Tinjauan Ringkas atas Buku Orang-orang Besar dalam Islam:K.H. A. Dahlan Bermula dari Penelusuran Karya Dibandingkan dengan karya monumental Tafsir Al Azhar, Tasawuf Modern, Di Bawah Lindungan Ka’bah, ataupun Sejarah umat Islam, tulisan Buya Hamka yang secara khusus membahas mengenai biografi K.H. Ahmad Dahlan sang pendiri organisasi Muhammadiyah, dapat dikatakan kurang dikenal publik tanah air.… Continue reading K.H. Ahmad Dahlan di Mata Buya Hamka
Tag: Muhammadiyah
Peran Soekiman Wirjosandjojo di Muhammadiyah
Meski lebih dikenal sebagai Bapak Tunjangan Hari Raya (THR), Ketua Umum Partai Masyumi (1945-1951), dan Perdana Menteri ke-6 RI (1951-1952) serta lebih dulu menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia di Amsterdam pada 1925 (Hakiem, 2022: 37-38) dan Ketua Muda Lajnah Tanfidiyah Sarekat Islam (SI) hasil Kongres 24-27 Januari 1930 (Pringgodigdo, 1994: 48-49), nama Soekiman Wirjosandjojo tak bisa… Continue reading Peran Soekiman Wirjosandjojo di Muhammadiyah
Jenderal Sudirman, Militer dan Umat Islam
Politik dan militer di Indonesia sejatinya sulit untuk dipisahkan. Menurut pengamat militer Salim Said, slogan kembali ke barak bukanlah slogan yang tepat untuk dilekatkan pada militer di Indonesia. Sebab tentara di Indonesia lahir bukan dari pemerintah tetapi dari rakyat. (Salim Said: 1992) Di situ letak keunikan sekaligus semacam ‘dilema’ dalam politik kontemporer Indonesia. Dwi fungsi… Continue reading Jenderal Sudirman, Militer dan Umat Islam
Jalan Pembaruan Abdul Karim Amrullah
“Jangan terlalu mewah, Karno! Kalau hidup pemimpin terlalu mewah, segan rakyat mendekati!” – Haji Abdul Karim Amrullah kepada Sukarno Pasca kepulangan Abdul Karim Amrullah dari Mekkah, ia menjadi pelopor kebangkitan kaum muda dan tokoh Muhammadiyah di Minangkabau. Minangkabau khususnya dan Sumatera umumnya, bagi Abdul Karim ketika itu sedang karam di dalam kebekuan beragama. Pemahaman yang saat… Continue reading Jalan Pembaruan Abdul Karim Amrullah
Lahirnya Partai Masyumi: Politik Di Hamparan Persatuan
Kita sekarang bukan hidup pada 25 tahun lalu (sudah), kita sudah bosan, kita sudah payah bermusuh-musuhan. Sedih kita rasakan kalau perbuatan itu timbul daripada ulama, padahal ulama itu semestinya lebih halus budinya, berhati-hati lakunya. Karena ulama itu sudah ditentukan menurut firman Allah: ‘Ulama itu lebih takut pada Allah.’ Karena ulama tentunya lebih paham dan lebih… Continue reading Lahirnya Partai Masyumi: Politik Di Hamparan Persatuan
Yang Sederhana, Yang Mengena: Dakwah Pak AR
“Menurut Muhammadiyah masyarakat dapat sejahtera, aman, damai, dan makmur itu apabila diikuti dengan keadilan, kejujuran, persaudaraan, gotong-royong, tolong-menolong, dan harus bersendikan hukum-hukum Allah yang sebenar-benarnya, lepas dari pengaruh setan dan hawa nafsu.” – Pak AR Syahdan ia adalah figur Muhammadiyah terlama yang pernah bercokol di bangku Ketua. 22 tahun, bukan waktu yang sebentar. Abdul Rozaq… Continue reading Yang Sederhana, Yang Mengena: Dakwah Pak AR
HSBI dan Ikhtiar Kebudayaan
