“Een Holandsche Kwajongen”, kurang lebih artinya “Begajul Belanda “, adalah artikel dalam Bahasa Belanda yang ditulis oleh Syafruddin Prawiranegara di Majalah USI (Unitas Studiosorum Indoneesiensis / Perhimpunan Mahasiswa Indonesia). Artikel tersebut merupakan protes atas pernyataan Profesor Eggens, yang menyebutkan bahwa Bahasa Indonesia (yang saat itu disebut Bahasa Melayu) merupakan bahasa primitif yang tidak mungkin menjadi bahasa… Continue reading Islamisasi dan DeIslamisasi Bahasa di Indonesia
Wajah Melayu, Lidah Arab: Tokoh Bangsa dan Bahasa Arab
Bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan dalam al-Qur’an dan al-Sunnah sebagai sumber utama rujukan umat Islam. Bahkan, ulama’-ulama’ besar dalam khazanah dunia Islam menuliskan karya-karyanya dengan bahasa arab. Makanya, tak heran para tokoh bangsa dari golongan Islam banyak menyerukan untuk mempelajarinya. Dahulu, Mohammad Natsir sewaktu masih bersekolah di HIS (Hollandsch Inlandsche School) Solok, beliau sudah… Continue reading Wajah Melayu, Lidah Arab: Tokoh Bangsa dan Bahasa Arab
Kebangkitan Nasional: Budi Utomo atau Sarekat Islam?
20 Mei menjadi Hari Kebangkitan Nasional bagi Republik Indonesia. Hari tersebut bukan hanya sekedar hari-hari belaka, tetapi menghujam ke dalam benak masyarakat Indonesia, bahwa pada hari kelahiran Budi Utomo-lah Indonesia memiliki kesadaran untuk bangkit secara menyeluruh. Penetapan seperti ini tak semestinya dianggap enteng. Penetapan hari penting bagi negara, penetapan pahlawan-pahlawan nasional, tugu-tugu peringatan memiliki makna… Continue reading Kebangkitan Nasional: Budi Utomo atau Sarekat Islam?
Menegakkan Etika Kekuasaan: 66 Tahun Pernyataan Roem-Roijen
Pada 19 Desember1948, pagi-pagi buta, tentara Belanda menyerbu ibu kota Republik Indonesia, Yogyakarta, menangkap Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan sejumlah menteri. Serangan militer juga dilakukan Belanda tehadap ibu kota Sumatera Tengah, Bukittinggi. Bagi Belanda, serangan militer, pendudukan ibu kota dan penangkapan pimpinan pemerintahan RI, memang dimaksudkan untuk… Continue reading Menegakkan Etika Kekuasaan: 66 Tahun Pernyataan Roem-Roijen
Muslimaat NU: Dedikasi untuk Negeri
Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia berkumandang, kuku-kuku tajam penjajah rupanya masih mencengkeram. Semangat kemerdekaan yang meluap-luap dalam diri rakyat, menggolakkan pertempuran di berbagai tempat. Salah satu Ormas Islam, Nahdlatul Ulama (NU) bahkan sampaimengeluarkan resolusi jihadnya, “bahwa mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum Islam termasuk sebagai suatu kewadjiban mutlaq bagi tiap2 orang Islam laki2 dan… Continue reading Muslimaat NU: Dedikasi untuk Negeri
Surat Kabar Slompret Melayoe, 29 Maart 1888
Baca online SELOMPRET MELAYOE, 29 MARET 1888 Selompret Melayoe adalah salah satu koran yang terbit diabad ke 19. Sempat beberapa kali berganti tulisan, awalnya di tulis ‘Selompret Malajoe’, terbit pertama kali 3 Februari 1860. Setiap tahun terbit sebanyak 52 nomor. Versi penulisan ‘Selompret Malajoe’ ini terbit hingga tahun 1866. Mulai edisi nomor 3 tahun 1866… Continue reading Surat Kabar Slompret Melayoe, 29 Maart 1888
