Abadinya Persahabatan: Hamka dan Hasmi

Abadinya Persahabatan: Hamka dan Hasmi

Gagasan besar maupun misi strategis yang dimiliki seseorang tidak akan dapat diwujudkan jikalau tidak ada sahabat yang senafas sepikiran, seide sehati, tak goyah dikala susah, tak jumawa tatkala jaya. Persahabatan seperti itu tidak akan dapat muncul di atas basis kesementaraan, sasaran jangka pendek, berorientasi pada capaian-capaian materi, pada kontestasi raihan...
Jihad di Mata AR Sutan Mansur

Jihad di Mata AR Sutan Mansur

JIHAD. Kata tersebut saat ini tampaknya lebih terasa sebagai momok yang menakutkan ketimbang kemuliaan ajaran Islam. Berbagai kejadian yang mendistorsi makna jihad dan gelombang pemikiran dari luar yang mengibliskan kata jihad membuat kita enggan untuk membahasnya. Padahal kata Jihad begitu mulia. Kata Jihad bahkan begitu erat perannya dalam proses tegaknya...
Sepucuk Surat Tgk Chik di Tiro

Sepucuk Surat Tgk Chik di Tiro

Sepucuk surat masih tersimpan rapi di laci meja kerja Belanda di Kutaradja (Banda Aceh). Surat tersebut dari Faqir Haji Syekh Saman di Tiro, begitulah nama di dalam Surat itu ditujukan kepada Residen Belanda van Langen, 1885. Surat-surat ini bukan kali pertama dikirim ke Belanda. Sebagai seorang terpelajar dan alim yang...
Antara 1959 – 65:  Di Bawah Naungan Rezim Nasakom

Antara 1959 – 65: Di Bawah Naungan Rezim Nasakom

Yogyakarta lumpuh! Pangkalan udara maguwo sudah dipenuhi tentara Belanda yang baru saja melepaskan parasutnya. Pagi-pagi sekali, 18 Desember 1948, Belanda menyerbu Ibu Kota. Pesan kilat dikirimkan kepada Syafrudin Prawiranegara yang sedang berada di Bukit Tinggi agar sedia menggantikan Soekarno bila ia ditawan. Para pemimpin negara seperti Soekarno, Hatta, Agus Salim,...
Tapak-tapak Perjalanan Ulama-Patriot  K.H. Sholeh Iskandar

Tapak-tapak Perjalanan Ulama-Patriot K.H. Sholeh Iskandar

Dengan lugas, Sholeh Iskandar menyatakan keheranannya atas pendapat yang menyebut RUU-PA bertentangan dengan Pancasila. Sholeh Iskandar juga tidak memahami pendapat yang menganggap aneh jika syariat Islam masuk ke dalam hukum nasional RI. MENULIS tentang K.H. Sholeh Iskandar (1922-1992) adalah menulis tentang seorang ulama-patriot yang komitmen asasinya terhadap keislaman dan keindonesiaan...
115 Tahun Jamiat Kheir (1901-2016) dan Kebangkitan Nasional di Indonesia

115 Tahun Jamiat Kheir (1901-2016) dan Kebangkitan Nasional di Indonesia

Pada tanggal 27 November 2016, Jamiat Kheir akan mengadakan milad untuk mengenang perjalanan lembaga yang sudah berusia 115 tahun ini. Selain mereka yang mendalami Sejarah, mungkin tak banyak yang tahu tentang kiprah lembaga ini di masa lalu. Padahal Jamiat Kheir ikut memainkan peranan yang tidak kecil dalam proses kebangkitan nasional...
Manuskrip dan Memaknai Gempa Pidie Jaya

Manuskrip dan Memaknai Gempa Pidie Jaya

“Bermula jika pada bulan Rabiul Awwal gempa pada waktu Subuh alamatnya rahmat Allah akan datang kepada negeri itu. Jika pada waktu Dhuha alamatnya beroleh anugerah Allah Ta’ala akan dia isi negeri itu. Jika pada waktu Zuhur alamatnya orang jauh akan datang bahagialah kita berbuat ibadah akan Allah Ta’ala.”  (Museum Aceh....
Mengenang KH Sholeh Iskandar: Dari Hizbullah Sampai Dhuafa

