JIHAD. Kata tersebut saat ini tampaknya lebih terasa sebagai momok yang menakutkan ketimbang kemuliaan ajaran Islam. Berbagai kejadian yang mendistorsi makna jihad dan gelombang pemikiran dari luar yang mengibliskan kata jihad membuat kita enggan untuk membahasnya. Padahal kata Jihad begitu mulia. Kata Jihad bahkan begitu erat perannya dalam proses tegaknya Republik Indonesia. Tanpa jihad, tak… Continue reading Jihad di Mata AR Sutan Mansur
Tag: Muhammadiyah
Siti Munjiyah dan Kritik Kesetaraan Gender
Kemadjoean perempoean pada achir2 ini soedah melebihi dari kodratnya, ta’akan tertemoe dengan sifat keperempoeannja, sebagian dari kemadjoeannja itoe maka merika lantas bekerdja ada di fabriek, mendjalankan spoor, motor terbang d.l.l. malah ada jang mendjadi kampioen geloet, gontokan hingga menjeberang laoetan akan mentjari tandingnja. Dengan begitoe maka soedah barang tentoe badannja kentara keras-keras dan ototnja poen… Continue reading Siti Munjiyah dan Kritik Kesetaraan Gender
Jalan Sunyi A.Kahar Muzakkir: Pendidikan, Diplomasi dan Politik
Jalan perjuangan tak selamanya dikenang dan dirayakan. Hatta hasil perjuangan itu terus tumbuh dan berkembang hingga sekarang. Muhammadiyah, sudah melahirkan berpuluh, mungkin, ratusan ribu tokoh bangsa, yang bergerak memajukan, bukan hanya umat Islam namun bangsa Indonesia. Diantara ratusan ribu itu terselip sebuah nama yang tak banyak dikenal, yaitu adalah Abdul Kahar Muzakkir, seorang tokoh Muhammadiyah… Continue reading Jalan Sunyi A.Kahar Muzakkir: Pendidikan, Diplomasi dan Politik
KH Mas Mansur, Pemuda, dan Tanah Air
KH Mas Mansur adalah sosok Muhammadiyah yang khas. Ia bukanlah tokoh Muhammadiyah yang berasal dari keluarga ‘Bani Hasyim’ seperti Kiyai Syujak, H. Fachrodin atau Ki Bagus Hadikusumo, empat bersaudara yang sempat mewarnai kepemimpinan di Muhammadiyah selama awal-awal masa berdirinya. KH Mas Mansur bahkan bukan dari Yogyakarta, tempat dimana Muhammadiyah berdenyut untuk pertama kalinya. Namun semua… Continue reading KH Mas Mansur, Pemuda, dan Tanah Air
Pemimpin Menurut Ki Bagus Hadikusumo
“Kalau engkau hendak mentjari pemimpin sedjati ichlas lahir-batin, perhatikanlah terlebih dahulu dapur rumahnja dan tjara hidupnja sebelum memperhatikan dia dari segi-segi lainnja. Djika engkau lihat dapurnya penuh santapan jang enak-enak dan tjara hidupnja mewah, hentikan penjelidikanmu karena sudah terang dia bukan pemimpin sedjati.” Kepemimpinan dalam Islam memegang peranan penting, dari perkara bernegara hingga perkara rumah… Continue reading Pemimpin Menurut Ki Bagus Hadikusumo
MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 1)
Sayang sekali saudara-saudara! Alih-alih serukan persatuan, energi sebagian dari kita justru terperas oleh perseteruan antar kalangan. Terjebak konflik wahabiyah dan asy’ariyyah, terbiasa debat kusir soal demokrasi dan khilafah, tak lelah-lelah bantah-membantah masalah furu’iyyah, tak satu suara fatwakan perkara aqidah, berebut pengaruh tuk eksistensi kelompoknya semata, lantang merendahkan dan lirih meninggikan jalan juang saudaranya, dan semua… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 1)
MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 2)
Menggalang Persatuan Setelah kongres Al-Islam berhenti pada 1928-1930 –seolah-olah selama tiga tahun itu, ikatan tali persatuan umat renggang-, Partai Sarekat Islam berganti nama jadi Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) pada tahun 1930, berusaha mengencangkan tali itu dengan mengadakan dua kali Konferensi Komite Al-Islam pada tahun 1931 dan 1932. Namun PSII memerlukan momen khusus untuk membangkitkan… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 2)
MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 3)
Ujian Menghadang MIAI Persatuan yang MIAI serukan bukan tanpa kerikil. Setidaknya kita bisa saksikan pada empat kejadian. Kejadian pertama, terjadi perseteruan antara NU dan PSII saat kongres pertama MIAI di Surabaya tanggal 26 Februari-1 Maret 1938. NU yang ketika itu belum menjadi anggota MIAI (KH.Wahab Hasbullah dan KH. Muhammad Dahlan mendirikan MIAI atas nama pribadi… Continue reading MIAI: Ketika Umat Islam Bersatu (Bagian 3)
Ki Bagus Hadikusuma: Teladan dalam Kenangan
Bersyukur, dahulu Negara kita telah melahirkan para ulama’ dan cendekiawan Islam yang memberikan sumbangsih yang teramat besar bagi Republik dan Bangsa ini. Sehingga masyarakat yang hidup sesudah mereka dapat menikmati hasil jerih payah yang dahulu mereka perjuangkan. Salah seorang tokoh Islam yang lahir dan berjuang dalam sejarah perjuangan Bangsa ini adalah Ki Bagus Hadikusuma –rahimahullah… Continue reading Ki Bagus Hadikusuma: Teladan dalam Kenangan
Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai
Kumandang adzan syahdu menggantung di langit senja Cibarusah, penghujung Bekasi dan Cikarang kini. Merahnya semakin pekat, sirna, sunyi. Area seluas 20 hektar itu kian lengang dengan karung-karung bertumpuk bekas latihan perang, di kelilingi hutan yang masih lebat dengan pepohonan yang kian melegam. Kini, para santri itu memasuki Masjid Mujahidin untuk melaksanakan shalat maghrib. Entah mengapa… Continue reading Bakti Santri untuk Negeri: Fatwa Jihad sang Kyai
Memaknai Hari Santri
Pemerintah telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan Hari Santri berdasarkan peran santri dalam penegakan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya setelah munculnya Fatwa (Resolusi) Jihad dari KH Hasyim Asy’ari. Namun penetapan Hari Santri mendapatkan keberatan dari sebagian kalangan terutama ormas Islam Muhammadiyah. Kontroversi ini dapat kita lihat dari pendapat ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.… Continue reading Memaknai Hari Santri
Perjuangan KH Achmad Dachlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry
Nama aslinya Muhamamd Darwis bin KH Abu Bakar bin KH Sulaiman. Namun di kemudian hari, ia dipanggil dengan sebutan KH Achmad Dachlan. Ia dilahirkan di Jogjakarta pada 1868, pada sebuah lingkungan Kauman yang agamis. Lingkungan inilah yang membentuk karakter dan kepribadiannya. Istilah Kauman itu sendiri sering diartikan sebagai singkatan dari “Kaum Beriman”, karena biasanya letak… Continue reading Perjuangan KH Achmad Dachlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry