Posts tagged "Masyumi"
Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir

Mengingat Mosi Integral Moh. Natsir

Indonesia sebenarnya memiliki ‘dua proklamasi’. Pertama,Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 sebagai pernyataan bahwa penjajahan terhadap bangsa Indonesia telah berakhir dan bangsa ini menyatakan kemerdekaannya. Kedua, Proklamasi Berdirinya NKRI pada 17 Agustus 1950 sebagai pernyataan bubarnya 16 negara bagian, termasuk RI, dan melebur ke dalam negara baru bernama NKRI. Kemerdekaan telah diproklamasikan pada...
Antara 1959 – 65:  Di Bawah Naungan Rezim Nasakom

Antara 1959 – 65: Di Bawah Naungan Rezim Nasakom

Yogyakarta lumpuh! Pangkalan udara maguwo sudah dipenuhi tentara Belanda yang baru saja melepaskan parasutnya. Pagi-pagi sekali, 18 Desember 1948, Belanda menyerbu Ibu Kota. Pesan kilat dikirimkan kepada Syafrudin Prawiranegara yang sedang berada di Bukit Tinggi agar sedia menggantikan Soekarno bila ia ditawan. Para pemimpin negara seperti Soekarno, Hatta, Agus Salim, Sjahrir ditawan Belanda. Syafruddin Prawiranegara...
AD-ART Masyumi

AD-ART Masyumi

Partai Masyumi adalah salah satu partai (Islam) terbesar dalam sejarah politik Republk Indonesia. Selain kiprahnya dalam dunia politik, kajian-kajian mengenai Partai Masyumi terus bergulir. Baik dari organisasi maupun pribadi-pribadi yang bernaung didalamnya.  Masyumi seringkali disebut sebagai partai dengan citra yang positif, dan dihuni oleh para tokoh-tokoh yang penuh teladan. Namun upaya mengenal Masyumi tak dapat...
Pemikiran Politik Tamar Djaja dalam Majalah Al-Islam  Tahun 1953-1955

Pemikiran Politik Tamar Djaja dalam Majalah Al-Islam Tahun 1953-1955

Dekade tahun 1920an-akhir 1966 ditandai dengan lahirnya penulis-penulis dengan latar belakang ideologi yang berbeda. Para penulis dengan background Islam pada kurun waktu tersebut dalam kajian historiografi kolonial dan masa kemerdekaan, umumnya berprofesi sebagai sastrawan dan politisi. Demikian halnya penulis berbasis ideologi Islam yang hidup pada masa awal pergerakan nasional akan memunculkan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan...
Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan

Elegi 10 November dan Resolusi Jihad yang Ter(di)lupakan

Panas terik menggantung, diselingi desing pesawat yang terus berputar-putar di langit Surabaya. Lepas kumandang adzan bersahutan, ketika bulatnya mentari tepat di atas kepala, pesawat yang berbunyi bagai kepakan sayap jangkrik super cepat, berbising, memuntahkan puluhan ribu selebaran, puluhan ribu kertas bergoyang-goyang, terhempas angin, memenuhi atap, mobil, sepeda, jalan, hingga lorong-lorong Kota tua ini. Di tepi...
Belajar dari Sikap Perwira Soekiman Wirjosandjojo

Belajar dari Sikap Perwira Soekiman Wirjosandjojo

Di masa penjajahan, kata “Indonesia” belum dikenal. Wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini dikenal dengan nama Hindia-Belanda. Hampir-hampir dilupakan, yang pertama kali menggunakan “Indonesia” sebagai nama organisasi ialah organisasi para mahasiswa Hindia-Belanda yang sedang menuntut ilmu di Negeri Belanda. Pada 1920-an terjadi peristiwa revolusioner, yaitu perubahan nama organisasi mahasiswa pribumi itu dari Indische...
Menegakkan Etika Kekuasaan: 66 Tahun Pernyataan Roem-Roijen

Menegakkan Etika Kekuasaan: 66 Tahun Pernyataan Roem-Roijen

            Pada 19 Desember1948, pagi-pagi buta, tentara Belanda menyerbu ibu kota Republik Indonesia, Yogyakarta, menangkap Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan sejumlah menteri. Serangan militer juga dilakukan Belanda tehadap ibu kota Sumatera Tengah, Bukittinggi.  Bagi Belanda, serangan militer, pendudukan ibu kota dan penangkapan pimpinan pemerintahan RI, memang dimaksudkan untuk...
Prawoto Mangkusasmito: Antara Pahlawan dan Blusukan

Prawoto Mangkusasmito: Antara Pahlawan dan Blusukan

“Pahlawan itu bukan ditentukan oleh tempat di mana dia dimakamkan, tetapi pahlwan itu ditentukan oleh jasa-jasanya.” –M.Roem- PRIA berjenggot itu dikenal dengan baju koko, sarung, peci, dan berkacamata. Namanya Prawoto Mangkusasmito. Ia adalah Ketua Umum Masyumi yang terakhir. Usianya saat itu sekitar 60 tahun. Ia meninggal dunia kala melakukan kunjungan dakwah ke sebuah desa dekat...
Ketika Seorang Menteri Mengontrak Rumah

Ketika Seorang Menteri Mengontrak Rumah

Di dalam gang sempit itu, berkelok dari jalan utama, menyelusup gang-gang padat rumah di Jatinegara terdapat sebuah rumah mungil dengan satu ruang besar. Begitu pintu dibuka, akan ada koper-koper berkumpul di sudut rumah dan kasur-kasu digulung di sudut lainnya ruang besar itu. Di sanalah tempat tidur Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI) bersama istri...
Masyumi, Kekuasaan, dan "Orang Kita"

Masyumi, Kekuasaan, dan “Orang Kita”

“Salah satu hal yang diperhatikan para pimpinan Masyumi, ialah mereka benar-benar membawa nama Partai Islam,” kata Dr. Abdullah Hehamahua, mantan Penasihat KPK Kamis kemarin (27/11/2013) di Jakarta. Saya semakin penasaran, apa maksud Pak Abdullah Hehamahua yang namanya akhir-akhir ini kerap terdengar? Beliau mengisahkan perjalanan Partai Islam pertama di Indonesia (yang diakui bersama) yang diresmikan oleh...