Mengenang KH Sholeh Iskandar: Dari Hizbullah Sampai Dhuafa

“Kalau aghniya’ (orang-orang kaya) gak usah dipikirkan, bisa berjalan sendiri, tapi kaum dhuafa’ harus kita bantu” – KH Sholeh Iskandar Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc., menyatakan bahwa K.H. Sholeh Iskandar memiliki pribadi dengan watak dan karakter yang kuat. Hal itu dikatakannya dalam Seminar Nasional dengan tema Pengusulan KH. Sholeh...
Jalan Sunyi A.Kahar Muzakkir: Pendidikan, Diplomasi dan Politik

Jalan Sunyi A.Kahar Muzakkir: Pendidikan, Diplomasi dan Politik

Jalan perjuangan tak selamanya dikenang dan dirayakan. Hatta hasil perjuangan itu terus tumbuh dan berkembang hingga sekarang. Muhammadiyah, sudah melahirkan berpuluh, mungkin, ratusan ribu tokoh bangsa, yang bergerak memajukan, bukan hanya umat Islam namun bangsa Indonesia. Diantara ratusan ribu itu terselip sebuah nama yang tak banyak dikenal, yaitu adalah Abdul...
Bila Fatwa Ulama Diabaikan Penguasa

Bila Fatwa Ulama Diabaikan Penguasa

Sekarang-sekarang ini, kita sedang menunggu hasil gelar perkara Ahok terkait kasus penistaan agama. Memang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan Ahok menista Al-Qur’an dan Ulama, tapi itu rupanya tidak menjamin aparat penegak hukum memutuskan Ahok melanggar pasal penistaan agama. Aparat tampaknya sangat berhati-hati dalam kasus Ahok ini, untuk tidak mengatakan...
Djihad dan Qitaal - Masjoemi Priangan (1946)

Djihad dan Qitaal – Masjoemi Priangan (1946)

JIHAD saat ini seperti salah satu kata yang mendapat kesan negatif. Padahal kata ini dahulu adalah salah satu jembatan menuju kemerdekaan Indonesia. Buku terbitan Masyumi daerah Priangan (Jawa Barat) ini adalah salah satu dokumen yang bisa memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana para pejuang kemerdekaan memaknai Jihad dan Qitaal. Diterbitkan pada...
Rekonsiliasi dan Renungan (1): Luka Sebelum '65

Rekonsiliasi dan Renungan (1): Luka Sebelum ’65

Rekonsiliasi belakangan menjadi salah satu kata yang sering dibincangkan.Terlebih jika membahas sejarah bangsa ini, khususnya dalam soal sejarah pergulatan bangsa Indonesia dengan komunisme.Sebagian pihak meminta agar dilakukan rekonsiliasi antar anak bangsa, antara korban dengan pelaku.Bagi yang meminta rekonsiliasi, korban berarti orang-orang yang dirugikan (baik materil maupun non materi) pasca peristiwa...
Pemberontakan PKI Madiun 1948: (1) Hatta dan Oposisi

Pemberontakan PKI Madiun 1948: (1) Hatta dan Oposisi

Pasca Indonesia merdeka, politik di tanah air terus bergerak dinamis.Kabinet naik dan jatuh karena persoalan politik.Persoalan semakin rumit ketika Belanda melancarkan serangan militernya ke Indonesia.Upaya diplomasi dilakukan, termasuk melalui perjanjian Renville yang ditandatangani Perdana Menteri Amir Syarifoedin dari sayap kiri. Namun sebuah peristiwa pemberontakan akan mengguncang republik yang baru lahir,...
PKI, Agama dan Soviet

PKI, Agama dan Soviet

Hindia Belanda awal abad ke 20 memasuki fase yang baru. Kata-kata seperti vergadering, kapitalisme, hingga nasionalisme menghiasi pikiran dan tulisan orang-orang pergerakan. Sarekat Islam yang memberi perasaan harga diri pada orang-orang pribumi, kemudian menyatukan mereka, bersinggungan dengan komunisme yang muncul sebagai daya dorong penolakan lebih keras terhdap penjajahan.Maka terasa wajar...
Kaum Merah di Ranah Minang (1): Dari Reformis ke Islam Revolusioner

