Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila

Suasana sidang BPUPKI. Sumber foto: wartakota.tirbunnews.com

Bulan Juni menjadi bulan spesial bagi Indonesia. Pertama, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Pancasila. Kedua pada tanggal 22 Juni sebagian masih mengingatnya sebagai hari Piagam Jakarta. Keduanya bertalian sangat erat. Meski di benak masyarakat keduanya seakan-akan hadir bertentangan, padahal jika dicermati keduanya adalah kelanjutan dan perkembangan ketimbang pertentangan. Pertentangan ini bisa… Continue reading Jalan Panjang Dasar Negara: Dari Piagam Jakarta ke Pancasila

Lika-Liku Politik NU

“Pak Mahfud orang yang belum pernah menjadi kader NU,” ujar Said Agil Siradj, Ketua PBNU. Pernyataan tadi menjadi lonceng pupusnya peluang Mahfud M.D. menjadi Calon Wakil Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2019. Jokowi akhirnya lebih memilih K.H. Ma’ruf Amin sebagai calon wakilnya. Apa daya, kemeja putih yang sudah disiapkan Mahfud untuk deklarasi tak jadi dipakai… Continue reading Lika-Liku Politik NU

Lahirnya Partai Masyumi: Politik Di Hamparan Persatuan

Kita sekarang bukan hidup pada 25 tahun lalu (sudah), kita sudah bosan, kita sudah payah bermusuh-musuhan. Sedih kita rasakan kalau perbuatan itu timbul daripada ulama, padahal ulama itu semestinya lebih halus budinya, berhati-hati lakunya. Karena ulama itu sudah ditentukan menurut firman Allah: ‘Ulama itu lebih takut pada Allah.’ Karena ulama tentunya lebih paham dan lebih… Continue reading Lahirnya Partai Masyumi: Politik Di Hamparan Persatuan

Menepuk Memori, Mengembalikan Makna Pancasila

sumber foto: angkasa online

“Pokoknya saya Pancasila!” katanya ngotot, sambil ngedumel dalam hati,”lawan radikalisme,” sambil menunjuk kaum radikal yang katanya anti Pancasila di seberang sana. Profil Picture-nya berubah, menggunakan warna merah, katanya biar nasionalisme dan Pancasilais sejati. Maklum, jarang-jarang lagi bisa teriak-teriak Pancasila. Intinya kita merayakan saja, merayakan hari kelahirannya! Walau katanya, kelahirannya masih diperdebatkan karena beberapa pakar tak… Continue reading Menepuk Memori, Mengembalikan Makna Pancasila

MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 3)

Ujian Menghadang MIAI Persatuan yang MIAI serukan bukan tanpa kerikil. Setidaknya kita bisa saksikan pada empat kejadian. Kejadian pertama, terjadi perseteruan antara NU dan PSII saat kongres pertama MIAI di Surabaya tanggal 26 Februari-1 Maret 1938. NU yang ketika itu belum menjadi anggota MIAI (KH.Wahab Hasbullah dan KH. Muhammad Dahlan mendirikan MIAI atas nama pribadi… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 3)

Kementerian Agama RI : Meng-agama-kan Bangsa Agar Tetap Beragama

Tulisan Hadji Agus Salim berjudul “Kementerian Agama dalam Republik Indonesia”  di Majalah Mimbar Agama No 2 Tahun Ke-1/1950 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama menarik untuk dicermati, “Politik agama dalam Republik kita berlainan dengan politik yang dulu-dulu. Pertama sekali ia tidak bertujuan menolong membesar-besarkan usaha pihak agama lain untuk memindahkan orang Islam dari agamanya yang asli.… Continue reading Kementerian Agama RI : Meng-agama-kan Bangsa Agar Tetap Beragama

Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai

Kumandang adzan syahdu menggantung di langit senja Cibarusah, penghujung Bekasi dan Cikarang kini. Merahnya semakin pekat, sirna, sunyi. Area seluas 20 hektar itu kian lengang dengan karung-karung bertumpuk bekas latihan perang, di kelilingi hutan yang masih lebat dengan pepohonan yang kian melegam. Kini, para santri itu memasuki Masjid Mujahidin untuk melaksanakan shalat maghrib. Entah mengapa… Continue reading Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai

Wajah Melayu, Lidah Arab: Tokoh Bangsa dan Bahasa Arab

Bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan dalam al-Qur’an dan al-Sunnah sebagai sumber utama rujukan umat Islam. Bahkan, ulama’-ulama’ besar dalam khazanah dunia Islam menuliskan karya-karyanya dengan bahasa arab. Makanya, tak heran para tokoh bangsa dari golongan Islam banyak menyerukan untuk mempelajarinya. Dahulu, Mohammad Natsir sewaktu masih bersekolah di HIS (Hollandsch Inlandsche School) Solok, beliau sudah… Continue reading Wajah Melayu, Lidah Arab: Tokoh Bangsa dan Bahasa Arab

Sepakat dalam Syariat

“Tidak sedikit orang yang melupakan bahwa justru Piagam Jakarta lah yang dengan tegas-tegas menyebut kelima sila dalam Pancasila mendahului pengesahan UUD 1945 itu sendiri.” –K.H. Saifuddin Zuhri, Tokoh NU- “Insya Allah umat Islam tidak akan lupa Piagam Jakarta!” –Mohammad Natsir,Tokoh Masyumi- Belum lamaini hangat dan ramai diperdebatkan soal Perda (Peraturan Daerah) Syariah dan Pancasila.Kelompok sekular[1]… Continue reading Sepakat dalam Syariat

Mengenang KH Wahid Hasyim (1 Juni: 1914-2016)

Visi Politik Negarawan Muslim Malam semakin larut. Di tatapnya lamat-lamat langit-langit tepat dihadapannya di atas pembaringan. Lelah memang, sudah berbulan-bulan, tak terasa esok hari ialah hari penentuan. Hari dibacakannya Undang-Undang Dasar Negara RI yang dicita-citakan sejak lama. Esok, di hadapan 62 anggota BPUKI, berharap senyum akan tersimpul. Namun, hati begitu dag dig dug gelisah. Mungkin… Continue reading Mengenang KH Wahid Hasyim (1 Juni: 1914-2016)

Warisan KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim

89 tahun bukan usia yang singkat, termasuk bagi sebuah organisasi besar seperti Nadhlatul Ulama (NU). NU telah menorehkan jejak yang mendalam bagi perkembangan Islam di tanah air. Warisan terbesar NU sesungguhnya adalah warisan pendidikan yang luar biasa bagi dunia Islam di tanah air. Mungkin ratusan ribu atau jutaan lulusannya telah dihasilkan di negeri ini. Pendidikan… Continue reading Warisan KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim