Pesantren: Berdiri Kokoh di Atas Sejarah dan Tradisi

Pesantren merupakan tradisi ilmu yang mengakar dalam sejarah Indonesia modern. Pesantren, menurut Zamakhsyari Dhofier, merupakan sistem pendidikan Islam yang tumbuh sejak awal kedatangan Islam di Indonesia[1].  Untuk menelusuri munculnya pesantren, erat kaitannya dengan penelusuran awal masuknya Islam di wilayah Nusantara. Proses interaksi niaga menyebabkan terbangunnya pemukiman di pantai dan melahirkan lembaga-lembaga pesantren sehingga menumbuhkan sejumlah… Continue reading Pesantren: Berdiri Kokoh di Atas Sejarah dan Tradisi

Kiai Ali Mustafa Ya’qub  dalam Kenangan

Innalillahi wa innailaihi Rajiun Menutup lembaran April 2016, awan mendung menggelayut di langit Nusantara. Mei memang masih belum menyapa, namun negeri ini kehilangan dua putera terbaiknya. Mengawali bulan ini, Maestro Arsitektur Masjid Indonesia, Ir. Achmad Noe’man tutup usia. Dan di pengujungnya, kini kabar duka kembali menyelimuti Bumi Pertiwi. Ulama besar, Pakar Hadits asal Indonesia, Prof.… Continue reading Kiai Ali Mustafa Ya’qub  dalam Kenangan

Turki Usmani di Mata Jawa

HUBUNGAN ACEH DAN TURKI UTMANI Setelah Malaka berhasil direbut oleh Portugis pada 1511, Samudra Pasai tumbuh menjadi pelabuhan utama yang dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negara. Orang-orang Keling (orang India dari Kalingga), orang Rum (orang dari Roma, maksudnya Istambul, Turki), Arab, Persia, Gujarat, Melayu, Jawa, Siam, dan lain sebagainya.[1] Disinilah, interaksi antara bangsa Melayu… Continue reading Turki Usmani di Mata Jawa

Aceh dan Opium Pada Masa Kolonial

Opium (candu) bukanlah produk alam yang baru muncul abad terakhir ini, tapi telah mewarnai lembar lembar catatan sejarah klasik Eropa dan Asia sejak ribuan tahun yang lalu. Jika candu telah dikenal pada masa kekaisaran yunani kuno, Cina juga diketahui telah terbiasa hidup berdampingan dengan candu sejak awal abad ke-8. Opium memiliki berbagai bentuk seperti opium,… Continue reading Aceh dan Opium Pada Masa Kolonial

Ir. Ahmad Noe’man: Perancang Masjid Kampus Pertama di Indonesia

Achmad Nieman, Arsitek seribu masjid Sumber foto: Kompas/Mohammad Hilmi Faiq (MHF) 16-05-2014

Masjid Salman ITB di Jalan Ganesha No 7 Bandung oleh Prof. Dr. Doddy A. Tisna Amidjaja (Rektor ITB periode 1969 – 1976) disebut sebagai “laboratorium kerohanian” yang harus berfungsi setiap hari untuk dapat memberi perimbangan kepada laboratorium lainnya. Masjid kampus yang mulai dibangun sejak dekade 1960-an itu lahir atas prakarsa aktivis kampus ITB, dewan mahasiswa… Continue reading Ir. Ahmad Noe’man: Perancang Masjid Kampus Pertama di Indonesia

Memahami Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia

Pada umumnya, kita memahami sejarah hanya sebagai koleksi tanggal dan peristiwa-peristiwa di masa lalu. Padahal, sesungguhnya membaca sejarah adalah bagaimana kita bisa mengambil makna dari rangkaian peristiwa masa lalu untuk kebutuhan kekinian kita, sekalipun tanggal dan peristiwa tetap penting. Oleh sebab itu, banyak orang selalu bertanya untuk apa sejarah itu ditulis, termasuk sejarah Islam di… Continue reading Memahami Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia

Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

Umat Islam di Nusantara bukanlah umat pinggiran dalam sejarah peradaban Islam di dunia. Nama-nama ulama Nusantara menghiasi catatan sejarah tentang gelombang dakwah Islam. Salah satunya adalah Syaikh Yusuf Al Maqassari. Jelajah dakwahnya membentang dari kepualauan di Nusantara, baik di Sulawesi, Jawa, melintasi benua India hingga benua Afrika. Namun namanya bukan hanya harum karena dakwahnya, tetapi… Continue reading Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

Jerat (Kaum) Homoseksual di Masa Kolonial

Tulisan ini adalah sebuah cuplikan peristiwa disepenggal masa kolonial. Ketika, penyimpangan seksual, yaitu homoseksual, mendera bagian di Hindia Belanda, yaitu Pulau Bali dan Jawa. Praktik homoseksual di Hindia Belanda saat itu, setidaknya juga melibatkan aspek situasi ‘penjajah dan terjajah.’ Berbeda dengan tanah Jawa yang dikuasai oleh penjajah sejak pertengahan abad ke 19, tetangganya, Bali, baru… Continue reading Jerat (Kaum) Homoseksual di Masa Kolonial

MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 1)

Sayang sekali saudara-saudara! Alih-alih serukan persatuan, energi sebagian dari kita justru terperas oleh perseteruan antar kalangan. Terjebak konflik wahabiyah dan asy’ariyyah, terbiasa debat kusir soal demokrasi dan khilafah, tak lelah-lelah bantah-membantah masalah furu’iyyah, tak satu suara fatwakan perkara aqidah, berebut pengaruh tuk eksistensi kelompoknya semata, lantang merendahkan dan lirih meninggikan jalan juang saudaranya, dan semua… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 1)

MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 2)

Menggalang Persatuan Setelah kongres Al-Islam berhenti pada 1928-1930 –seolah-olah selama tiga tahun itu, ikatan tali persatuan umat renggang-, Partai Sarekat Islam berganti nama jadi Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) pada tahun 1930, berusaha mengencangkan tali itu dengan mengadakan dua kali Konferensi Komite Al-Islam pada tahun 1931 dan 1932. Namun PSII memerlukan momen khusus untuk membangkitkan… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 2)

MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 3)

Ujian Menghadang MIAI Persatuan yang MIAI serukan bukan tanpa kerikil. Setidaknya kita bisa saksikan pada empat kejadian. Kejadian pertama, terjadi perseteruan antara NU dan PSII saat kongres pertama MIAI di Surabaya tanggal 26 Februari-1 Maret 1938. NU yang ketika itu belum menjadi anggota MIAI (KH.Wahab Hasbullah dan KH. Muhammad Dahlan mendirikan MIAI atas nama pribadi… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 3)

Menjaga Martabat Islam

Tulisan berikut ini adalah Pidato dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, salah satu ulama besar di tanah air. Selain pesan beliau terhadap umat, namun yang tak kalah penting adalah memahami situasi pada saat pidato ini disampaikan. Pidato ini disampaikan ketika masa pendudukan Jepang di tanah air. Situasi yang serba sulit karena Jepang begitu represif dan kejam… Continue reading Menjaga Martabat Islam