Kaum Merah di Ranah Minang (1): Dari Reformis ke Islam Revolusioner

Pemberontakan komunis di Minangkabau berjalan tak bersamaan dengan di Jawa. Perselisihan antara pengikut PKI Batavia dan Tan Malaka memecah gerakan komunis di sana. Meski demikian, agama tetap menjadi titik tolak utama gerakan dan pemberontakan di Minangakabau. Perlawanan terhadap kolonialisme bagi orang minang bukan hal baru. Dari Perang Paderi yang dahsyat...
Meletusnya Pemberontakan Kaoem Merah

Meletusnya Pemberontakan Kaoem Merah

Pertemuan Prambanan membuka jalan bagi terciptanya pemberontakan melawan pemerintah kolonial di Jawa. Berbeda dengan di Batavia, pemberontakan di Banten berdiri diatas Jihad fi Sablilillah. Aktornya pun bukan kamerad, tetapi ulama.   Perlawanan di Batavia PKI, selain cabang Yogyakarta, Madiun, dan Surakarta, semua menyatakan persetujuannya. Instruksi terakhir untuk memberontak dikirim dari...
Lahirnya Komunisme di Indonesia (1): Berawal dari Sarekat Islam

Lahirnya Komunisme di Indonesia (1): Berawal dari Sarekat Islam

Lahirnya Sarekat Islam menandai gerakan baru pribumi di Hindia Belanda. Kemudian dari dalam muncul kaum merah yang radikal. Cikal bakal gerakan komunis di Indonesia. Perselisihan dalam tubuh Sarekat Islam pun tak bisa dihindari.   Hindia Belanda (Indonesia) diawal abad ke 20 adalah sebuah negeri yang telah melalui zaman yang berbeda....
Komunisme dan Gerakan Islam di Indonesia (1915 - 1927)

Komunisme dan Gerakan Islam di Indonesia (1915 – 1927)

  Tulisan ini adalah upaya untuk menulis (ulang) sejarah komunisme di Indonesia. Disebut menulis ulang karena saat ini telah terjadi berbagai silang pendapat bahkan gugatan terhadap penulisan sejarah komunisme di Indonesia, terutama yang disebut-sebut upaya rekayasa atau distorsi sejarah yang ditulis oleh rezim orde baru dibawah Suharto. Ditambah lagi, pasca...
Dengan Pena dan Negosiasi: Refleksi Perang Belanda

Dengan Pena dan Negosiasi: Refleksi Perang Belanda

Pemerintahan Belanda menjadi kian galau hingga harus berulang kali mengganti kebijakan militernya selama di Aceh. Dari perang terbuka, barisan konsentrasi, administrasi sipil, hingga ekspedisi militer. Belanda harus mengubah kebijakannya antara administrasi sipil dan ekspedisi militer berkali-kali disebabkan oleh pasukan-pasukan gerilya Aceh yang mengancam keberadaan Belanda diseluruh Aceh. 26 Maret 1873...
Majalah Jejak Islam No. 2: Kiprah Muslimah di Panggung Sejarah

Majalah Jejak Islam No. 2: Kiprah Muslimah di Panggung Sejarah

        Alhamdulillah, telah terbit Majalah Jejak Islam  edisi No. 2. Tema Majalah edisi kali ini adalah KIPRAH MUSLIMAH DI PANGGUNG SEJARAH. Simak tulisan Tiar Anwar Bachtiar, doktor sejarah yang mengangkat tentang Kartini dan Feminisme; telusuri perjalanan Jilbab di Indonesia; reguk kisah cinta H. Agus Salim dan istrinya;...
Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai

Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai

Kumandang adzan syahdu menggantung di langit senja Cibarusah, penghujung Bekasi dan Cikarang kini. Merahnya semakin pekat, sirna, sunyi. Area seluas 20 hektar itu kian lengang dengan karung-karung bertumpuk bekas latihan perang, di kelilingi hutan yang masih lebat dengan pepohonan yang kian melegam. Kini, para santri itu memasuki Masjid Mujahidin untuk...
Menista Islam dari Masa ke Masa

