Pengantar Tepat 79 Tahun lalu, bangsa kita memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka dari kungkungan penjajahan yang telah begitu lama mengurung serta membelenggu jiwa dan raga. Kemerdekaan tersebut tentu tidak lahir dalam ruang hampa dan oleh orang-orang yang juga hampa jiwanya. Kemerdekaan itu diperjuangkan dan diraih oleh mereka yang dalam kesehariannya sangat peduli akan arti… Continue reading Ajip Rosidi dan Minat Baca Masyarakat: Literasi Indonesia Pasca Kemerdekaan (I)
Tag: Sastra
Tulisan yang Mempertemukan Hamka
“Boleh dikatakan bahwa Pedoman Masyarakat lah yang telah banyak menghubungkan kami.” – Hamka Saat Buya Hamka mendapatkan kesempatan memimpin Majalah “Pedoman Masyarakat” di Medan, maka ketika itu pula nama Hamka mulai dikenal dan bertemu pemikiran dengan kalangan luas. Jika sebelumnya Hamka pernah memimpin beberapa majalah sendiri yang tidak berjalan lama, “Khatibuh Ummah” (1925) hanya tiga… Continue reading Tulisan yang Mempertemukan Hamka
HSBI dan Ikhtiar Kebudayaan
Kebudayaan padahal menjadi satu lapangan yang sangat penting dalam dakwah Islam. Ia berdiri menyatu dengan identitas masyarakat. Muhammadiyah memang dikenal sebagai organisasi Islam reformis, yang berupaya menyingkirkan penyakit tahayul, bid’ah dan churafat. Beberapa mungkin menilai kebudayaan sarat bersinggungan dengan hal-hal yang justru diberantas Muhammadiyah. Bisa jadi benar, namun kebudayaan sebenarnya lapangan yang sangat luas. Persoalan… Continue reading HSBI dan Ikhtiar Kebudayaan
Raja Ali Haji dan Islamisasi Bahasa Melayu: Dialog singkat dengan Ai Wardah M Koswiar
Mungkin tak banyak yang mengenal sosok Raja Ali Haji. Tokoh Melayu ini rupanya menorehkan prestasi cemerlang di bidang sastra Melayu Nusantara. Kecintaanya terhadap bahasa, menjadikan Raja Ali Haji membakukan struktur bahasa Melayu yang kelak dijadikan bahasa persatuan dalam Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928. Tak heran jika tokoh ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Negara.… Continue reading Raja Ali Haji dan Islamisasi Bahasa Melayu: Dialog singkat dengan Ai Wardah M Koswiar
KONSEP KEADILAN DAN PENGAMALANNYA MENURUT RAJA ‘ALĪ ḤĀJI: Kajian Berasaskan Karya Terpilih [bagian 1]
Raja‘Alī Ḥāji: Sekilas Pandang[1] Beliau lahir di Pulau Penyengat[2] yang terletak di sebelah Barat Tanjung Pinang (pada masa ini, termasuk ke dalam wilayah Kepulauan Riau, Indonesia) pada tahun 1808.[3] Pulau ini dibuka pada tahun 1803 dan diserahkan oleh Sultan Mahmud kepada isteri beliau Raja Hamidah, sempena perkahwinan mereka pada 1804.[4] Pada masa ini, nama pulau… Continue reading KONSEP KEADILAN DAN PENGAMALANNYA MENURUT RAJA ‘ALĪ ḤĀJI: Kajian Berasaskan Karya Terpilih [bagian 1]
KONSEP KEADILAN DAN PENGAMALANNYA MENURUT RAJA ‘ALĪ ḤĀJI: Kajian Berasaskan Karya Terpilih [bagian 2]
BAGIAN 2 Ciri-ciri Raja Adil dalam Muqaddimah fī Intiẓām al-Waẓā’if al-Malik Sebagai sebuah naskah mukhtaṣar yang berisi nasihat kepada Raja sebagai pemimpin dan pemegang kuasa, Muqaddimah fī Intiẓām mengandungi beberapa perkara, iaitu : Keutamaan ilmu, Alamat atau ciri-ciri raja yang adil, Bahaya perbuatan ẓālim, Balasan untuk Raja adil. Muqaddimah fī Intiẓām, dibuka dengan penjelasan bahawa… Continue reading KONSEP KEADILAN DAN PENGAMALANNYA MENURUT RAJA ‘ALĪ ḤĀJI: Kajian Berasaskan Karya Terpilih [bagian 2]
Politik Budaya Penjajah: Memisahkan Islam dari Sunda
Abad ke 19 menjadi abad peralihan bagi kekuasaan penjajah Belanda di tanah air. Setelah sejak pertama kali VOC menancapkan taring-taring kekuasaannya di Nusantara, hingga akhirnya dibubarkan pada abad ke 18, VOC kemudian beralih rupa, dibawah pemerintahan kerajaan Belanda. Padamnya perang Jawa (1930), Paderi (1935), membuat kolonialisme mencengkram secara luas tanah air, menyisakan Aceh yang terus… Continue reading Politik Budaya Penjajah: Memisahkan Islam dari Sunda
Islam dalam Sastra Anonim Kejawen
Dallikal, yen turu nyengkal wadine nyengkal, tegesipun kitabulla, natap mlebu ala wadi, tegese rahabapi, rahaba kang gawe sampur, hudan lil muttakina, yen wis wuda jalu estri, den mutena jroning ala-jroning ala (Darmagandhul). (Dzalikal : jika tidur kemaluannya nyengkal (bangkit), kitabu la, kemaluan lelaki masuk di kemaluan perempuan dengan tergesa-gesa, raiba fihi : perempuan yang pakai… Continue reading Islam dalam Sastra Anonim Kejawen
Cerita Menak: Warisan Budaya Islam di Indonesia
Setelah epos Mahabarata dan Ramayana, cerita Menak merupakan karya fiksi yang banyak menginspirasi orang Jawa dan Lombok, baik dari kalangan rakyat kecil hingga kaum pembesar pada jamannya. Dari cerita ini nyatanya telah lahir sejumlah karya sastra dan budaya yang bermutu tinggi dengan tanpa mengabaikan aspek moralitas. Cerita Menak merupakan inspirasi bagi lahirnya Wayang Menakyang sering dahulu… Continue reading Cerita Menak: Warisan Budaya Islam di Indonesia
‘Sahabat’ dan Klaim Syi’ah di Nusantara
Ketahuilah wahai sahabat Ulama pembawa Islam yang bermartabat Ialah Ahlus Sunnah sebagai itikat dalam ilmunya dan tinggi maqamat Jika oleh Syi’ah Islam dibawa mula-mula ke Melayu yang ‘ulya maka kita tak akan mengenal suatu kata dan makna sahabat sampai sekarang jua Depok, 16/5/2014 Persia dan Syi’ah Ada sebagian orang yang menganggap bahwa Islam yang pertama… Continue reading ‘Sahabat’ dan Klaim Syi’ah di Nusantara