Persaingan masa kampanye akhirnya menemui ujungnya tatkala pada 29 September 1955 diadakan pemlihan umum pertama di Indonesia. Sebanyak 37. 875. 299 orang mengikuti pemilu. Artinya tingkat partisipasi warga cukup tinggi, yaitu 87,65% dari yang terdaftar mengikutinya. Meski ada beberapa kendala, namun secara keseluruhan pemilihan umum pertama di Inonesia ini ini berjalan lancar.[1] Kabinet Burhanuddin Harahap… Continue reading Meriah dan Sengitnya Kampanye Pemilu 1955
Tag: Aidit
PKI, Pers dan Propaganda
Surat kabar Harian Rakjat bertanggal 2 Oktober 1965 menunjukkan dengan jelas lewat editorialnya: bahwa peristiwa 30 September 1965 adalah konflik internal Angkatan Darat. Di saat publik masih kebingungan dengan peristiwa tersebut, Harian Rakjat telah menyiapkan narasi menyesatkan sejak 1 Oktober 1965, menyatakan dukungan gerakan 30 September seraya menjaga jarak dengan menampilkan malam keji sebagai konflik… Continue reading PKI, Pers dan Propaganda
Bara Diakhir Babak: Menjelang September 1965
“Nah didalam hal ini, didalam segala politik Republik Indonesia, ja bagian “Malaysia”, ja bagian berdikarinja ekonomi, ia bagian berdaulatnja politik. Ia bagian berkepribadiannja kebudajaan, selalu PKI adalah berdiri dibarsan jang paling depan daripada barisan Indonesia ini. Karena itupun saja tanpa tedeng aling2, jo PKI kene dulurku, kene dulurku, jo sanak jo kadang jen mati aku… Continue reading Bara Diakhir Babak: Menjelang September 1965
Tinta Merah di Lembar Sejarah
Bulan September menjadi bulan yang panas.Bulan ketika wacana-dan mungkin propaganda saling melintas di masyarakat, melalui media.Di bulan September-lah saat Republik Indonesia diguncang dua peristiwa, yang meski dipisahkan oleh rentang tahun yang berjauhan, namun dieratkan oleh pihak yang sama disekelilingnya. Inilah bulan ketika tragedi pemberontakan Madiun di bulan September 1948 bercampur dan berkait kembali dengan Peristiwa… Continue reading Tinta Merah di Lembar Sejarah