Menista Islam dari Masa ke Masa

Sedari dulu, ulu hati kehormatan umat Islam telah diinjak-injak oleh musuh-musuhnya lewat penistaan agama.Aksi nista mereka telah ciptakan keresahan dan benturan di tengah masyarakat. Di abad ke-18, hidup seorang haji yang pernah menggemparkan daerah Tuban, pesisir Jawa Timur. Namanya Ahmad Mutamakin. Ia telah mengabaikan syariat dan mengajarkan ilmu hakikat kepada orang-orang. Diceritakan...
"Islam di Aceh bukan Islam yang independen tapi Islam yang global"

“Islam di Aceh bukan Islam yang independen tapi Islam yang global”

Penggiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) Rizki Lesus berkesempatan mengunjungi bumi Serambi Mekkah, Nangro Aceh Darussalam beberapa waktu silam. Alhamdulillah, jejakislam.net dapat bersua dengan para penggiat komunitas-komunitas sejarah Islam di Nusantara seperti CISAH (Center of Information of Samudera Pasai Heritage), Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) dan lainnya. Dalam lawatannya, jejakislam.net...
Latest entries
K.H. Faqih Usman dan Kemunduran Umat Islam

K.H. Faqih Usman dan Kemunduran Umat Islam

Beberapa kejadian disekeliling umat Islam saat ini bukan dalam situasi yang membahagiakan. Termasuk di tanah air. Tekanan demi tekanan dirasakan umat Islam di Indonesia. Stigma dan isu-isu yang menyudutkan umat Islam menghiasi media massa. Menuntut aspirasi disamakan dengan intoleransi. Membela akidah dituduh memecah belah. Tak dapat dilupakan pula pembungkaman terhadap jurnalis dan media Islam yang...
Wibawa Dakwah Buya Hamka

Wibawa Dakwah Buya Hamka

Di saat hubungan penguasa dan ulama memanas, di saat fatwa ulama diragukan dan dianggap fitnah, di saat ulama dicurigai, digertak, diancam, dan dikriminalisasi, di saat kesaksian ulama di pengadilan dianggap dusta, di saat ulama didata layaknya buronan, di saat rumah ulama digeledah bak pengedar narkoba, di saat gerak khatib mau dipersempit dengan standardisasi, dan di...
Siti Munjiyah dan Kritik Kesetaraan Gender

Siti Munjiyah dan Kritik Kesetaraan Gender

Kemadjoean perempoean pada achir2 ini soedah melebihi dari kodratnya, ta’akan tertemoe dengan sifat keperempoeannja, sebagian dari kemadjoeannja itoe maka merika lantas bekerdja ada di fabriek, mendjalankan spoor, motor terbang d.l.l. malah ada jang mendjadi kampioen geloet, gontokan hingga menjeberang laoetan akan mentjari tandingnja. Dengan begitoe maka soedah barang tentoe badannja kentara keras-keras dan ototnja poen...
Islam dan Kerukunan Umat Beragama

Islam dan Kerukunan Umat Beragama

Satu waktu, wartawan majalah Panji Masyarakat mewawancarai mantan Menteri Agama, KH. Saifuddin Zuhri, ihwal kerukunan antar umat beragama. Dalam wawancara itu, Tokoh NU ini menerangkan, kerukunan bisa terwujud apabila adanya toleransi. Toleransi, menurutnya, menenggang orang lain tanpa mengorbankan prinsip. “Saya orang Islam, ber-Tuhan kepada Allah SWT, dan Muhammad adalah Utusan Tuhan. Bila saya korbankan prinsip...
KH Mas Mansur, Pemuda, dan Tanah Air

KH Mas Mansur, Pemuda, dan Tanah Air

KH Mas Mansur adalah sosok Muhammadiyah yang khas. Ia bukanlah tokoh Muhammadiyah yang berasal dari keluarga ‘Bani Hasyim’ seperti Kiyai Syujak, H. Fachrodin atau Ki Bagus Hadikusumo, empat bersaudara yang sempat mewarnai kepemimpinan di Muhammadiyah selama awal-awal masa berdirinya. KH Mas Mansur bahkan bukan dari Yogyakarta, tempat dimana Muhammadiyah berdenyut untuk pertama kalinya. Namun semua...
Buya Hamka dan Pancasila

