal Angkatan Darat. Di saat publik masih kebingungan dengan peristiwa tersebut, Harian Rakjat telah menyiapkan narasi menyesatkan sejak 1 Oktober 1965, menyatakan dukungan gerakan 30 September seraya menjaga jarak dengan menampilkan malam keji sebagai konflik… Continue reading PKI, Pers dan Propaganda

Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (4-habis)

Rohanna Kudus. Sumber foto: indopolitika.com

Kerangka Pikir Roehana dan Tokoh Muslimah Sezaman Untuk mengetahui apakah Siti Roehana memiliki pemikiran yang sejalan dengan tokoh muslimah Indonesia, ada baiknya kita sandingkan pemikirannya dengan beberapa tokoh muslimah sebagai berikut: a) Siti Walidah[1] Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan (l. 1872) adalah istri dari Muhammad Darwis (K.H. Ahmad Dahlan-pen.). Nyai Ahmad Dahlan sebetulnya tidak… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (4-habis)

Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (3)

Rohanna Kudus. Sumber foto: padangpariamankab.go.id

Seiring berjalannya waktu, beberapa pembaca laki-laki yang mendukung SM pun turut menyumbangkan buah pikirnya.[1] Salah satu yang menarik adalah tulisan Djagal Abilowo berjudul “Perempoean” pada Soenting Melajoe No. 35 tanggal 13 September 1918. “Dalam zaman kemadjoean, abad nan kedoea poeloeh ini, boekan sadja bangsa kita laki2 jang soedah bergerak menoedjoe padang kemadjoean, mengadakan peroebahan ini-… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (3)

Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (2)

Halaman muka Surat Kabar Soenting Melajoe. Sumber foto: wikipedia. By Soenting Melajoe - https://www.validnews.id/Soenting-Melajoe--Langkah-Awal-Pers-Perempuan-Vhf, Public Domain, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=102047080

Membuka Kembali Soenting Melajoe (SM) Singkat cerita, setelah melewati berbagai diskusi panjang dengan ayah dan suaminya, Roehana pun memulai percakapan (surat-menyurat-pen.) dengan Pemimpin Redaksi Surat Kabar Oetosan Melajoe di Padang yang akrab dipanggil Datuk Soetan Maharadja. Roehana menyampaikan gagasan untuk menerbitkan suatu surat kabar khusus untuk perempuan. Ide itu diterima dengan baik oleh Datuk Soetan… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (2)

Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (1)

Muslimah yang berjuang di jalan jurnalisme dan pendidikan. Pahlawan Nasional yang belum banyak dikenal Kehidupan Awal Siti Roehana, atau yang lebih dikenal dengan Roehana Koedoes lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884. Nama belakangnya diambil dari nama suaminya, Abdul Koedoes, seorang anggota pergerakan perlawanan Belanda. Roehana Koedoes merupakan kakak tertua dari Sutan… Continue reading Jejak Tinta Pemikiran: Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe (1)

Tidak Boleh Menjeboet Kafir?

Surat Kabar Pedoman Masjarakat, 30 Agustus 1939. Sumber: koleksi Perpustakaan Nasional / Zaki F.

Artike ini dimuat sebagai tanggapan redaksi dari surat kabar Pedoman Masjarakat. Surat kabar yang terbit di Medan ini dipimpin oleh Buya Hamka sebagai hoofdredacteur (Pemimpin Redaksi) dan Yunan Nasution sebagai redakturnya. Pedoman Masjarakat pada masanya merupakan salah satu surat kabar dengan oplah tertinggi hingga 4 ribu eksemplar. Artikel ini terbit pada 20 Agustus 1939, tahun ke-5… Continue reading Tidak Boleh Menjeboet Kafir?

Natsir dan Perjuangan Media Islam (bagian 2)

M. Natsir. (Sumber foto: KITLV Digital Image Library http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced?q_searchfield=natsir)

Ia dikenal lama sebagai Menteri Penerangan sejak Kabinet Sjahrir. Di sana ia meletakkan dasar-dasar Kementerian Penerangan. Tetapi perannya dalam dunia komunikasi dimulai sejak belia ketika ia menjadi penulis yang perfeksionis.    Penulis yang Perfeksionis Taufiq Ismail, seorang budayawan dan sastrawan Indonesia yang ayahnya (Ghoffar Ismail) merupakan sahabat Natsir, memberikan kesaksiannya mengenai Natsir yang menurutnya adalah… Continue reading Natsir dan Perjuangan Media Islam (bagian 2)

Natsir dan Perjuangan Media Islam (Bagian 1)

Natsir dan Soekarno, berfoto dalam Kabinet Natsir. Sumber foto: wikipedia

“Beliau itu adalah seorang guru bangsa, pendidik umat, mujahid dakwah, pejuang, politikus, negarawan.” – Taufik Ismail, Budayawan Mohammad Natsir adalah seorang negarawan multitalenta yang semasa hidupnya memberikan keteladanan dan sepeninggalnya mewariskan kebermanfaatan dalam beberapa bidang kehidupan. Ketokohan Natsir diakui oleh seorang sejarawan yang mengajar di Universiteit van Amsterdam, Geert H. Janssen. Dalam bukunya yang berjudul… Continue reading Natsir dan Perjuangan Media Islam (Bagian 1)

Tulisan yang Mempertemukan Hamka

“Boleh dikatakan bahwa Pedoman Masyarakat lah yang telah banyak menghubungkan kami.” – Hamka Saat Buya Hamka mendapatkan kesempatan memimpin Majalah “Pedoman Masyarakat” di Medan, maka ketika itu pula nama Hamka mulai dikenal dan bertemu pemikiran dengan kalangan luas. Jika sebelumnya Hamka pernah memimpin beberapa majalah sendiri yang tidak berjalan lama, “Khatibuh Ummah” (1925) hanya tiga… Continue reading Tulisan yang Mempertemukan Hamka

Surat Kabar Slompret Melayoe, 29 Maart 1888

Baca online SELOMPRET MELAYOE, 29 MARET 1888 Selompret Melayoe adalah salah satu koran yang terbit diabad ke 19. Sempat beberapa kali berganti tulisan, awalnya di tulis ‘Selompret Malajoe’, terbit pertama kali 3 Februari 1860. Setiap tahun terbit sebanyak 52 nomor. Versi penulisan ‘Selompret Malajoe’ ini terbit hingga tahun 1866. Mulai edisi nomor 3 tahun 1866… Continue reading Surat Kabar Slompret Melayoe, 29 Maart 1888

MEMBUNGKAM PERS ISLAM DI MASA SILAM

“Manusia datang dan manusia pergi, ada yang naik dan ada yang jatuh. Segala sesuatu yang bernama alam tidak lah tetap. Yang tetap hanyalah kebenaran Allah.” –Buya Hamka  Lahirnya pers, khususnya Pers Islam di Indonesia memang tak selalu diiringi kisah menyenangkan. Sejak zaman kolonial, pers di Hindia Belanda juga dirintangi oleh berbagai aturan yang diberlakukan oleh… Continue reading MEMBUNGKAM PERS ISLAM DI MASA SILAM

Jalan Jihad Jurnalisme Uni Roehana

 “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakuan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah, yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan memiliki ilmu pengetahuan” – Rohana Koeddoes… Continue reading Jalan Jihad Jurnalisme Uni Roehana