Nyai Khoiriyah Hasyim: Ulama Perempuan yang Terlupakan
Penulisan sejarah perempuan di Indonesia, khususnya muslimah semakin marak. Berbagai tokoh, diulas dalam berbagai bentuk tulisan. Namun sayangnya, penulisan sejarah muslimah di Indonesia seringkali disajikan dalam bingkai feminsme. Persoalan ini jelas meninggalkan masalah, karena seakan, perjuangan muslimah di masa lampau dinaungi oleh semangat feminisme.[1] Pembahasan feminisme yang satu tarikan nafas dengan kesetaraan gender memang mengundang… Continue reading Nyai Khoiriyah Hasyim: Ulama Perempuan yang Terlupakan
Pesan Kasman Kepada Kaum Intelektual
“Kami inginkan persatuan dan persaudaraan di kalangan umat Islam dan kerja sama yang mesra dengan seluruh rakyat Indonesia.” – Kasman Singodimedjo, Mantan Jaksa Agung RI, Tokoh Partai Masyumi, Mantan ketua Jong Islamieten Bond (JIB)- Mengapa saat ini terdapat jurang yang begitu dalam di antara kaum intelektual dan rakyat? Kalau dulu ada Soekarno yang tak… Continue reading Pesan Kasman Kepada Kaum Intelektual
M. Natsir Mengenai Kartini
“Vote for Women!”, begitu isi seruan dari kelompok Suffragettes yang tertulis di gedung-gedung pemerintahan Inggris. Mereka tidak hanya puas dengan menulis seruan tersebut, namun juga berdemonstrasi ke jalan untuk menarik opini publik, bahkan sampai melempari rumah Menteri Dalam Negeri dengan batu sehingga banyak kaca yang pecah. Cara ini dilakukan agar pihak pemerintah saat itu takut… Continue reading M. Natsir Mengenai Kartini
Kartini dan Pintu Masuk Feminisme di Indonesia
“Kawan-kawan yang baik dan budiman. Saya tahu betul-betul, bagaimana surat ini diharap-harapkan, surat saya yang pertama dari rumah saya yang baru. Alhamdulillah, di rumah itu dalam segala hal keadaan saya baik dan menyenangkan; di situ yang seorang dengan dan karena yang lain bahagia…” ….. Gerlombang liberalisme di Indonesia masuk berbagai pintu. Salah satu pintu yang boleh dikatakan sukses adalah pintu isu… Continue reading Kartini dan Pintu Masuk Feminisme di Indonesia
Membedah Sejarah Syi’ah di Nusantara (Bagian 3)
Jejak Syi’ah di Nusantara? Sebuah contoh yang dapat kita telaah adalah kecerobohan dalam menyebut pengaruh Syi’ah pada tradisi yang dilakukan oleh muslim nusantara. Padahal tradisi muslim nusantara, seperti maulid, pembacaan barzanji, diba’an, justru banyak memberikan puji-pujian kepada sahabat Rasulullah. Dalam tradisi-tradisi tersebut tidak ditemukan ajaran-ajaran Syi’ah. Justru sebaliknya, tradisi tersebut justru membentengi Ahlusunnah dari ajaran… Continue reading Membedah Sejarah Syi’ah di Nusantara (Bagian 3)
Membedah Sejarah Syi’ah di Nusantara (Bagian 2)
Kerajaan Peurlak adalah Syi’ah? Salah satu pendapat yang mendapat perhatian adalah pendapat ulama dan budayawan Aceh,Prof. Ali Hasjmy. Beliau menyatakan bahwa Peurlak adalah kerajaan pertama Islam di Nusantara dan penganut Syi’ah. Menurutnya, kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah Kerajaan Islam Perlak yang didirikan pada 1 Muharram 225H (840M), dengan Rajanya yaitu Sulthan Alaiddin Saiyid Maulana… Continue reading Membedah Sejarah Syi’ah di Nusantara (Bagian 2)