Buya Hamka dan Pancasila

Pancasila. Sembilan huruf itu, dari sejak awal digali oleh Sukarno dan dilengkapi oleh Panitia Sembilan di tahun 1945, hingga kini tak kehilangan perbincangannya di masyarakat. Sejak masa kemerdekaan, rezim orde lama, orde baru, Pancasila terus diberikan makna yang berbeda-beda. Jika Pancasila awalnya sebagai dasar negara merupakan sebuah landasan sementara sebelum sidang konstituante, maka di rezim...
Pengadilan Surambi: Hukum Islam di Tanah Jawa

Pengadilan Surambi: Hukum Islam di Tanah Jawa

Kedudukan Pengadilan Surambi tidak secara langsung berada di bawah raja, namun dipimpin oleh Ulama’. Keputusan persidangan yang dilakukan di serambi masjid ini berfungsi sebagai nasihat bagi raja (Sultan atau Sunan) dalam mengambil keputusan Pelaksanaan syari’at Islam di Nusantara pada masa lalu adalah sebuah fakta sejarah. Sejumlah lontaran opini yang menyebutkan bahwa hukum Islam tidak sesuai...
Rekonsiliasi dan Renungan (3): Dari Buru ke Tanah Suci

Rekonsiliasi dan Renungan (3): Dari Buru ke Tanah Suci

Benarkah orang-orang menginginkan rekonsiliasi dari atas? Ataukah rekonsiliasi itu sebenarnya sudah berjalan dengan sendirinya?   Lautan manusia. Pemandangan sungguh dramatis. Semua menatapnya dengan takzim. Bulir-bulir bening yang entah mengapa sudah menggunduk di sudut mata. Air mata yang tak henti-hentinya meleleh melewati pipi. Dinding yang begitu kokoh seakan runtuh dengan menatapanya. Ka’bah, membukakan kesadaran ruhani akan...
Rekonsiliasi dan Renungan (2): Rekonsiliasi Hakiki

Rekonsiliasi dan Renungan (2): Rekonsiliasi Hakiki

Ada sisi lain dari tragedi 1965 yang bisa kita lihat. Islam menjadi dominan tampil dalam satu wajah, yaitu wajah politik. Alih-alih pendekatan politik konservatif, beberapa orang mencoba melihat dari sisi lain. Merangkul para komunis dan keluarganya.   Kerugian Umat Islam Pasca 1965 Peneliti Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) Solo, Arif Wibowo menyoroti tindakan pembunuhan terhadap...
Pemberontakan PKI Madiun 1948: (6) Pembantaian Ulama dan Santri

Pemberontakan PKI Madiun 1948: (6) Pembantaian Ulama dan Santri

Selain aparat pemerintah, warga sipil khususnya para kiyai dan para santrinya yang tak bersalah, nyatanya adalah sasaran serangan-serangan sistematis dan keji oleh PKI. Koran seperti Sin Po hingga saksi yang masih hidup menceritakan peristiwa biadab tersebut. Sebuah bukti bahwa pemberontakan Madiun bukanlah pembelaan diri. Seorang antropolog Amerika, Robert Jay, yang mulai tahun 1953, turun ke...
Pemberontakan PKI Madiun 1948: (5) PKI Membela Diri?

Pemberontakan PKI Madiun 1948: (5) PKI Membela Diri?

PKI pasca pemberontakan 1948 berusaha membela diri mereka mengenai pemberontakan Madiun. Menurut Aidit ‘peristiwa Madiun’ adalah provokasi Hatta-Sukiman-Natsir. Saat kebangkitan PKI di Tahun 1950-an beredar narasi tandingan atas peristiwa Madiun 1948. Dalam narasi itu, PKI menyebut bahwa mereka tidak memberontak, tapi membela diri atas provokasi atau penyerangan pemerintah. Salah satunya adalah argumen Aidit yang kemudian...
Pemberontakan PKI Madiun 1948: (4) Akhir dari Pemberontakan

Pemberontakan PKI Madiun 1948: (4) Akhir dari Pemberontakan

Kelompok pemberontak mulai terdesak. Meski Amir mulai menyebut gerakan mereka bukan pemberontakan, tetapi keadaan sudah berbalik. Para pemimpin seperti Amir dan Moesso menemui ajalnya.   Sementara itu pasukan-pasukan pemerintah mulai bergerak dari pangkal awal penyerangannya. Dari arah barat, Brigade Sadikin dari Solo menuju Tawangmangu, di lereng Gunung Lawu, sedangkan dari timur, Brigade S mulai bergerak...