Kisah
Abadinya Persahabatan: Hamka dan Hasmi

Abadinya Persahabatan: Hamka dan Hasmi

Gagasan besar maupun misi strategis yang dimiliki seseorang tidak akan dapat diwujudkan jikalau tidak ada sahabat yang senafas sepikiran, seide sehati, tak goyah dikala susah, tak jumawa tatkala jaya. Persahabatan seperti itu tidak akan dapat muncul di atas basis kesementaraan, sasaran jangka pendek, berorientasi pada capaian-capaian materi, pada kontestasi raihan kuasa dan wibawa. Ketika Nabi...
Rekonsiliasi dan Renungan (3): Dari Buru ke Tanah Suci

Rekonsiliasi dan Renungan (3): Dari Buru ke Tanah Suci

Benarkah orang-orang menginginkan rekonsiliasi dari atas? Ataukah rekonsiliasi itu sebenarnya sudah berjalan dengan sendirinya?   Lautan manusia. Pemandangan sungguh dramatis. Semua menatapnya dengan takzim. Bulir-bulir bening yang entah mengapa sudah menggunduk di sudut mata. Air mata yang tak henti-hentinya meleleh melewati pipi. Dinding yang begitu kokoh seakan runtuh dengan menatapanya. Ka’bah, membukakan kesadaran ruhani akan...
Rekonsiliasi dan Renungan (2): Rekonsiliasi Hakiki

Rekonsiliasi dan Renungan (2): Rekonsiliasi Hakiki

Ada sisi lain dari tragedi 1965 yang bisa kita lihat. Islam menjadi dominan tampil dalam satu wajah, yaitu wajah politik. Alih-alih pendekatan politik konservatif, beberapa orang mencoba melihat dari sisi lain. Merangkul para komunis dan keluarganya.   Kerugian Umat Islam Pasca 1965 Peneliti Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) Solo, Arif Wibowo menyoroti tindakan pembunuhan terhadap...
Rekonsiliasi dan Renungan (1): Luka Sebelum '65

Rekonsiliasi dan Renungan (1): Luka Sebelum ’65

Rekonsiliasi belakangan menjadi salah satu kata yang sering dibincangkan.Terlebih jika membahas sejarah bangsa ini, khususnya dalam soal sejarah pergulatan bangsa Indonesia dengan komunisme.Sebagian pihak meminta agar dilakukan rekonsiliasi antar anak bangsa, antara korban dengan pelaku.Bagi yang meminta rekonsiliasi, korban berarti orang-orang yang dirugikan (baik materil maupun non materi) pasca peristiwa 65.Pelaku, tentu saja sebaliknya.Tentu saja...
Siasat Nekat Sang Diplomat Arab

Siasat Nekat Sang Diplomat Arab

  Cerita ini merupakan kelanjutan dari artikel berjudul: Kado Istimewa Bangsa Arab untuk Indonesia *** Pemerintah Mesir dan Liga Arab mengutus saya ke Indonesia utuk menyampaikan pengakuan resmi terhadap negara baru yang berdaulat itu. Konsulat Belanda di sini menganggap sepi surat-surat kepercayaan saya dan menolak untuk memberikan visa. “Saya mendengar kabar bahwa Anda pernah berlayar...
Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai

Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai

Kumandang adzan syahdu menggantung di langit senja Cibarusah, penghujung Bekasi dan Cikarang kini. Merahnya semakin pekat, sirna, sunyi. Area seluas 20 hektar itu kian lengang dengan karung-karung bertumpuk bekas latihan perang, di kelilingi hutan yang masih lebat dengan pepohonan yang kian melegam. Kini, para santri itu memasuki Masjid Mujahidin untuk melaksanakan shalat maghrib. Entah mengapa...
Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan

Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan

Panas terik menggantung, diselingi desing pesawat yang terus berputar-putar di langit Surabaya. Lepas kumandang adzan bersahutan, ketika bulatnya mentari tepat di atas kepala, pesawat yang berbunyi bagai kepakan sayap jangkrik super cepat, berbising, memuntahkan puluhan ribu selebaran, puluhan ribu kertas bergoyang-goyang, terhempas angin, memenuhi atap, mobil, sepeda, jalan, hingga lorong-lorong Kota tua ini. Di tepi...
Janggut Haji Agus Salim

Janggut Haji Agus Salim

Persoalan penampilan ternyata jadi soal pula dalam panggung politik. Termasuk di Indonesia. Salah satu penampilan yang dipersoalkan adalah Janggut. Dan salah seorang yang dikenal berjanggut ‘kambing’ adalah Haji Agus Salim. Haji Agus Salim adalah salah seorang tokoh besar Umat Islam yang mempelopori pergerakan kemerdekaan, ia adalah tokoh yang sudah aktif sejak zaman Sarekat Islam bersama...
Antara Aceh dan Rohingya. Sepenggal Catatan Perjalanan

Antara Aceh dan Rohingya. Sepenggal Catatan Perjalanan

Seperti Anshar di Madinah, yang menyambut saudaranya seiman para Muhajirin Mekah, semua warga bahu membahu membantu. Para wanita di kampung pun sampai lupa memasak untuk keluarganya, saking ingin memuliakan tamunya.   Hasan Ali, muslim Rohingya itu masih lahap menikmati sarapan nasi dengan kolnya di bekas pabrik kertas yang disulap menjadi barak pengungsian bagi sekitar 400...
Dwi Tunggal dalam Kenangan

Dwi Tunggal dalam Kenangan

Saat memasuki bandara, terlihatlah 2 patung sosok proklmator Republik Indonesia, Soekarno & Hatta. Begitu lekat kedua nama tersebut, seakan-akan seperti tak bisa dipisahkan ketika menyebut salah satunya. Begitu lekatnya dalam benak pemuda seperti saya,yang tidak pernah hidup sezaman dengan mereka, hingga dalam benak banyak pemuda saat ini mereka seperti dua jiwa yang menyatu, yang selalu...
Sehari Bersama Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng

Sehari Bersama Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng

Sebentar lagi kita akan tiba di Pesantren Tebu Ireng sekira 75 tahun silam. Bermula dengan terdengar sayup-sayup…“Gjssss…Gjss ….Gjss..Gjs…s…” kepulan asap keluar dari lokomotif hitam legam, meraung-raung melaju melewati  wilayah selatan Jombang, Jawa Timur. Perkebunan  tebu setinggi dua meter riuh, berderet rapi, sepanjang perjalanan kereta. Kereta pengangkut tebu Belanda itu melaju menuju stasiun Jombang, enam kilometer...
Siti Raham, Antara Peran Politik dan Penjaga Kehormatan Buya Hamka

Siti Raham, Antara Peran Politik dan Penjaga Kehormatan Buya Hamka

   “Pandai-pandailah kau bercermin, kalau kau pandai bercermin maka selamatlah kau dunia akhirat” Di belakang laki-laki hebat pasti selalu ada perempuan hebat di belakangnya. Pepatah ini bukan hanya sekedar omong kosong belaka atau pun hanya rangkaian kata tanpa makna, namun nyata, salah satunya terjadi pada Hamka. Siapa orang yang tidak mengenal sang otodidak multitalenta bernama...