Kebudayaan padahal menjadi satu lapangan yang sangat penting dalam dakwah Islam. Ia berdiri menyatu dengan identitas masyarakat. Muhammadiyah memang dikenal sebagai organisasi Islam reformis, yang berupaya menyingkirkan penyakit tahayul, bid’ah dan churafat. Beberapa mungkin menilai kebudayaan sarat bersinggungan dengan hal-hal yang justru diberantas Muhammadiyah. Bisa jadi benar, namun kebudayaan sebenarnya lapangan yang sangat luas. Persoalan… Continue reading HSBI dan Ikhtiar Kebudayaan
Dari Kairo Ke Minangkabau: Dakwah Muhammadiyah di Minangkabau
“Kalau Muhammadiyah Minangkabau tidak sanggup mengadakan kongres ke-19, pengurus besar akan mengadakan juga kongres di Minangkabau, dan minta bantu kepada saudara-saudara di Minangkabau untuk jadi panitia.” Memasuki abad ke 20, umat Islam menggeliat di Hindia Belanda. Sarekat Dagang Islam (SDI) menjadi organisasi pertama yang menggerakkan umat Islam melalui ikhtiar ekonominya. Kemudian menjelma menjadi salah satu… Continue reading Dari Kairo Ke Minangkabau: Dakwah Muhammadiyah di Minangkabau
Mengenang AM Fatwa: Berani Sejak Lama
Begitu juga waktu Idul Adha tahun 1980. Karena bersikukuh tetap tampil sebagai khatib, beliau mengalami siksaan yang dilakukan oleh Danramil Setiabudi dan oknum-oknum intelijen hingga mengalami geger otak dan dirawat selama tiga minggu di RS Islam Jakarta. Atas kejadian ini beliau menuntut Pangkopkamtib di pengadilan. Akibatnya beliau justru mengalami tekanan dan teror supaya mencabut tuntutan.… Continue reading Mengenang AM Fatwa: Berani Sejak Lama
Masyarakat dan Da’wah dalam Pandangan Djarnawi Hadikusumo
“Bagaimanapun keras kewajiban itu namun wajib dilaksanakan. Memang inti daripada Risalah Islamiyah ialah da’wah amarma’ruf nahimunkar itu. Masyarakat yang tidak ada kegiatan da’wah amarma’ruf nahimunkar niscaya akan rusak binasa menjadi korban hawanafsu manusia yang tidak terkendalikan.” Muhammadiyah sebagai gerakan Islam sudah lama berakar, bahkan Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia. Sebagai… Continue reading Masyarakat dan Da’wah dalam Pandangan Djarnawi Hadikusumo
Muhammadiyah dan Pemberantasan Korupsi
Korupsi menjadi salah satu momok bangsa Indonesia. Skandal korupsi membelit para aparatur negara yang seringkali bersekongkol dengan pengusaha. Nyatanya korupsi bukan saja dilakukan oleh pegawai kecil tetapi pejabat tinggi dan elit poltik tak lepas dari racun bernama korupsi. Bahkan semakin tinggi jabatan semakin besar pula nilai korupsinya. Tragisnya, upaya penegakan hukum kasus-kasus korupsi seringkali membentur… Continue reading Muhammadiyah dan Pemberantasan Korupsi
K.H. Faqih Usman dan Kemunduran Umat Islam
Beberapa kejadian disekeliling umat Islam saat ini bukan dalam situasi yang membahagiakan. Termasuk di tanah air. Tekanan demi tekanan dirasakan umat Islam di Indonesia. Stigma dan isu-isu yang menyudutkan umat Islam menghiasi media massa. Menuntut aspirasi disamakan dengan intoleransi. Membela akidah dituduh memecah belah. Tak dapat dilupakan pula pembungkaman terhadap jurnalis dan media Islam yang… Continue reading K.H. Faqih Usman dan Kemunduran Umat Islam